BLITAR - Perkembangan teknologi membuat dunia pendidikan semakin fleksibel. Kini, kuliah tidak lagi harus selalu dilakukan dengan datang ke kampus setiap hari. Hal itu dirasakan langsung oleh aktris Nasya Marcella yang memilih melanjutkan pendidikan melalui BINUS Online sambil tetap menjalani aktivitas di dunia hiburan.
Nasya mengungkapkan, keputusan untuk kembali kuliah diambil karena ingin memperluas kemampuan dan menyiapkan masa depan yang lebih panjang. Setelah bertahun-tahun berkarier di industri entertainment, ia menyadari bahwa dunia hiburan memiliki persaingan yang sangat dinamis sehingga perlu memiliki keahlian tambahan.
Saat ini, Nasya telah menjalani perkuliahan selama dua tahun dan memasuki semester empat Program Studi Bisnis Manajemen. Ia memilih kuliah online karena sistemnya dinilai mampu menyesuaikan dengan kesibukan pekerjaan.
Baca Juga: BINUS Online Jadi Pilihan Nasya Marcella, Ungkap Alasan Tinggalkan Sinetron Demi Kuliah dan Bisnis
BINUS Online Beri Ruang Kuliah Sambil Bekerja
Nasya mengatakan, salah satu tantangan terbesar ketika masih aktif di dunia sinetron adalah jadwal kerja yang sangat padat. Tidak jarang proses syuting berlangsung hingga tengah malam bahkan dini hari.
Kondisi tersebut membuatnya sulit mengikuti pola kuliah reguler yang memiliki jadwal tetap. Karena itu, sistem pembelajaran fleksibel menjadi solusi agar pendidikan tetap bisa berjalan tanpa harus meninggalkan pekerjaan.
Menurut Nasya, kuliah online bukan berarti lebih mudah. Mahasiswa tetap memiliki tanggung jawab untuk mengikuti materi, mengerjakan tugas, serta mengikuti evaluasi pembelajaran.
Setiap minggu, dosen memberikan materi dan tugas yang harus diselesaikan sesuai tenggat waktu. Bedanya, mahasiswa memiliki kebebasan menentukan waktu belajar sesuai kondisi masing-masing.
Bahkan ketika sedang berada di lokasi syuting dengan jaringan internet terbatas, Nasya tetap bisa mengikuti pembelajaran. Ia biasanya mengunduh materi terlebih dahulu saat mendapatkan akses internet agar dapat dipelajari kembali ketika berada di lokasi tanpa sinyal.
Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Tetap Interaktif
Prof. Har dari BINUS Online menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari BINUS University dengan standar kualitas yang sama seperti program reguler.
Perbedaan utama terletak pada metode pembelajaran yang dirancang lebih fleksibel melalui teknologi digital. Sistem ini cocok bagi mereka yang sudah bekerja, memiliki aktivitas profesional, maupun mempunyai jadwal yang tidak selalu sama setiap hari.
Pembelajaran dilakukan dengan kombinasi metode sinkronus dan asinkronus. Metode asinkronus memungkinkan mahasiswa mempelajari materi secara mandiri melalui Learning Management System (LMS), sedangkan metode sinkronus dilakukan melalui video conference bersama dosen dan mahasiswa lain.
Selain materi berupa video pembelajaran, mahasiswa juga mengikuti forum diskusi, tugas kelompok, hingga presentasi. Dengan begitu, interaksi antara mahasiswa dan dosen tetap berjalan meski tidak selalu bertemu secara langsung.
Nasya mengaku pengalaman bekerja kelompok secara online menjadi hal menarik baginya. Ia harus membangun komunikasi dengan teman-teman yang belum pernah ditemui secara langsung.
Biasanya, mahasiswa membuat grup komunikasi melalui aplikasi pesan untuk membagi tugas dan mengatur jadwal pengerjaan. Menurut Nasya, tantangan terbesar bukan hanya soal sistem, tetapi bagaimana menjaga kerja sama antaranggota kelompok.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan, Sandiaga Uno Bongkar Perbedaan Budaya Birokrasi dan Dunia Bisnis
Teknologi Membantu Menjaga Integritas Akademik
Meski dilakukan secara daring, BINUS Online tetap menerapkan standar akademik yang ketat. Salah satunya melalui sistem ujian online dengan pengawasan teknologi.
Prof. Har menjelaskan bahwa saat ujian berlangsung, kamera mahasiswa akan aktif dan sistem akan memantau aktivitas peserta. Perangkat tersebut dapat memberikan tanda apabila ditemukan indikasi perilaku yang mencurigakan.
Namun, setiap laporan dari sistem tidak langsung menjadi keputusan akhir. Pihak kampus tetap melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah benar terjadi pelanggaran atau hanya kesalahan teknis.
Menurut Prof. Har, integritas menjadi nilai penting dalam proses pendidikan. Mahasiswa harus memahami bahwa tujuan kuliah bukan hanya mendapatkan nilai, tetapi membangun kemampuan dan tanggung jawab.
AI Seperti ChatGPT Dijadikan Alat Pendukung Belajar
Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan, BINUS Online memilih pendekatan berbeda. Kampus tidak melarang mahasiswa menggunakan teknologi seperti ChatGPT, tetapi mengajarkan bagaimana memanfaatkannya secara tepat.
Prof. Har menyebut AI dapat menjadi alat bantu yang mempercepat proses belajar. Namun, mahasiswa tetap harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan memahami informasi yang diperoleh.
Karena itu, tugas perkuliahan kini lebih banyak diarahkan pada analisis, pengalaman pribadi, pemecahan masalah, serta penerapan teori dalam kehidupan nyata.
Menurutnya, AI seharusnya menjadi pendukung mahasiswa untuk semakin berkembang, bukan menggantikan proses berpikir manusia.
Kuliah Bisnis untuk Mewujudkan Impian Entrepreneur
Nasya memilih jurusan Bisnis Manajemen karena memiliki keinginan untuk membangun usaha sendiri. Sebelumnya, ia pernah mencoba membuka bisnis bulu mata dan perhiasan, tetapi belum berhasil karena keterbatasan pengalaman.
Setelah menjalani beberapa semester kuliah, ia mulai memahami berbagai aspek bisnis seperti pemasaran, keuangan, hingga strategi pengembangan usaha.
Ia merasa ilmu yang diperoleh di BINUS Online dapat menjadi bekal penting ketika kembali membangun bisnis dengan perencanaan yang lebih matang.
Prof. Har menambahkan bahwa mahasiswa juga mendapatkan kesempatan mengembangkan proyek bisnis sebagai bagian dari tugas akhir. Hal ini menjadi peluang bagi mahasiswa yang memiliki minat menjadi entrepreneur.
Menurutnya, kuliah online bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi juga memperluas jaringan, meningkatkan kemampuan, dan membuka peluang baru.
Dengan sistem yang fleksibel, BINUS Online memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk tetap belajar tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas profesional yang sedang dijalani.
Editor : M. Helmi NurhisamSumber : Raditya Dika