BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Cara keluar dari kemiskinan bukan sekadar soal memiliki modal besar atau berinvestasi sejak dini. Menurut pengusaha dan kreator konten Theoderich Goh, perubahan kondisi ekonomi justru dimulai dari pola pikir, kebiasaan, dan lingkungan yang membentuk seseorang sejak kecil.
Dalam sebuah podcast, Theoderich membagikan perjalanan hidupnya yang tumbuh di keluarga sederhana hingga berhasil meraih kebebasan finansial. Ia menegaskan bahwa cara keluar dari kemiskinan bukanlah proses instan, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan perubahan pola hidup secara menyeluruh.
Ia mengaku pernah mengalami masa sulit ketika biaya sekolah belum mampu dibayar. Bahkan, saat ujian berlangsung, dirinya harus menunggu di ruang kepala sekolah hingga pembayaran sekolah diselesaikan. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan terkuat yang mendorongnya untuk mengubah nasib.
Baca Juga: 90 Persen Startup Gagal, Penyebab Sebenarnya Bikin Kaget, Ternyata Bukan Sekadar Kekurangan Modal
Mindset Menjadi Pondasi Mengubah Kehidupan
Theoderich menjelaskan bahwa kehidupan seseorang dibentuk oleh empat tahapan, yakni pola pikir (mindset), keputusan finansial, kebiasaan, dan karakter hidup.
Menurutnya, apa yang terus-menerus diterima seseorang sejak kecil akan membentuk cara berpikir dalam mengambil keputusan keuangan. Jika seseorang tumbuh di lingkungan yang terbiasa berutang atau hidup dari gali lubang tutup lubang, maka kebiasaan tersebut berpotensi terus terbawa hingga dewasa.
Karena itu, ia menilai mengubah pola pikir menjadi langkah pertama sebelum berbicara mengenai investasi atau membangun kekayaan.
Investasi Bukan Jalan Cepat Menuju Kaya
Dalam perbincangan tersebut, Theoderich menegaskan bahwa investasi bukanlah solusi utama bagi orang yang baru memulai perjalanan finansial.
Ia menilai banyak orang terlalu tergesa-gesa mengejar keuntungan besar melalui aset berisiko tinggi, padahal pondasi keuangannya belum kuat.
Menurutnya, seseorang perlu lebih dulu memiliki dana darurat, penghasilan yang stabil, serta kebiasaan mengelola uang dengan baik sebelum meningkatkan risiko investasi.
Ia bahkan mengingatkan bahwa orang yang berasal dari keluarga sederhana justru harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial karena tidak memiliki "jaring pengaman" ketika mengalami kerugian.
Lingkungan dan Komunitas Sangat Berpengaruh
Selain mindset, Theoderich menyebut lingkungan menjadi faktor yang sangat menentukan perkembangan seseorang.
Ia mengaku mulai mengalami perubahan cara berpikir setelah kuliah dan aktif mengikuti seminar, komunitas bisnis, hingga berbagai acara pengembangan diri.
Dari lingkungan tersebut, ia bertemu banyak orang dengan pengalaman dan wawasan yang berbeda. Hal itu membuka pikirannya mengenai peluang usaha, personal branding, hingga pentingnya membangun relasi.
Menurutnya, komunitas yang tepat dapat menjadi pintu masuk menuju kesempatan baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.
Baca Juga: 90 Persen Startup Gagal, Ternyata Bukan Modal yang Jadi Penyebab Utama, Ini Faktanya
Rahasia Mencapai Rp1 Miliar Pertama
Saat ditanya mengenai perjalanan menuju Rp1 miliar pertama, Theoderich menjelaskan bahwa fokus utama bukanlah investasi, melainkan meningkatkan kemampuan menghasilkan uang atau earning power.
Ia menyarankan agar seseorang terus meningkatkan keterampilan, membangun usaha sampingan, serta menjaga konsistensi menabung sebelum memikirkan instrumen investasi yang lebih kompleks.
Setelah memiliki aset yang cukup besar, barulah investasi mulai memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan kekayaan.
Ia juga mengingatkan bahwa proses menuju kondisi finansial yang lebih baik membutuhkan waktu dan konsistensi. Banyak orang gagal karena terlalu cepat mengejar gaya hidup, bukan membangun aset produktif.
Di akhir pembahasan, Theoderich menyimpulkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kerja keras, tetapi juga kesiapan diri ketika peluang datang.
Baginya, seseorang harus terus memperbaiki pola pikir, memperluas relasi, membangun kebiasaan finansial yang sehat, dan meningkatkan kemampuan diri. Dengan begitu, ketika kesempatan muncul, seseorang sudah siap memanfaatkannya untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik.
Editor : M. Helmi Nurhisam