BLITAR KAWENTAR – Penggunaan probiotik untuk ikan air tawar terus didorong Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar sebagai solusi budidaya yang lebih sehat, efisien, dan ramah lingkungan.
Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan daya tahan tubuh ikan seperti nila dan gurame sekaligus menjaga kualitas air kolam tanpa bergantung pada antibiotik kimia.
Penerapan probiotik kini menjadi salah satu fokus pembinaan bagi kelompok pembudidaya ikan di berbagai wilayah Kabupaten Blitar.
Baca Juga: Istana Gebang Blitar, Rumah Masa Kecil Bung Karno yang Menyimpan Jejak Sejarah 140 Tahun
Selain menjaga kesehatan ikan, metode tersebut juga diyakini dapat meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus menekan biaya produksi hingga masa panen.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Disnakkan Kabupaten Blitar, Deki Nusa Asmara, menjelaskan bahwa probiotik bekerja dengan memanfaatkan bakteri baik yang membantu menguraikan sisa pakan maupun kotoran ikan.
Proses tersebut membuat kualitas air kolam tetap stabil dan kadar amonia yang berpotensi membahayakan ikan dapat ditekan secara signifikan.
Menurut Deki, kualitas air merupakan faktor utama dalam keberhasilan budidaya ikan air tawar.
Air yang sehat akan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi ikan sehingga tingkat stres dapat ditekan.
"Ketika kondisi kolam sehat dan didominasi bakteri baik, tingkat stres ikan akan berkurang sehingga daya tahan tubuhnya meningkat secara alami," ujarnya.
Lingkungan kolam yang stabil juga menjadi benteng alami terhadap berbagai penyakit yang kerap menyerang ikan budidaya.
Karena itu, pembudidaya tidak cukup hanya memperhatikan kualitas pakan, tetapi juga harus menjaga keseimbangan ekosistem kolam secara berkelanjutan.
Melalui sistem berbasis probiotik, bakteri baik berkembang lebih dominan dibandingkan bakteri penyebab penyakit.
Kondisi tersebut membantu menciptakan kualitas air yang lebih baik sehingga ikan dapat tumbuh optimal dengan risiko kematian yang lebih rendah.
Selain menjaga kesehatan ikan, penggunaan probiotik juga memberikan keuntungan ekonomi bagi para pembudidaya.
Salah satu manfaat yang paling dirasakan adalah meningkatnya efisiensi pemanfaatan pakan.
Baca Juga: 11 Bangunan Bersejarah di Blitar yang Wajib Dikunjungi, dari Candi Penataran hingga Istana Gebang
Deki menjelaskan, probiotik membantu proses pencernaan sehingga penyerapan nutrisi menjadi lebih maksimal.
Akibatnya, konversi pakan menjadi lebih baik dan kebutuhan pakan pabrikan dapat ditekan.
"Probiotik membantu penyerapan nutrisi menjadi lebih baik sehingga konversi pakan lebih efisien. Dampaknya, biaya produksi bisa ditekan sekaligus meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan sampai panen," jelasnya.
Efisiensi tersebut menjadi nilai tambah bagi pembudidaya, terutama di tengah meningkatnya biaya operasional usaha perikanan.
Dengan biaya pakan yang lebih hemat dan angka kelangsungan hidup ikan yang lebih tinggi, keuntungan usaha juga berpotensi meningkat.
Untuk memperluas penerapan teknologi ini, Disnakkan Kabupaten Blitar secara rutin memberikan pendampingan kepada kelompok pembudidaya melalui pelatihan serta pengenalan kultur probiotik yang dapat dikembangkan secara mandiri.
Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman pembudidaya mengenai cara penggunaan probiotik yang tepat, mulai dari proses pembuatan, aplikasi di kolam, hingga pemeliharaan kualitas air secara berkelanjutan.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong sistem budidaya ikan yang lebih berkelanjutan.
Dengan mengurangi ketergantungan terhadap antibiotik kimia, kualitas hasil panen diharapkan semakin baik sekaligus menjaga kelestarian lingkungan perairan.
Baca Juga: Budidaya Belut Makin Menjanjikan, Permintaan Tembus 1,5 Ton per Minggu hingga Tolak Order 4 Ton
Disnakkan optimistis semakin banyak pembudidaya yang beralih menggunakan probiotik sebagai bagian dari manajemen budidaya modern.
Selain menghasilkan ikan yang sehat dan berkualitas, teknologi tersebut juga diyakini mampu meningkatkan daya saing sektor perikanan budidaya Kabupaten Blitar di tengah meningkatnya kebutuhan pasar terhadap produk perikanan yang aman dan ramah lingkungan. (kho/sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari