Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

UMKM Sulit Naik Kelas? Pendiri Kebab Turki Baba Rafi Bongkar 7 Kesalahan Leadership yang Sering Dilakukan Pebisnis

M. Helmi Nurhisam • Kamis, 9 Juli 2026 | 15:35 WIB
Pendiri Kebab Turki Baba Rafi membagikan rahasia leadership, strategi ekspansi, hingga pentingnya personal branding agar UMKM mampu berkembang dan naik kelas. (Pinterest)
Pendiri Kebab Turki Baba Rafi membagikan rahasia leadership, strategi ekspansi, hingga pentingnya personal branding agar UMKM mampu berkembang dan naik kelas. (Pinterest)

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Membangun bisnis hingga berkembang menjadi ratusan bahkan ribuan outlet bukan hanya soal produk yang laku di pasaran. Di balik pertumbuhan sebuah usaha, kemampuan seorang pemilik dalam memimpin tim menjadi faktor yang sangat menentukan.

Pandangan tersebut disampaikan oleh pendiri Kebab Turki Baba Rafi, Nilam Sari, yang membagikan pengalaman lebih dari dua dekade membangun bisnis dari gerobak kaki lima hingga memiliki jaringan internasional.

Menurut Nilam, tantangan terbesar pelaku UMKM bukan hanya modal atau pemasaran, melainkan kemampuan pemilik usaha dalam mengembangkan diri sebagai seorang pemimpin. Banyak pelaku usaha yang masih terjebak mengerjakan seluruh pekerjaan sendiri sehingga bisnis sulit berkembang.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahap awal membangun usaha, hampir semua pekerjaan dilakukan sendiri. Namun seiring bertambahnya outlet, pekerjaan yang bersifat berulang harus mulai didelegasikan kepada tim agar pemilik bisnis memiliki waktu menyusun strategi pertumbuhan.

Baca Juga: Cara Keluar dari Kemiskinan Ala Theoderich Goh, Bongkar Rahasia Raih Rp1 Miliar Pertama yang Jarang Disadari

"Kalau owner terus sibuk mengerjakan pekerjaan operasional setiap hari, kapan memikirkan pengembangan bisnis?" ujarnya.

Nilam menjelaskan, proses membangun tim harus dilakukan secara bertahap. Mulai dari merekrut karyawan operasional, supervisor, hingga manajer sesuai kebutuhan perusahaan. Dengan demikian, pemilik usaha dapat fokus pada pengembangan bisnis, inovasi produk, dan ekspansi pasar.

Ia juga menyoroti kesalahan umum pelaku UMKM yang enggan merekrut orang karena takut biaya operasional meningkat. Padahal, menurutnya, penambahan sumber daya manusia yang tepat justru menjadi investasi agar bisnis dapat bertumbuh lebih cepat.

Selain itu, Nilam menilai banyak pemilik usaha mengalami mental block. Mereka merasa nyaman dengan kondisi bisnis saat ini sehingga enggan mengambil langkah ekspansi. Padahal peluang untuk berkembang masih sangat besar.

Kesalahan lain yang sering ditemui adalah tidak mau terus belajar. Menurutnya, dunia bisnis selalu berubah sehingga pemilik usaha harus terbuka terhadap ilmu baru, mentor, maupun masukan dari orang lain.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun sistem bisnis, bukan sekadar mengandalkan kemampuan owner. Bisnis yang seluruh aktivitasnya bergantung kepada pemilik akan sulit berkembang ketika jumlah pelanggan maupun outlet terus bertambah.

Dalam pengalamannya membangun jaringan franchise, Nilam menyebut keberhasilan sebuah bisnis juga ditentukan oleh kemampuan owner menjual visi perusahaan kepada calon karyawan. Ketika perusahaan memiliki tujuan yang jelas, talenta terbaik akan lebih tertarik untuk bergabung.

Tak kalah penting, personal branding juga menjadi modal besar bagi seorang entrepreneur. Menurut Nilam, personal branding bukan berarti memamerkan gaya hidup mewah, melainkan membangun reputasi melalui karya, pengalaman, dan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat.

Dengan reputasi yang baik, daya tawar seorang pelaku usaha akan meningkat. Investor, mitra bisnis, maupun calon klien akan lebih mudah memberikan kepercayaan karena sudah mengenal rekam jejak pemilik bisnis tersebut.

Nilam juga mendorong pelaku UMKM untuk aktif bergabung dalam komunitas entrepreneur. Melalui komunitas, pemilik usaha dapat bertukar pengalaman, mendapatkan mentor, hingga memperluas jaringan bisnis yang dapat mempercepat pertumbuhan usaha.

Menutup perbincangan, ia berharap semakin banyak UMKM Indonesia yang mampu berekspansi hingga pasar internasional. Menurutnya, kebangkitan brand lokal saat ini menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk naik kelas dan membawa produk Indonesia bersaing di tingkat global.

"Kalau bukan kita yang membangun brand Indonesia hingga mendunia, siapa lagi?" pungkasnya.

Baca Juga: Dokter Tirta Bongkar Cara Jadi Financial Stable, Jangan Nekat Bisnis Sebelum Punya 3 Hal Ini

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Kebab Turki Baba Rafi #Nilam Sari #Leadership Bisnis #personal branding #UMKM