BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Tanaman hias daun masih menjadi pilihan favorit bagi masyarakat yang ingin mempercantik rumah. Selain memiliki tampilan menarik, sebagian besar tanaman ini dikenal lebih mudah dirawat dibandingkan tanaman hias berbunga sehingga cocok ditempatkan di teras, taman, hingga dalam ruangan.
Beragam jenis tanaman hias daun juga memiliki fungsi tambahan, mulai dari memperindah interior hingga membantu menyerap polusi udara. Berikut 10 rekomendasi tanaman hias daun populer yang banyak diminati.
Aglaonema Masih Jadi Primadona
Aglaonema menjadi salah satu tanaman hias daun yang paling dikenal para pecinta tanaman.
Tanaman ini memiliki banyak varietas dengan perpaduan warna dan corak daun yang beragam. Karena berasal dari lingkungan hutan subtropis, aglaonema lebih cocok ditempatkan di area yang hanya memperoleh sinar matahari pagi.
Jika dijadikan tanaman indoor, aglaonema tetap perlu dijemur secara berkala agar kebutuhan cahaya tetap terpenuhi.
Kalatea Memiliki Daun yang Unik
Kalatea juga menjadi tanaman hias favorit berkat bentuk daun yang lebar dengan corak mencolok.
Tanaman tropis ini membutuhkan lingkungan yang hangat dan lembap. Paparan sinar matahari langsung dapat membuat daunnya menggulung sehingga memengaruhi kualitas tanaman.
Keunikan kalatea terletak pada daunnya yang dapat mengatup pada malam hari dan kembali terbuka saat pagi. Dalam ilmu biologi, fenomena tersebut dikenal sebagai niktinasti.
Sirih Gading Cocok untuk Indoor
Sirih gading atau pothos termasuk tanaman merambat yang populer sebagai penghias ruangan.
Selain tampil menarik, tanaman ini disebut mampu membantu menyerap polusi udara di dalam rumah.
Perawatannya pun tergolong mudah karena dapat tumbuh menggunakan media tanah maupun air.
Philodendron Mudah Beradaptasi
Philodendron memiliki banyak jenis dengan bentuk, ukuran, dan warna daun yang berbeda.
Tanaman ini kerap dimanfaatkan sebagai dekorasi ruangan, tanaman lanskap, maupun vertical garden.
Keunggulan lainnya adalah kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan sehingga mudah dipelihara.
Spider Plant Tangguh dan Praktis
Spider plant atau lili paris dikenal sebagai tanaman yang mudah tumbuh dan tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering.
Selain tampil menarik, tanaman ini juga dikenal sebagai salah satu penyerap racun di dalam ruangan sehingga banyak dipilih sebagai tanaman indoor.
Monstera Tetap Digemari
Monstera menjadi salah satu ikon tanaman hias modern berkat bentuk daunnya yang besar dan berlubang.
Daun hijau mengilap dengan pola khas membuat monstera banyak digunakan sebagai dekorasi rumah bergaya minimalis maupun Skandinavia.
Lidah Mertua Andalan Penyaring Udara
Lidah mertua atau sansevieria dikenal sebagai tanaman dengan daya tahan tinggi.
Sebagai tanaman sukulen, lidah mertua tidak membutuhkan perawatan rumit dan disebut mampu membantu menyerap karbon dioksida, formaldehida, hingga xilena di udara.
Tanaman ini tersedia dalam berbagai ukuran dan variasi warna.
Kuping Gajah Masih Populer
Kuping gajah tetap menjadi salah satu tanaman hias daun yang banyak diminati.
Ciri khasnya berupa daun besar menyerupai kuping gajah dengan batang yang tebal dan kuat.
Bentuk unik tersebut membuat tanaman ini masih menjadi pilihan untuk mempercantik rumah.
Palem Kuning Mudah Ditanam
Palem kuning dapat ditanam di pot maupun langsung di halaman rumah.
Selain berfungsi sebagai tanaman hias, tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai peneduh karena mampu tumbuh hingga sekitar tiga meter.
Peace Lily Percantik Ruangan
Peace lily atau lili perdamaian menjadi penutup daftar tanaman hias daun yang populer.
Tanaman ini dikenal memiliki bunga berwarna putih dan disebut mampu membantu mengurangi zat kimia berbahaya di udara.
Dalam perawatannya, peace lily membutuhkan pencahayaan sedang dan sebaiknya tidak terkena sinar matahari langsung.
Dengan karakter yang beragam, kesepuluh tanaman hias daun tersebut dapat menjadi pilihan untuk mempercantik rumah sekaligus menghadirkan suasana yang lebih segar. Pemilihan tanaman dapat disesuaikan dengan kondisi ruangan dan kemampuan perawatan masing-masing.
Editor : M. Helmi Nurhisam