BLITAR - Kabar gembira kembali menghampiri para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Memasuki akhir bulan Juli 2026, proses penyaluran bantuan sosial dari pemerintah menunjukkan perkembangan yang semakin signifikan. Berdasarkan pemantauan terbaru pada sistem Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), pergerakan data untuk pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 3 alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026 sudah mulai terlihat progresnya.
Proses verifikasi rekening bagi calon penerima bantuan sosial alokasi tiga bulanan tersebut dilaporkan telah berjalan di empat bank penyalur utama, yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Sebagian besar data KPM yang dicocokkan antara Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan data perbankan sudah berstatus berhasil cek rekening.
Baca Juga: Jadi Motor Utama Program 3 Juta Rumah lewat KUR Perumahan, Pemerintah Apresiasi Kinerja BRI
Bagi KPM yang data rekeningnya telah dinyatakan lolos verifikasi, status di aplikasi SIKS-NG secara bertahap akan berlanjut ke tahap diterbitkannya Surat Perintah Membayar (SPM), Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), hingga mencapai tahap Standing Instruction (SI). Setelah status berubah menjadi SI, maka dana bantuan secara otomatis akan ditransfer langsung ke rekening kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masing-masing penerima. Sementara itu, para pendamping PKH di tingkat kecamatan maupun operator desa dan kelurahan saat ini masih terus melakukan pemantauan pada menu final closing.
Selain perkembangan pencairan tahap 3, kejutan besar juga dirasakan oleh para KPM penerima kartu KKS baru terbitan tahun 2026. Bantuan BPNT murni susulan untuk tahap kedua alokasi Mei dan Juni 2026 secara resmi telah cair. Penyaluran saldo sebesar Rp600.000 ini dipelopori oleh Bank BNI khusus bagi KPM peralihan dari PT Pos Indonesia ke kartu KKS perbankan.
Baca Juga: Jadi Motor Utama Program 3 Juta Rumah lewat KUR Perumahan, Pemerintah Apresiasi Kinerja BRI
Sejak pagi hingga sore hari, gelombang laporan pencairan terus berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Para penerima manfaat mengonfirmasi masuknya saldo bansos melalui notifikasi aplikasi mobile banking Wondr by BNI, pengecekan di agen bank, maupun penarikan langsung lewat mesin ATM terdekat. Penyaluran ini memastikan bahwa KPM yang sempat tertunda haknya pada tahap sebelumnya kini telah menerima hak bantuan secara penuh.
Wilayah DKI Jakarta menjadi salah satu daerah dengan jumlah laporan pencairan terbanyak. KPM di kawasan Jakarta Barat, Jakarta Utara, hingga Jakarta Timur melaporkan bahwa saldo Rp600.000 telah masuk ke rekening KKS baru mereka. Laporan serupa juga berdatangan dari wilayah Magelang, Sragen, Klaten, serta kawasan Solo Raya di Jawa Tengah yang mengonfirmasi bahwa penarikan dana bantuan berjalan lancar tanpa kendala teknis.
Penyaluran bansos susulan ini diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat serta memenuhi kebutuhan pokok harian keluarga penerima manfaat. Bagi para KPM yang sudah memegang kartu KKS baru BNI terbitan 2026 namun belum mengecek saldo, diimbau untuk segera melakukan pengecekan secara berkala. Bagi penerima bantuan dari bank penyalur lain seperti BRI, Mandiri, dan BSI, pembaruan data di SIKS-NG diprediksi akan segera menyusul dalam waktu dekat.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : CEK BANSOS