Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

90 Persen Startup Gagal, Penyebab Sebenarnya Bikin Kaget, Ternyata Bukan Sekadar Kekurangan Modal

M. Helmi Nurhisam • Kamis, 9 Juli 2026 | 15:15 WIB
90 persen startup gagal bukan hanya karena kekurangan modal. Simak penyebab sebenarnya dan strategi agar bisnis mampu bertahan di tengah persaingan. (Pinterest)
90 persen startup gagal bukan hanya karena kekurangan modal. Simak penyebab sebenarnya dan strategi agar bisnis mampu bertahan di tengah persaingan. (Pinterest)

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Anggapan bahwa startup akan sukses hanya bermodal ide brilian dan suntikan dana investor ternyata tidak sepenuhnya benar. Di balik kisah perusahaan rintisan yang berhasil menjadi bisnis besar, terdapat fakta bahwa sekitar 90 persen startup justru gagal bertahan dalam persaingan.

Tingginya angka startup gagal menjadi gambaran bahwa membangun perusahaan rintisan membutuhkan lebih dari sekadar inovasi. Mulai dari kemampuan memperoleh pendanaan, mengelola keuangan, membaca kebutuhan pasar, hingga membangun sistem operasional yang efisien menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan sebuah bisnis.

Baca Juga: Dulu Sering Diremehkan, Regi Zamzam Kini Sukses Jadi Petani Hidroponik dengan Omzet hingga Rp20 Juta Sebulan

Sulit Mendapat Pendanaan Jadi Penyebab Utama

Dalam pembahasan video edukasi Kok Bisa, dijelaskan bahwa jutaan startup baru lahir setiap tahun. Bahkan diperkirakan terdapat sekitar 50 juta startup baru yang berdiri setiap tahunnya. Namun, hanya sebagian kecil yang mampu bertahan lebih dari 10 tahun.

Salah satu penyebab terbesar startup gagal adalah kesulitan mendapatkan pendanaan lanjutan dari investor. Ketika arus modal mulai terhambat, banyak perusahaan kesulitan melanjutkan operasional maupun mengembangkan produk.

Selain itu, tidak sedikit startup menawarkan produk yang ternyata belum benar-benar dibutuhkan pasar sehingga sulit bersaing dengan perusahaan lain yang memiliki solusi lebih relevan.

Strategi Bakar Uang Tidak Selalu Efektif

Banyak startup juga menerapkan strategi bakar uang melalui berbagai promo besar, seperti gratis ongkos kirim, potongan harga, hingga kampanye pemasaran besar-besaran untuk menarik pelanggan.

Meski mampu meningkatkan jumlah pengguna dalam waktu singkat, strategi tersebut justru bisa menjadi beban apabila tidak disertai perencanaan bisnis yang matang. Pengeluaran yang terus membengkak tanpa diimbangi pemasukan membuat kondisi keuangan perusahaan semakin tertekan.

Akibatnya, sejumlah startup terpaksa mengurangi layanan bahkan menghentikan operasional karena tidak mampu mempertahankan arus kas.

Pengelolaan Keuangan dan Adaptasi Sangat Penting

Masalah lain yang kerap dialami startup adalah lemahnya pengelolaan keuangan. Setelah memperoleh investasi, sebagian perusahaan merasa memiliki dana yang cukup sehingga pengeluaran dilakukan untuk kebutuhan yang belum menjadi prioritas.

Kondisi tersebut diibaratkan seperti mobil yang memiliki banyak bahan bakar, tetapi mesin utamanya mengalami kerusakan. Sebanyak apa pun dana yang tersedia, perusahaan tetap sulit berkembang apabila fondasi manajemen keuangannya tidak sehat.

Selain itu, banyak startup gagal karena terlalu mempertahankan ide awal. Padahal perubahan kebutuhan konsumen menuntut perusahaan mampu beradaptasi dengan cepat. Tidak sedikit startup sukses yang justru pernah mengubah arah bisnis atau melakukan pivot sebelum menemukan model usaha yang tepat.

Baca Juga: Mengapa Nusron Wahid Dipilih Prabowo Jadi Menteri ATR/BPN? Ini Rekam Jejak dan Pengalamannya

Sistem Operasional Menjadi Penentu Keberhasilan

Praktisi bisnis yang hadir dalam video tersebut menilai sistem operasional menjadi salah satu faktor paling penting dalam menentukan keberhasilan startup. Ide yang menarik, dukungan investor, serta target pasar yang tepat tidak akan menghasilkan pertumbuhan apabila operasional perusahaan berjalan berantakan.

Karena itu, pemanfaatan teknologi dinilai menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi. Sistem Enterprise Resource Planning (ERP), misalnya, mampu mengintegrasikan penjualan, produksi, pengadaan barang, hingga laporan keuangan dalam satu platform sehingga proses bisnis menjadi lebih efektif.

Riset yang dikutip dalam video juga menyebut perusahaan yang memanfaatkan teknologi dalam operasional mampu meningkatkan produktivitas hingga 30 persen.

Pada akhirnya, membangun startup bukan hanya soal memiliki modal besar atau ide yang inovatif. Keberhasilan perusahaan sangat ditentukan oleh kemampuan mengelola keuangan, memahami kebutuhan pasar, membangun sistem operasional yang kuat, serta berani beradaptasi dengan perubahan. Dengan memahami penyebab startup gagal sejak awal, para pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk membangun bisnis yang bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#startup gagal #penyebab startup gagal #bisnis startup #investor startup #operasional bisnis