LAMONGAN - Penantian jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan hadirnya dana bantuan sosial (bansos) triwulan ketiga kini makin memasuki fase krusial. Memasuki tanggal 28 Juli 2026, sinyal mengenai pencairan bansos PKH tahap 3 beserta Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) menunjukkan progres yang sangat dekat dengan waktu eksekusi penarikan dana di perbankan.
Pemantauan langsung di lapangan terus dilakukan untuk memastikan kesiapan agen dan infrastruktur perbankan dalam menyalurkan hak-hak masyarakat berpenghasilan rendah tersebut. Dalam pengujian saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BNI yang berlangsung di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sejumlah KPM dari berbagai kategori terbitan kartu menghadiri pemeriksaan saldo awal triwulan ketiga.
Pencairan bansos PKH tahap 3 alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026 ini diprediksi tidak akan memakan waktu lama lagi. Hal ini diperkuat oleh perubahan status di aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) milik pendamping sosial, di mana proses administrasi bantuan pangan telah secara resmi menerbitkan status Surat Perintah Membayar (SPM) sejak tanggal 27 Juli 2026.
Baca Juga: Lahan Bekas Tambang Pasir di Blitar Disulap Jadi Kebun Alpukat, Target Tambah PAD Desa
Hasil Pengecekan Mesin EDC KKS BNI
Dalam pengujian fisik menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC) Bank BNI pada Selasa siang, 28 Juli 2026, petugas memeriksa secara acak kartu KKS terbitan tahun 2018, 2020, hingga 2021. Kartu-kartu tersebut mencakup berbagai kategori penerima, mulai dari penerima BPNT murni hingga penerima bansos kombo PKH komponen lanjut usia (lansia).
Dari hasil gesek kartu di mesin EDC pada pukul 10.00 WIB hingga 10.08 WIB, saldo di dalam rekening KKS rata-rata masih berada pada angka kisaran ribuan rupiah. Saldo pengendapan tersebut menandakan bahwa dana bantuan alokasi Juli-September 2026 secara umum belum masuk ke dalam rekening penerima pada Selasa siang.
Secara teknis, penetapan status SPM di SIKS-NG merupakan tahapan kedua setelah verifikasi rekening dinyatakan berhasil. Setelah penerbitan SPM, kementerian akan segera memproses Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sebelum akhirnya menerbitkan perintah pemindahbukuan atau Standing Instruction (SI) ke sistem bank penyalur seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, dan BSI.
Saldo Rp600 Ribu Cair Merupakan Susulan Tahap 2
Adanya simpang siur di tengah masyarakat mengenai struk penarikan saldo sebesar Rp600.000 yang ramai beredar di media sosial juga mendapat penjelasan gamblang. Penyaluran dana senilai Rp600.000 yang gencar dicairkan melalui kartu KKS baru BNI dalam beberapa hari terakhir merupakan dana bantuan susulan BPNT tahap 2 untuk alokasi bulan Mei dan Juni 2026.
Bantuan susulan tersebut dikhususkan bagi KPM yang mengalami keterlambatan pendistribusian fisik kartu KKS baru akibat proses peralihan mekanisme penyaluran dari PT Pos Indonesia ke perbankan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak bingung membedakan antara pencairan susulan tahap sebelumnya dengan penyaluran reguler triwulan ketiga.
Baca Juga: Lahan Bekas Tambang Pasir di Blitar Disulap Jadi Kebun Alpukat, Target Tambah PAD Desa
Imbauan Pantau Rekening Secara Berkala
Diprediksi penyaluran BPNT akan mulai mengucur terlebih dahulu dalam hitungan hari pasca-SPM, disusul kemudian oleh penyerahan nominal bantuan PKH sesuai komponen masing-masing keluarga. Pengisian saldo diperkirakan berlangsung bertahap sesuai zona wilayah dan kesiapan data perbankan di masing-masing daerah.
Para penerima manfaat diimbau untuk tetap tenang serta bijak dalam menyikapi kabar pencairan. Pemilik KKS dapat melakukan cek saldo berkala melalui agen perbankan resmi, mesin ATM terdekat, maupun fitur mobile banking tanpa perlu terburu-buru mengantre sebelum adanya instruksi resmi dari pendamping sosial setempat.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Akib Trend Channel