BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Meraih Rp10 miliar pertama dinilai memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan saat mengumpulkan Rp100 juta atau Rp1 miliar. Pengusaha sekaligus kreator konten Theoderich Goh mengungkapkan bahwa pada fase ini, strategi membangun kekayaan tidak lagi hanya mengandalkan kerja keras, tetapi juga investasi dan jaringan yang tepat.
Dalam sebuah podcast, Theoderich menjelaskan bahwa banyak orang keliru menganggap investasi sebagai jalan tercepat untuk menjadi kaya. Menurutnya, investasi justru mulai memberikan dampak besar setelah seseorang berhasil membangun modal sekitar Rp1 miliar.
Ia menegaskan bahwa proses menuju Rp10 miliar pertama harus diawali dengan meningkatkan kemampuan menghasilkan uang atau earning power, kemudian diikuti pengelolaan aset dan pemanfaatan peluang yang lebih besar.
Baca Juga: 90 Persen Startup Gagal, Penyebab Sebenarnya Bikin Kaget, Ternyata Bukan Sekadar Kekurangan Modal
Earning Power Tetap Menjadi Mesin Utama
Theoderich mengatakan, seseorang tidak bisa mengandalkan investasi ketika modal yang dimiliki masih terbatas. Pada tahap awal, fokus utama seharusnya adalah meningkatkan penghasilan melalui pekerjaan, bisnis, atau usaha sampingan.
Menurutnya, kemampuan menghasilkan uang secara konsisten menjadi fondasi yang jauh lebih penting dibandingkan mengejar keuntungan instan dari instrumen berisiko tinggi.
Ia menilai banyak orang gagal karena ingin cepat kaya melalui investasi tanpa memiliki sumber pendapatan yang kuat.
Investasi Mulai Berperan Setelah Punya Modal Besar
Setelah memiliki aset sekitar Rp1 miliar, Theoderich menilai investasi mulai memainkan peran penting dalam mempercepat pertumbuhan kekayaan.
Ia mencontohkan, apabila dana Rp1 miliar ditempatkan pada instrumen investasi dengan imbal hasil rata-rata sekitar 8 persen per tahun, maka potensi pendapatan pasif yang dihasilkan sudah cukup signifikan.
Pendapatan tersebut, menurutnya, dapat menjadi tambahan arus kas yang terus berkembang apabila dikelola secara konsisten.
Meski demikian, ia tetap menyarankan agar investasi dilakukan secara bertahap dengan diversifikasi portofolio agar risiko dapat dikendalikan.
Bangun Jaringan untuk Membuka Peluang Baru
Selain investasi, Theoderich menilai jaringan atau networking menjadi faktor yang sangat menentukan dalam perjalanan menuju Rp10 miliar.
Ia mengaku banyak peluang bisnis datang dari komunitas, seminar, hingga relasi yang dibangun selama bertahun-tahun.
Menurutnya, setiap orang memiliki "kolam" peluang yang berbeda tergantung dengan siapa mereka bergaul. Karena itu, memperluas lingkungan pertemanan dinilai dapat membuka kesempatan memperoleh proyek, kerja sama bisnis, maupun investasi yang lebih menguntungkan.
Ia juga menyarankan agar seseorang aktif mengikuti komunitas yang sesuai dengan minat dan bidang yang ingin ditekuni.
Baca Juga: 90 Persen Startup Gagal, Ternyata Bukan Modal yang Jadi Penyebab Utama, Ini Faktanya
Jangan Terjebak Gaya Hidup
Theoderich mengingatkan bahwa salah satu kesalahan terbesar setelah memiliki penghasilan tinggi adalah terlalu cepat meningkatkan gaya hidup.
Ia mengaku pernah mengalami fase tersebut ketika memperoleh penghasilan besar untuk pertama kalinya. Saat itu, ia lebih tertarik membeli mobil dibandingkan membangun aset produktif.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bahwa menjaga kebiasaan finansial tetap sederhana jauh lebih bermanfaat daripada mengejar validasi melalui barang mewah.
Kekayaan Dibangun Melalui Proses Panjang
Di akhir pembahasan, Theoderich menegaskan bahwa tidak ada jalan pintas untuk mencapai kekayaan yang berkelanjutan.
Menurutnya, perjalanan dari nol hingga Rp10 miliar membutuhkan kombinasi antara kemampuan menghasilkan uang, kebiasaan mengelola keuangan, investasi yang tepat, serta jaringan yang terus berkembang.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Karena itu, fokus utama bukan membandingkan diri dengan orang lain, melainkan terus meningkatkan kualitas diri agar siap ketika peluang besar datang.
Editor : M. Helmi Nurhisam