Bitcoin Jadi Sorotan! Remaja 18 Tahun Klaim Raup Belasan Miliar, Begini Strategi Investasi ala Suli

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 19:00 WIB
Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah Suli, remaja 18 tahun, mengaku meraih belasan miliar dari investasi dan trading. Simak strategi, perjalanan, dan mindset suksesnya.(Pinterest)
Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah Suli, remaja 18 tahun, mengaku meraih belasan miliar dari investasi dan trading. Simak strategi, perjalanan, dan mindset suksesnya.(Pinterest)

BLITARBitcoin kembali menjadi perbincangan setelah seorang remaja berusia 18 tahun bernama Suli mengaku berhasil meraih aset senilai belasan miliar rupiah dari dunia investasi dan trading. Dalam sebuah podcast, Suli membagikan perjalanan hidupnya membangun kekayaan sejak usia dini, sekaligus menyampaikan pandangannya mengenai manajemen risiko, investasi, hingga pentingnya memiliki pola pikir yang tepat.

Menurut Suli, Bitcoin dan berbagai instrumen di financial market bukanlah jalan pintas untuk menjadi kaya. Ia menegaskan bahwa keuntungan besar hanya bisa diraih melalui proses belajar yang panjang, pengalaman menghadapi kerugian, serta kemampuan mengelola risiko dengan baik.

Perjalanan finansialnya dimulai jauh sebelum mengenal Bitcoin. Sejak duduk di bangku kelas 2 SD, ia sudah terbiasa mencari uang dengan berjualan stik es krim yang saat itu menjadi permainan populer di sekolah. Semangat berbisnis itu terus berkembang hingga akhirnya membawanya masuk ke dunia investasi.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Dilirik Sponsor Dunia, Liqui Moly Perkuat Dukungan Jelang Moto3 Jerman 2026

Memulai dari Jualan hingga Investasi

Saat pandemi Covid-19 melanda, Suli melihat peluang dengan menawarkan jasa desain media sosial kepada sejumlah toko game. Dari penghasilan tersebut, ia mulai membeli saham ketika pasar modal mengalami penurunan tajam.

Ia kemudian mempelajari berbagai instrumen investasi, mulai dari saham, reksa dana, forex, komoditas, hingga cryptocurrency. Menurutnya, investasi seharusnya dilakukan setelah seseorang memiliki penghasilan, bukan dijadikan cara utama mencari uang.

Suli juga mengaku menghabiskan ratusan juta rupiah untuk membeli berbagai kursus investasi dari dalam maupun luar negeri. Baginya, investasi terbaik adalah investasi pada ilmu karena kemampuan yang dimiliki akan terus menghasilkan keuntungan di masa depan.

Pernah Gagal Berkali-kali

Perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu berjalan mulus. Suli mengaku pernah mengalami margin call hingga 11 kali ketika belajar trading. Kerugian demi kerugian justru menjadi pelajaran yang membuatnya semakin memahami cara kerja pasar.

Kesempatan besar datang saat dirinya berhasil lolos seleksi proprietary trading firm dan memperoleh pendanaan sebesar 100 ribu dolar Amerika Serikat untuk melakukan trading. Momentum pasar yang sedang bullish saat itu berhasil dimanfaatkannya untuk meningkatkan keuntungan.

Pengalaman pahit saat membeli Bitcoin pada harga tinggi pada 2021 juga menjadi pelajaran penting. Setelah memahami siklus pasar, ia kembali membeli Bitcoin ketika harga berada di level yang menurutnya lebih menarik.

Bitcoin Bukan Jalan Pintas Kaya

Meski dikenal sebagai investor kripto, Suli menegaskan dirinya tidak pernah menyarankan orang untuk langsung menginvestasikan seluruh uang ke Bitcoin.

Saat ini sekitar 70 persen portofolionya berada di aset kripto, sementara 30 persen lainnya disimpan dalam bentuk kas. Ia memilih menyesuaikan alokasi investasi dengan momentum pasar yang sedang berkembang.

Menurutnya, investor pemula sebaiknya memulai dari nominal kecil dan tidak mudah tergoda oleh cerita keuntungan besar yang beredar di media sosial. Ia mengingatkan agar tidak mempertaruhkan seluruh aset demi mengejar keuntungan yang belum tentu bisa diperoleh.

Privilege Bukan Soal Modal

Suli menilai banyak orang keliru memahami arti privilege. Baginya, keuntungan terbesar yang ia dapatkan dari keluarga bukan berupa modal uang, melainkan ilmu dan pola pikir yang ditanamkan sejak kecil.

Ia mengaku memiliki teman yang memperoleh modal ratusan juta rupiah dari orang tua, tetapi akhirnya mengalami kerugian karena tidak memahami investasi. Karena itu, pengalaman dan edukasi dinilai jauh lebih penting dibanding sekadar memiliki modal besar.

Stres Merupakan Bagian dari Proses

Di balik pencapaiannya, Suli mengaku tetap menghadapi tekanan mental. Menurutnya, semakin besar aset yang dimiliki, semakin besar pula tanggung jawab dan risiko yang harus ditanggung.

Ia meyakini tidak ada kesuksesan tanpa tantangan. Karena itu, generasi muda diminta tidak takut menghadapi kegagalan maupun tekanan hidup.

"Semuanya akan berakhir. Saat bahagia akan berlalu, begitu juga ketika sedang berada di titik terendah," ujarnya.

Bagi Suli, perjalanan menuju kesuksesan jauh lebih penting dibanding hasil akhirnya. Ia juga berpesan agar anak muda terus belajar, berani memulai dari kecil, serta tidak berhenti berkembang hanya karena merasa sudah cukup.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Investasi Bitcoin Suli 18 Tahun bitcoin cryptocurrency Trading