BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Budidaya ikan gurame Tulungagung menjadi salah satu usaha perikanan air tawar yang terus berkembang. Dengan masa pemeliharaan sekitar satu tahun, pembudidaya mampu menghasilkan gurame ukuran konsumsi berbobot 4 ons hingga 1 kilogram yang dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk Jakarta dan Jawa Barat.
Budidaya ikan gurame Tulungagung dilakukan menggunakan kolam berukuran sekitar 8 x 15 meter. Dalam satu kolam, petani menebar sekitar 3.000 ekor bibit gurame ukuran silet dengan harga sekitar Rp1.000 per ekor.
Petani menjelaskan, seluruh ikan dipelihara hingga satu tahun tanpa proses penyortiran. Setelah mencapai ukuran konsumsi, gurame langsung dipanen sesuai kebutuhan pasar.
Sistem Budidaya Sederhana dengan Padat Tebar Ribuan Ekor
Dalam penjelasannya, pemilik kolam mengatakan satu kolam mampu menampung sekitar 3.000 bibit gurame ukuran silet. Seluruh benih dipelihara hingga berumur sekitar satu tahun.
Selama masa pemeliharaan, target ukuran panen berada pada kisaran 5 ons, 6 ons, 7 ons hingga sekitar 8 ons. Sebagian ikan bahkan dapat mencapai bobot sekitar 1 kilogram.
Hasil panen juga dipengaruhi konsumsi pakan selama pemeliharaan. Menurut petani, apabila total penggunaan pakan mencapai sekitar 25 karung, produksi panen dapat mencapai sekitar 5 kuintal.
Pakan Protein 28 Persen Diberikan Dua Kali Sehari
Petani menggunakan pakan dengan kadar protein 28 persen sejak ikan masih berukuran kecil. Pakan pertama yang digunakan adalah pelet ukuran 1 milimeter.
Pemberian pakan dilakukan secara perlahan karena karakter ikan gurame berbeda dengan ikan air tawar lainnya. Jadwal pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore.
Selain itu, bagian atas kolam juga dipasang pagar pembatas. Fungsinya untuk mencegah ikan melompat keluar kolam saat terkejut oleh suara atau gangguan dari luar.
Konstruksi Kolam Mengandalkan Air Sumur
Kolam budidaya yang digunakan dibangun di atas permukaan tanah, bukan dengan cara menggali lahan. Air berasal dari sumur yang berada di sekitar lokasi budidaya.
Setiap kolam memiliki saluran pembuangan, meski proses pengurasan dilakukan menggunakan pompa. Menurut pemilik kolam, sistem tersebut disesuaikan dengan posisi dasar kolam yang berbeda-beda.
Pada salah satu bagian juga terdapat alat penyaring ikan yang digunakan saat proses pemindahan atau penanganan ikan.
Cuaca Menjadi Kendala Terbesar
Selama menjalankan usaha budidaya gurame, petani mengaku cuaca menjadi tantangan utama.
Perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba dinilai dapat menurunkan daya tahan ikan sehingga meningkatkan risiko kematian.
Karena itu, pengelolaan air menjadi salah satu perhatian penting. Petani mengaku biasanya mengalirkan air ke kolam pada malam hari, sekitar pukul 00.00, kemudian menghentikannya pada pagi hari.
Bibit Didatangkan dari Beberapa Daerah
Untuk memenuhi kebutuhan produksi, bibit gurame tidak hanya berasal dari satu wilayah.
Menurut petani, bibit diperoleh dari Purwokerto, Lampung, hingga Blitar. Meski demikian, pasokan dari Purwokerto masih tetap tersedia.
Keberadaan beberapa sumber bibit tersebut membantu pembudidaya memenuhi kebutuhan penebaran ikan setiap musim produksi.
Tulungagung Disebut Sentra Budidaya Gurame
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa budidaya gurame telah menjadi salah satu komoditas unggulan perikanan air tawar di Tulungagung.
Sebaran pembudidaya disebut hampir merata di berbagai kecamatan. Namun, kawasan Sumbergempol disebut sebagai salah satu daerah dengan aktivitas budidaya gurame yang cukup banyak.
Hasil panen tidak hanya dipasarkan di wilayah sekitar, tetapi juga dikirim ke Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, serta daerah lainnya.
Harga jual gurame di tingkat petani berada di kisaran Rp30 ribuan per kilogram. Dengan permintaan pasar yang terus ada, budidaya gurame masih menjadi salah satu usaha perikanan air tawar yang menarik untuk dikembangkan.
Mulai dari penggunaan bibit silet, pemberian pakan protein 28 persen, hingga masa pemeliharaan selama satu tahun, sistem budidaya yang diterapkan petani di Tulungagung menunjukkan pola yang sederhana namun mampu menghasilkan ikan gurame ukuran konsumsi untuk memenuhi kebutuhan pasar antardaerah.
Editor : M. Helmi Nurhisam