Cara Menanam Bawang Merah dari Awal Sampai Panen, Simak Tahapan Perawatan agar Hasil Melimpah

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 17:10 WIB
Cara menanam bawang merah dari awal sampai panen perlu dilakukan secara bertahap. Simak panduan lengkap mulai persiapan lahan, pemupukan, perawatan hingga waktu panen.(pinterest)
Cara menanam bawang merah dari awal sampai panen perlu dilakukan secara bertahap. Simak panduan lengkap mulai persiapan lahan, pemupukan, perawatan hingga waktu panen.(pinterest)

BLITAR - Cara menanam bawang merah dari awal sampai panen menjadi informasi yang banyak dicari petani maupun pemula yang ingin memperoleh hasil maksimal. Selain teknik penanaman, keberhasilan budidaya bawang merah juga ditentukan oleh pola pemupukan, penyemprotan, hingga pencegahan penyakit seperti moler dan antraknosa.

Dalam praktik budidaya, setiap fase pertumbuhan membutuhkan perlakuan berbeda. Mulai dari persiapan lahan, penanaman umbi, pemupukan berkala, hingga pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan secara tepat agar umbi berkembang optimal.

Melalui panduan cara menanam bawang merah dari awal sampai panen ini, petani dapat memahami tahapan budidaya sejak hari pertama tanam hingga waktu panen yang umumnya berlangsung sekitar 57 hari setelah tanam (HST).

Persiapan Lahan Dimulai dengan Bedengan dan Dolomit

Tahap pertama budidaya dilakukan dengan membuat bedengan sebagai media tanam. Setelah itu lahan diberi kapur dolomit untuk membantu menjaga kondisi tanah tetap ideal.

Baca Juga: Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Menjadi Mahasiswa Baru agar Kuliah Lebih Terarah dan Sukses

Permukaan bedengan kemudian diratakan sebelum dibuat garis tanam agar jarak antarumbi lebih rapi. Pada lahan yang cukup keras, lubang tanam dibuat terlebih dahulu menggunakan alat sederhana.

Umbi bawang merah dipotong sekitar seperempat bagian ujungnya sebelum ditanam. Langkah ini bertujuan mempercepat munculnya tunas baru. Setelah ditancapkan ke tanah, umbi ditutup tipis menggunakan tanah agar tetap kokoh.

Tunas Mulai Muncul Enam Hari Setelah Tanam

Memasuki umur enam hari setelah tanam, tunas bawang merah mulai terlihat tumbuh secara serempak. Pada fase awal ini belum dilakukan perlakuan khusus karena tanaman masih dalam tahap adaptasi.

Baca Juga: Kisah Dibalik Hendi Budi Yuantoro, Anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Blitar Dua Periode Dilantik lewat PAW

Penyemprotan baru dimulai ketika tanaman berumur delapan hari. Tujuannya untuk mencegah serangan hama seperti ulat maupun penyakit yang berpotensi menyerang sejak dini.

Penyemprotan dilakukan menggunakan dosis rendah, tetapi dengan interval yang cukup rapat, yakni setiap dua hingga tiga hari sekali. Jenis insektisida dirotasi agar efektivitas pengendalian hama tetap terjaga.

Pemupukan Rutin Dilakukan Setiap Pekan

Saat tanaman memasuki umur 10 HST, dilakukan pemupukan pertama menggunakan pupuk NPK 16-16-16 yang dicampur pupuk pendamping, kemudian ditaburkan di sela-sela tanaman.

Setelah pemupukan, dilakukan pendangiran atau penggemburan tanah. Langkah ini bertujuan memperbaiki aerasi tanah, menutup pupuk agar tidak mudah menguap, sekaligus membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman.

Sekitar delapan hari setelah pemupukan pertama atau saat tanaman berumur 18 HST, dilakukan pemupukan kedua menggunakan NPK yang ditambah KCl.

Menurut pola budidaya tersebut, pemupukan dilakukan secara rutin setiap satu minggu sekali agar kebutuhan unsur hara tanaman tetap terpenuhi.

Pencegahan Moler Jadi Fokus Memasuki Umur 20 Hari

Memasuki umur sekitar 22 HST, tanaman mulai memasuki fase yang rentan terserang penyakit moler.

Karena itu, penyemprotan dilakukan menggunakan kombinasi beberapa bahan pendukung, termasuk kalsium untuk membantu memperkuat batang tanaman agar tidak mudah rebah akibat serangan penyakit.

Pada umur 27 HST dilakukan pemupukan ketiga menggunakan pupuk fosfat yang ditaburkan di antara tanaman. Berbeda dari sebelumnya, kali ini tidak dilakukan pendangiran karena tanaman sudah tumbuh cukup tinggi.

Dua hari setelahnya, lahan kembali diberi kapur dolomit. Pemberian dolomit bertujuan menjaga pH tanah tetap stabil setelah hujan deras yang berpotensi meningkatkan tingkat keasaman tanah.

Pemupukan Kocor Dilakukan Saat Cuaca Kering

Ketika tanaman memasuki umur 34 HST, pemupukan dilakukan melalui metode kocor menggunakan campuran NPK dan KCl.

Metode ini dipilih apabila kondisi lahan tidak mendapatkan hujan selama beberapa hari sehingga pemupukan sekaligus menjadi penyiraman.

Sehari setelah pengocoran, tanaman kembali disemprot menggunakan nutrisi daun untuk membantu pembentukan umbi. Pada fase ini, pemberian nutrisi difokuskan untuk merangsang perkembangan umbi agar ukurannya semakin besar.

Umbi Mulai Terbentuk Hingga Siap Dipanen

Memasuki umur 43 HST, dilakukan pemupukan kelima sebagai pemupukan terakhir menggunakan komposisi pupuk yang sama seperti sebelumnya.

Pada fase ini umbi bawang merah mulai terlihat terbentuk. Selanjutnya ukuran umbi terus bertambah hingga memasuki umur sekitar 50 HST.

Sekitar enam hingga tujuh hari kemudian, atau saat tanaman berumur 55 HST, ukuran umbi sudah mencapai ukuran optimal.

Memasuki umur 57 HST, daun bawang mulai rebah sebagai tanda tanaman siap dipanen. Proses panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman secara langsung dari lahan.

Dengan penerapan tahapan budidaya yang teratur, mulai dari persiapan lahan, pemupukan berkala, pengendalian hama, hingga pencegahan penyakit, peluang memperoleh hasil panen bawang merah yang sehat dan melimpah menjadi lebih besar.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Budidaya bawang merah Cara menanam bawang merah Perawatan bawang merah Pemupukan bawang merah Panen bawang merah