Budidaya Ikan Lele di Galon Bekas Le Minerale, Cukup 5 Ekor per Galon dan Panen 2,5-3 Bulan

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 19:20 WIB
Budidaya ikan lele di galon bekas Le Minerale mudah diterapkan di rumah. Simak cara membuat media, memberi pakan, hingga panen 2,5-3 bulan.(pinterest)
Budidaya ikan lele di galon bekas Le Minerale mudah diterapkan di rumah. Simak cara membuat media, memberi pakan, hingga panen 2,5-3 bulan.(pinterest)

JAKARTA - Budidaya ikan lele di galon bekas Le Minerale menjadi salah satu alternatif budidaya skala rumahan yang hemat tempat dan biaya. Melalui kanal YouTube Sobat Calon Guru Official, seorang pembudidaya membagikan pengalaman memanfaatkan galon bekas sebagai kolam mini untuk memelihara ikan lele, mulai dari proses pembuatan media, pemberian pakan, perawatan air hingga teknik penggantian air.

Dalam penjelasannya, narasumber mengatakan galon bekas air mineral dimanfaatkan agar tidak menjadi limbah yang mencemari lingkungan. Selain memiliki nilai guna kembali, wadah tersebut juga dinilai cukup efektif digunakan sebagai media budidaya lele dalam jumlah kecil.

Ia menjelaskan bahwa metode tersebut cocok diterapkan di rumah karena tidak membutuhkan lahan luas maupun biaya pembuatan kolam permanen.

Galon Bekas Dimanfaatkan Menjadi Kolam Mini

Narasumber menggunakan galon bekas Le Minerale yang sudah tidak terpakai sebagai media pemeliharaan ikan lele.

Baca Juga: Review Samsung A56: HP Midrange Paling Dinanti dengan Exynos 1580 dan One UI 7, tapi Slot Micro SD Resmi Hilang!

Menurutnya, setelah air mineral habis digunakan, galon menjadi milik konsumen sehingga dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai keperluan, termasuk budidaya ikan.

Daripada dibiarkan menumpuk atau menjadi sampah plastik, galon tersebut diubah menjadi kolam mini yang praktis untuk skala rumahan.

Tutup Galon Tidak Dilepas

Pada tahap pembuatan, bagian tutup galon tetap dipasang seperti semula.

Baca Juga: Review Samsung A56 vs Galaxy A36: Duel Sengit HP Midrange Rp1 Juta, Pilih Performa Exynos 1580 atau Hemat Budget?

Meski tutup dapat dilepas, narasumber memilih memasangnya kembali agar ikan lebih aman.

Ia kemudian membuat satu hingga dua lubang ventilasi pada bagian atas galon menggunakan cutter atau pisau.

Menurutnya, hasil yang lebih rapi dapat diperoleh apabila menggunakan bor listrik atau solder.

Lubang ventilasi dibuat untuk menjaga sirkulasi udara di dalam galon sehingga kebutuhan oksigen ikan tetap terpenuhi.

Namun, potongan plastik hasil sayatan tidak dilepas seluruhnya.

Cara tersebut dilakukan agar udara tetap dapat keluar masuk, tetapi ikan tidak mudah meloncat keluar dan terlindungi dari gangguan kucing maupun burung.

Selain itu, lubang tersebut juga memudahkan pemberian pakan tanpa harus membuka seluruh bagian galon.

Bagian Bawah Galon Tidak Diberi Saluran Pembuangan

Berbeda dengan kolam budidaya pada umumnya, galon tidak dilengkapi keran atau saluran pembuangan air.

Narasumber menjelaskan bahwa proses pengurasan cukup dilakukan dengan memiringkan atau menumpahkan isi air dari galon ketika jadwal penggantian air tiba.

Cara tersebut dianggap lebih sederhana dan mengurangi biaya pembuatan media budidaya.

Satu Galon Hanya Diisi Lima Ekor Lele

Setiap galon diisi lima ekor bibit lele berukuran sekitar 3 hingga 4 sentimeter.

Jumlah tersebut dipilih agar ruang gerak ikan tetap cukup selama masa pemeliharaan.

Menurut narasumber, kepadatan tebar yang terlalu tinggi dapat menyebabkan air lebih cepat kotor.

Selain itu, lele memiliki sifat kanibal sehingga risiko saling memangsa meningkat apabila ruang geraknya terlalu sempit.

Karena itu, ia membatasi jumlah ikan dalam setiap galon.

Pemberian Pakan Dilakukan Satu Kali Sehari

Pakan diberikan satu kali setiap hari, yakni pada sore hari sekitar pukul 16.00 hingga 17.00.

Narasumber menggunakan pakan berukuran PF-1 selama fase pertumbuhan awal hingga ukuran ikan sekitar 7 sentimeter.

Ia menilai ukuran pelet tersebut lebih mudah dimakan ikan karena bentuknya kecil.

Dalam setiap galon berisi lima ekor lele, jumlah pakan yang diberikan hanya sekitar setengah sendok makan atau sekitar 25 hingga 30 butir pelet.

Pakan diberikan secukupnya hingga ikan terlihat kenyang.

Menurutnya, pemberian pakan secara berlebihan justru dapat menimbulkan masalah.

Sisa pelet yang tidak dimakan akan mengendap di dasar galon dan berubah menjadi amonia yang berpotensi membahayakan ikan.

Karena itu, ia memilih memberi pakan secukupnya tetapi memastikan seluruh ikan telah makan dengan baik.

Air Diganti Setiap Satu Minggu Sekali

Perawatan utama dalam budidaya ini adalah menjaga kualitas air.

Air di dalam galon diganti secara rutin setiap satu minggu sekali.

Menurut narasumber, jadwal tersebut cukup untuk menjaga air tetap bersih dan mendukung pertumbuhan ikan.

Ia juga menyebut bahwa masa pemeliharaan lele di galon tidak berbeda jauh dengan budidaya di kolam biasa.

Lele umumnya dapat dipanen setelah berumur sekitar 2,5 hingga 3 bulan.

Target yang diharapkan adalah dua galon menghasilkan sekitar satu kilogram lele atau sekitar 10 ekor.

Cara Menguras Air Tanpa Keran

Proses penggantian air dilakukan dengan mengangkat galon secara perlahan.

Air kemudian ditumpahkan sambil tangan menahan bagian ventilasi agar ikan tidak ikut keluar.

Saat air dibuang, sisa pakan, lumut, dan kotoran yang mengendap ikut keluar dari galon.

Menurut narasumber, air bekas budidaya tersebut masih dapat dimanfaatkan sebagai penyubur tanaman.

Air limbah digunakan untuk menyiram bunga maupun tanaman sayuran karena dinilai mengandung unsur hara dari sisa kotoran ikan.

Setelah proses pengurasan selesai, galon segera diisi kembali menggunakan air bersih.

Pengisian dilakukan sesegera mungkin agar ikan tidak terlalu lama berada dalam volume air yang sedikit.

Hindari Paparan Matahari Langsung

Narasumber juga mengingatkan agar galon tidak ditempatkan di lokasi yang terkena sinar matahari langsung sepanjang hari.

Paparan matahari yang berlebihan dapat mempercepat pertumbuhan lumut di dalam galon.

Kondisi tersebut dinilai kurang baik bagi media pemeliharaan sehingga lokasi yang teduh lebih disarankan.

Tingkat Kematian Disebut Sangat Rendah

Selama menerapkan metode tersebut, narasumber mengaku tidak mengalami kematian ikan.

Menurutnya, keberhasilan itu didukung oleh tiga faktor utama.

Pertama, adanya ventilasi pada bagian atas galon sehingga sirkulasi udara tetap berjalan.

Kedua, air diganti secara rutin setiap satu minggu sekali.

Ketiga, pemberian pakan dilakukan secara terukur sehingga tidak menimbulkan penumpukan sisa makanan di dasar galon.

Ia juga menambahkan bahwa lele yang telah kenyang cenderung tidak memangsa sesama ikan.

Karena itu, pemberian pakan sesuai kebutuhan menjadi salah satu cara mengurangi sifat kanibal pada lele.

Budidaya Lele di Galon Jadi Alternatif Skala Rumahan

Melalui pengalaman yang dibagikannya, narasumber menilai budidaya ikan lele menggunakan galon bekas dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin memulai usaha perikanan dengan modal sederhana.

Selain memanfaatkan barang bekas, metode tersebut juga dinilai mudah diterapkan di lingkungan rumah tanpa membutuhkan kolam permanen maupun lahan yang luas.

Dengan pengaturan jumlah ikan, pemberian pakan yang tepat, serta pergantian air secara rutin, budidaya lele di galon bekas dapat menjadi salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan ikan konsumsi maupun kegiatan budidaya skala kecil di rumah.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : yt: Calon Guru Official
budidaya lele skala rumahan budidaya ikan lele di galon bekas Le Minerale cara ternak lele di galon pakan ikan lele panen lele