BLITAR KAWENTAR – Berangkat dari keterbatasan ekonomi keluarga, usaha Biru Tsabita berhasil berkembang menjadi produsen tas dan dompet wanita yang mampu menjangkau pasar nasional hingga mancanegara.
Melalui pendampingan Rumah BUMN BRI, usaha yang dirintis sejak 2019 tersebut kini semakin berkembang dan telah menyerap puluhan tenaga kerja.
Perjalanan Biru Tsabita menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk membangun usaha yang berkelanjutan.
Baca Juga: Dispendukcapil Blokir 2.273 NIK Warga, Ini Alasannya dan Cara Mengaktifkannya Kembali
Berawal dari kebutuhan menambah penghasilan keluarga, Mutoharoh selaku pemilik memanfaatkan peluang berjualan secara daring hingga akhirnya mampu membangun merek tas dan dompet wanita yang dikenal di berbagai daerah di Indonesia.
Seiring meningkatnya permintaan pasar, usaha tersebut terus memperluas jangkauan penjualan melalui marketplace dan jaringan kemitraan.
Bahkan, produk Biru Tsabita pernah menembus pasar Malaysia. Capaian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan UMKM asal Pemalang tersebut.
Baca Juga: Tak Ada Perpeloncoan saat MPLS Blitar, Cabdin Jatim Terjunkan Pengawas ke Seluruh SMA dan SMK
Mutoharoh mengungkapkan bahwa ide membangun usaha lahir dari kondisi ekonomi keluarga yang saat itu sedang tidak baik.
Penghasilan utama dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari karena masih terbebani utang yang cukup besar.
Ia kemudian mencoba menjalankan usaha sampingan melalui penjualan online. Aktivitas tersebut dilakukan di sela-sela rutinitas pekerjaan dengan harapan dapat menambah pemasukan keluarga.
Di luar dugaan, usaha yang awalnya hanya menjadi pekerjaan sampingan justru terus berkembang hingga menjadi bisnis yang ditekuni secara serius.
Kini Biru Tsabita menghadirkan berbagai pilihan tas dan dompet wanita dengan desain yang mengutamakan fungsi sekaligus mengikuti tren pasar.
Salah satu produk yang paling diminati konsumen adalah dompet wanita yang dipasarkan melalui berbagai platform digital.
Selain menyediakan produk siap jual, Biru Tsabita juga menerima pesanan tas maupun dompet custom sesuai kebutuhan pelanggan.
Strategi tersebut membuat usaha ini mampu menjangkau lebih banyak segmen pasar, baik pembelian satuan maupun kebutuhan komunitas dan pelaku usaha lainnya.
Perkembangan usaha semakin pesat setelah Mutoharoh mengikuti berbagai program pendampingan yang diselenggarakan Rumah BUMN BRI.
Baca Juga: Harga Bonsai Bugenvil Singapore Capai Rp17 Juta, Ternyata Butuh 6 Tahun untuk Membentuknya
Melalui program tersebut, ia memperoleh pelatihan, wawasan bisnis, hingga kesempatan memperluas jaringan relasi yang mendukung pertumbuhan usahanya.
Menurut Mutoharoh, salah satu program yang memberikan dampak paling besar adalah BRIncubator BRI 2025.
Program tersebut membantu meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha sehingga bisnis yang dijalankan menjadi lebih siap untuk berkembang dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Baca Juga: Gagal Salip Truk Gandeng di Selorejo, Grand Max Ringsek Hantam Pagar Rumah Warga
Berkat pertumbuhan usaha yang konsisten, Biru Tsabita kini telah melibatkan 33 tenaga kerja.
Kehadiran usaha ini tidak hanya meningkatkan perekonomian keluarga pemilik, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Dalam operasional sehari-hari, Mutoharoh juga memanfaatkan layanan digital BRImo dan QRIS BRI untuk mempermudah transaksi dengan pelanggan.
Ke depan, ia menargetkan perluasan pasar melalui penguatan penjualan di marketplace dan pengembangan jaringan kemitraan agar produknya semakin dikenal luas.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan kisah Biru Tsabita menunjukkan bahwa sebuah usaha yang lahir dari keterbatasan dapat berkembang apabila dijalankan dengan kesungguhan serta kemauan untuk terus belajar.
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan melalui Rumah BUMN menjadi salah satu bentuk komitmen BRI dalam mendorong UMKM naik kelas.
Ia menambahkan, BRI ingin semakin banyak pelaku UMKM memiliki ruang untuk belajar, memperluas akses pasar, sekaligus memperkuat daya saing sehingga mampu berkembang secara berkelanjutan.
Kisah Biru Tsabita menjadi contoh nyata bahwa dukungan pembinaan yang tepat dapat melahirkan usaha yang tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari