Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Dokter Tirta Bongkar Cara Jadi Financial Stable, Jangan Nekat Bisnis Sebelum Punya 3 Hal Ini

M. Helmi Nurhisam • Kamis, 9 Juli 2026 | 15:20 WIB
Dokter Tirta membagikan cara menjadi financial stable bagi fresh graduate. Jangan buru-buru bisnis sebelum memiliki tiga bekal penting ini. (Pinterest)
Dokter Tirta membagikan cara menjadi financial stable bagi fresh graduate. Jangan buru-buru bisnis sebelum memiliki tiga bekal penting ini. (Pinterest)

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Dokter Tirta membagikan pandangannya mengenai cara mencapai kondisi financial stable bagi anak muda, khususnya mahasiswa tingkat akhir dan fresh graduate yang masih bingung menentukan langkah setelah lulus kuliah. Menurutnya, tujuan utama bukan mengejar kesuksesan semata, melainkan membangun kondisi keuangan yang stabil melalui proses yang realistis.

Dalam sebuah kelas yang dibagikan melalui kanal YouTube, Dokter Tirta mengaku telah mengurangi seminar motivasi sejak 2022. Ia memilih fokus mengajarkan literasi keuangan dan pengambilan keputusan karier karena menganggap kesuksesan merupakan sesuatu yang bersifat subjektif.

Baca Juga: Dulu Sering Diremehkan, Regi Zamzam Kini Sukses Jadi Petani Hidroponik dengan Omzet hingga Rp20 Juta Sebulan

Financial Stable Lebih Penting daripada Mengejar Sukses

Menurut Dokter Tirta, banyak orang terjebak pada definisi sukses yang dibentuk oleh masyarakat. Padahal, sukses bisa berbeda bagi setiap individu, baik dari sisi finansial, kesehatan, keluarga, maupun kehidupan spiritual.

Karena itu, ia mengajak anak muda untuk lebih fokus mencapai kondisi financial stable dibanding mengejar validasi sebagai orang sukses. Ia juga mengingatkan bahwa membangun kondisi finansial yang sehat membutuhkan waktu panjang dan tidak cukup hanya mendengarkan seminar motivasi.

Jangan Asal Memutuskan Berbisnis

Dokter Tirta menilai banyak fresh graduate ingin langsung membuka usaha tanpa memahami alasan sebenarnya. Menurutnya, seseorang harus bertanya lebih dulu mengapa ingin menjadi pengusaha.

Ia menegaskan bahwa menjadi entrepreneur bukan sekadar status atau gelar yang dipajang di media sosial. Seorang pengusaha harus siap menghadapi ketidakpastian, mulai dari mencari pelanggan hingga memenuhi kewajiban membayar karyawan setiap bulan.

Karena itu, keputusan membangun bisnis harus didasarkan pada kesiapan, bukan sekadar mengikuti tren atau ingin terlihat sukses.

Tiga Hal yang Harus Dicek Sebelum Memulai Bisnis

Dokter Tirta menyebut ada tiga faktor utama yang wajib dievaluasi sebelum seseorang memutuskan berbisnis.

Pertama adalah kondisi tabungan atau kestabilan finansial saat ini. Kedua ialah privilege yang dimiliki, baik berupa jaringan, pendidikan keluarga, pengalaman, maupun dukungan finansial. Ketiga adalah rekam jejak akademik dan pengalaman kerja.

Menurutnya, seseorang yang memiliki tabungan cukup, privilege yang mendukung, serta pengalaman atau prestasi akademik yang baik memiliki peluang gagal lebih kecil ketika memulai usaha.

Sebaliknya, apabila salah satu faktor tersebut belum terpenuhi, ia menyarankan agar seseorang bekerja terlebih dahulu untuk memperoleh pengalaman sekaligus memperkuat kondisi keuangan.

Pengalaman Kerja Dinilai Sangat Berharga

Bagi fresh graduate yang belum memiliki bekal memadai, bekerja dinilai menjadi pilihan terbaik. Pengalaman bekerja akan membentuk mental, melatih kemampuan menghadapi tekanan, serta mengajarkan cara mengelola organisasi dan kepemimpinan.

Ia bahkan menyarankan agar seseorang tidak terburu-buru resign setelah memperoleh pekerjaan. Menurutnya, menjalankan dua profesi sekaligus, yakni tetap bekerja sambil merintis usaha, menjadi strategi yang lebih aman dibanding langsung meninggalkan pekerjaan tetap.

Baca Juga: Mengapa Nusron Wahid Dipilih Prabowo Jadi Menteri ATR/BPN? Ini Rekam Jejak dan Pengalamannya

Keberhasilan Bisnis Juga Dipengaruhi Faktor Keberuntungan

Selain kerja keras, Dokter Tirta juga mengingatkan adanya faktor keberuntungan atau luck yang sering diabaikan banyak orang. Menurutnya, waktu yang tepat, momentum pasar, hingga kesempatan yang datang secara tidak terduga ikut menentukan keberhasilan seseorang dalam membangun bisnis.

Karena itu, ia menilai narasi "berjuang dari nol" tidak selalu menggambarkan kondisi sebenarnya. Banyak pengusaha sukses tetap memiliki privilege tertentu yang membantu perjalanan mereka.

Di akhir pembahasannya, Dokter Tirta mengingatkan anak muda agar tidak terjebak standar kesuksesan yang dibuat masyarakat, seperti harus memiliki rumah atau tabungan besar pada usia tertentu. Ia juga menyarankan untuk hidup sesuai kemampuan, termasuk tidak memaksakan membeli aset baru apabila barang bekas masih mampu memenuhi kebutuhan.

Menurutnya, tujuan utama bukan berlomba terlihat sukses di mata orang lain, melainkan membangun kehidupan yang stabil secara finansial melalui proses, pengalaman, literasi keuangan, dan keputusan yang matang. Dengan cara tersebut, peluang untuk mencapai kehidupan yang lebih mapan akan terbuka tanpa harus terburu-buru mengikuti ekspektasi sosial.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#financial stable #memulai bisnis #fresh graduate #literasi keuangan #Dokter Tirta