BINUS Online Jadi Pilihan Nasya Marcella, Ungkap Alasan Tinggalkan Sinetron Demi Kuliah dan Bisnis

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 19:30 WIB
BINUS Online menjadi pilihan Nasya Marcella untuk kuliah sambil bekerja. Ia ungkap alasan memilih sistem fleksibel, pengalaman belajar daring, hingga rencana membangun bisnis. (Pinterest)
BINUS Online menjadi pilihan Nasya Marcella untuk kuliah sambil bekerja. Ia ungkap alasan memilih sistem fleksibel, pengalaman belajar daring, hingga rencana membangun bisnis. (Pinterest)

BLITAR - BINUS Online semakin diminati oleh kalangan profesional hingga pekerja industri kreatif yang ingin tetap melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Fleksibilitas sistem pembelajaran menjadi salah satu alasan aktris Nasya Marcella memilih kuliah di BINUS Online sambil tetap menjalani aktivitas di dunia hiburan.

Nasya mengaku telah menjalani kuliah selama dua tahun terakhir dan kini memasuki semester empat Program Studi Bisnis Manajemen. Keputusan tersebut diambil karena ia ingin memiliki bekal ilmu yang lebih luas sekaligus mempersiapkan karier jangka panjang di luar dunia entertainment.

Menurut Nasya, industri hiburan memiliki persaingan yang sangat ketat. Karena itu, ia merasa perlu meningkatkan kemampuan di bidang lain agar memiliki peluang lebih besar untuk berkembang di masa depan. BINUS Online pun menjadi pilihan karena menawarkan sistem belajar yang dapat disesuaikan dengan jadwal kerja.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan, Sandiaga Uno Bongkar Perbedaan Budaya Birokrasi dan Dunia Bisnis

Kuliah Fleksibel Tetap Bisa Dijalani di Tengah Kesibukan

Nasya menjelaskan salah satu keunggulan kuliah online adalah kebebasan mengatur waktu belajar. Setiap minggu dosen memberikan materi, forum diskusi, dan tugas yang memiliki batas waktu pengumpulan. Namun, mahasiswa bebas menentukan kapan akan mengerjakannya.

Fleksibilitas tersebut sangat membantu dirinya yang masih aktif menjalani syuting maupun berbagai kegiatan lainnya. Bahkan saat harus bekerja di daerah yang sulit mendapatkan jaringan internet, ia tetap bisa mengikuti perkuliahan dengan mengunduh materi lebih dulu ketika menemukan akses WiFi.

Ia mengaku tetap berusaha menjalani kuliah dengan serius meski sistemnya dilakukan secara daring. Karena itu, ia juga sengaja mengurangi jadwal syuting sinetron agar tidak berbenturan dengan kewajiban akademik.

Sistem Pembelajaran Dirancang untuk Para Pekerja

Prof. Har dari BINUS Online menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari BINUS University dengan kualitas lulusan yang sama seperti mahasiswa reguler. Perbedaannya hanya terletak pada sistem pembelajaran yang lebih fleksibel melalui teknologi pembelajaran jarak jauh.

Menurutnya, mahasiswa dapat memilih jumlah mata kuliah sesuai kemampuan dan waktu yang dimiliki. Sistem tersebut awalnya memang dirancang untuk pekerja kantoran, tetapi kini juga cocok bagi profesi dengan jadwal tidak menentu seperti artis, pilot, pramugari, pekerja tambang, hingga pelaku industri kreatif.

Pembelajaran dilakukan menggunakan kombinasi metode sinkron dan asinkron. Mahasiswa dapat belajar mandiri melalui Learning Management System (LMS), kemudian mengikuti video conference sesuai jadwal yang telah ditentukan bersama dosen dan teman sekelas.

Selain materi berupa video, presentasi, serta catatan kuliah, mahasiswa juga mengikuti forum diskusi, tugas individu, hingga tugas kelompok yang seluruhnya dilakukan secara online.

Ujian Online Tetap Diawasi Secara Ketat

Meski seluruh proses dilakukan secara daring, Prof. Har menegaskan integritas akademik tetap menjadi prioritas utama. BINUS Online menggunakan sistem pengawasan digital saat ujian berlangsung.

Mahasiswa wajib menyalakan kamera selama ujian berlangsung. Sistem akan memantau gerakan mata, posisi kepala, hingga aktivitas di sekitar peserta. Apabila terdeteksi indikasi kecurangan, perangkat lunak akan memberikan tanda khusus yang kemudian diverifikasi oleh pihak kampus.

Menurut Prof. Har, mahasiswa yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenai sanksi sesuai aturan akademik. Namun sebelum mengambil keputusan, pihak kampus tetap melakukan pemeriksaan terhadap hasil pemantauan sistem.

ChatGPT Justru Dijadikan Pendukung Pembelajaran

Menariknya, BINUS Online tidak melarang penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti ChatGPT. Sebaliknya, mahasiswa justru diberikan pemahaman mengenai penggunaan AI secara bertanggung jawab.

Prof. Har menjelaskan AI diposisikan sebagai alat bantu yang dapat mempercepat proses belajar. Karena itu, metode penilaian kini lebih banyak menekankan pada analisis, pengalaman nyata, studi kasus, hingga kemampuan mahasiswa menyampaikan pendapat sendiri.

Dengan pendekatan tersebut, AI tidak lagi menjadi alat untuk menggantikan proses berpikir, melainkan sebagai pendukung agar mahasiswa mampu menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam.

Bekal Menjadi Entrepreneur

Nasya memilih Program Studi Bisnis Manajemen karena memiliki cita-cita membangun bisnis sendiri. Ia mengaku pernah mencoba berjualan bulu mata dan perhiasan, namun usaha tersebut belum berkembang sesuai harapan.

Selama menjalani kuliah, ia mulai memahami berbagai materi seperti marketing, finance, strategi bisnis, hingga entrepreneurship. Pengetahuan tersebut menurutnya sangat membantu dalam menyusun rencana usaha yang lebih matang.

Prof. Har menambahkan mahasiswa BINUS Online juga memiliki kesempatan menyelesaikan tugas akhir melalui proyek startup sehingga bisnis yang dirintis dapat menjadi bagian dari syarat kelulusan.

Menurutnya, tujuan utama BINUS Online bukan hanya menghasilkan lulusan bergelar sarjana, tetapi juga membantu mahasiswa meningkatkan karier, memperluas jaringan profesional, sekaligus melahirkan wirausahawan baru yang siap bersaing di era digital.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Raditya Dika
BINUS Online Nasya Marcella Kuliah Online Bisnis Manajemen Pendidikan Jarak Jauh