BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Bisnis bonsai menjadi jalan yang dipilih Ria Fikri setelah sebelumnya menekuni usaha tanaman hias. Berawal dari hobi, pria asal Jakarta itu kini mengembangkan Ale Garden sebagai usaha pembibitan sekaligus pembuatan bonsai dengan penjualan yang telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sebuah wawancara, Ria mengungkapkan bahwa awalnya dirinya hanya menjual tanaman hias. Namun, ia merasa perkembangan usaha tersebut memiliki keterbatasan sehingga memutuskan beralih ke dunia bonsai yang dinilai menawarkan tantangan lebih besar dari sisi seni maupun keterampilan.
Pada awalnya, Ria mengaku tidak memahami teknik membentuk bonsai. Hingga akhirnya ia bertemu seorang teman yang kemudian menjadi guru dan membimbingnya mempelajari seni bonsai.
"Saya kursus bonsai dan mulai sekitar satu tahun lalu sampai sekarang," ujarnya.
Hobi Berubah Menjadi Peluang Usaha
Menurut Ria, alasan utama menekuni bonsai bukan semata-mata mengejar keuntungan.
Baginya, bonsai merupakan hobi yang kemudian berkembang menjadi peluang usaha karena permintaan terus meningkat.
Seiring berjalannya waktu, pesanan mulai berdatangan. Bahkan, saat mengikuti berbagai bazar, bonsai yang dipamerkan mendapat respons positif, terutama dari masyarakat Jakarta.
Ia menilai ketertarikan masyarakat terhadap bonsai terus tumbuh, terutama karena tanaman tersebut memiliki nilai seni yang tidak dimiliki tanaman hias biasa.
Nama Ale Garden Berasal dari Sang Anak
Ria menceritakan, nama Ale Garden diambil dari nama anaknya.
Awalnya ia masih mencari nama yang tepat untuk usahanya. Namun, seorang temannya menyarankan menggunakan nama tersebut hingga akhirnya dipakai sebagai identitas bisnis.
Sebelum fokus pada bonsai, Ria bekerja sama dengan petani lokal di Jakarta untuk menjual tanaman hias.
Ia kemudian memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram, sebagai sarana penjualan secara daring.
Bonsai Dinilai Memiliki Nilai Seni
Berbeda dengan tanaman hias biasa, menurut Ria, bonsai membutuhkan kemampuan khusus.
Proses pembuatannya dimulai dari tahap awal dan memerlukan keterampilan, pengalaman, serta kreativitas.
Karena itu, ia menganggap dunia bonsai sebagai proses belajar yang tidak pernah berhenti, terutama bagi dirinya yang masih tergolong sebagai pebonsai baru.
Target Pasar Seluruh Indonesia
Ria mengatakan target konsumennya adalah seluruh pencinta bonsai di Indonesia. Bahkan, ia berharap suatu saat produknya dapat dipasarkan hingga ke luar negeri.
Saat ini, jenis bonsai yang paling diminati pelanggan adalah tembesu mini atau portulacaria afra yang juga dikenal dengan sebutan jetland.
Menurutnya, tanaman tersebut semakin menarik ketika dipadukan dengan pot keramik berwarna cerah seperti merah muda atau kuning yang banyak disukai pembeli di Jakarta.
Harga Bonsai hingga Puluhan Juta Rupiah
Ale Garden menawarkan berbagai pilihan bonsai dengan rentang harga yang cukup beragam.
Produk dijual mulai sekitar Rp300 ribuan hingga mencapai belasan bahkan puluhan juta rupiah, tergantung ukuran, bentuk, dan tingkat kesulitannya.
Selain bonsai, Ale Garden juga menjual berbagai jenis pot yang dapat dipilih sesuai keinginan pelanggan.
Ria juga menyediakan layanan pembuatan bonsai secara khusus. Pembeli dapat menentukan sendiri jenis pohon maupun pot yang ingin digunakan.
Tantangan Terbesar Ada pada Proses Pengiriman
Salah satu kendala terbesar yang pernah dihadapi adalah proses pengemasan saat mengirim bonsai ke luar Jakarta.
Pada awal merintis usaha, ia kesulitan menemukan teknik pengemasan yang mampu menjaga kondisi tanaman tetap sehat selama proses pengiriman melalui jasa ekspedisi.
Namun, seiring bertambahnya pengalaman, kemampuan dalam melakukan packing, merawat tanaman, hingga membentuk bonsai terus mengalami peningkatan.
Omzet Pernah Tembus Rp40 Juta
Meski mengaku tidak pernah menghitung omzet secara rutin setiap bulan, Ria menyebut pernah memperoleh pendapatan sekitar Rp30 juta hingga Rp40 juta dalam satu bulan.
Ia menilai pencapaian tersebut tidak bisa dijadikan patokan karena bonsai merupakan produk hobi, bukan kebutuhan utama masyarakat.
Meski demikian, Ria tetap optimistis mengembangkan usahanya secara bertahap dengan target memperluas penjualan ke seluruh Indonesia.
Ia mengaku lebih memilih fokus mengembangkan kualitas karya dibandingkan memperhatikan strategi para pesaing.
Ajak Masyarakat Berani Memulai
Menutup wawancara, Ria mengajak masyarakat yang memiliki minat terhadap bonsai untuk segera mencoba.
Menurutnya, usaha dapat dimulai jika sudah memiliki modal dasar seperti pot, kawat, gunting, dan bibit tanaman.
Saat ini, penjualan Ale Garden masih dilakukan melalui Instagram. Ke depan, Ria berencana memperluas pemasaran ke berbagai marketplace seperti Tokopedia dan Shopee agar jangkauan pasar semakin luas.
Editor : M. Helmi Nurhisam