IHSG Anjlok 1,34 Persen Ditengah Sentimen Tarif Trump dan Konflik Timur Tengah yang Panas

Ahmad Fadhil Gusnaashir • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:35 WIB
IHSG Anjlok 1,34 Persen Ditengah Sentimen Tarif Trump dan Konflik Timur Tengah yang Panas
IHSG Anjlok 1,34 Persen Ditengah Sentimen Tarif Trump dan Konflik Timur Tengah yang Panas

JAKARTA -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka bergerak melemah hingga 1,34 persen ke level 6.29 pada perdagangan hari ini. Pelemahan tajam pasar modal domestik ini dipicu oleh sentimen global, termasuk kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat dan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Sentimen Global dan Kebijakan Tarif Impor Amerika Serikat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi memberlakukan tarif impor baru sebesar 10 hingga 12,5 persen terhadap 60 mitra dagang termasuk Indonesia. Kebijakan proteksionisme ini menggantikan tarif sementara 10 persen yang sebelumnya berlaku selama 150 hari.

Indonesia masuk dalam kelompok tarif 10 persen karena dinilai telah memiliki rezim parsial untuk membatasi impor barang hasil tenaga kerja paksa. Pemerintah Amerika Serikat menegaskan tarif tersebut digunakan untuk mendorong reindustrialisasi dan menekan defisit perdagangan.

Selain tekanan tarif, pasar juga merespons lonjakan harga minyak mentah dunia yang telah menembus level 100 dolar Amerika Serikat per barel. Konflik di Timur Tengah yang semakin memanas mengganggu jalur ekspor minyak dan memicu kekhawatiran pasokan energi global.

Lonjakan harga energi ini memperbesar risiko inflasi global dan berpotensi memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan namun tetap waspada terhadap risiko inflasi lanjutan.

Baca Juga: IHSG Berbalik Hijau di Tengah Isu Mundurnya Gubernur BI dan Sentimen Global Pekan Ini

Di tengah tekanan global, Bank Indonesia mencatatkan uang beredar dalam arti luas (M2) pada Juni 2026 mencapai Rp10.432 triliun. Angka tersebut tumbuh 8,7 persen secara tahunan, didukung kenaikan uang beredar sempit dan penyaluran kredit yang meningkat 12,1 persen.

Pemerintah Indonesia juga berhasil menghimpun dana 7 miliar yuan atau sekitar Rp18,4 triliun melalui penerbitan Panda Bond. Minat investor China tercatat sangat tinggi dengan total order mencapai 17 miliar yuan untuk menutup defisit APBN 2026.

Kabar lain datang dari sektor keuangan domestik melalui aksi korporasi besar. Antara Aset Manajemen resmi mengambil alih empat perusahaan manajer investasi milik BUMN dengan total dana kelolaan lebih dari Rp170 triliun.

Empat perusahaan tersebut akan digabungkan menjadi satu entitas dalam waktu satu bulan ke depan. Konsolidasi ini bertujuan menjadi perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia guna memperluas akses produk investasi.

Baca Juga: Isi Tas Asya di Lokasi Syuting Terikat Janji, Ada 5 Lipstik hingga Parfum Custom

Seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia mengalami pelemahan akibatakumulasi sentimen negatif domestik dan global. Pelemahan paling dalam terjadi pada sektor konsumer non-primer yang anjlok hingga 2,75 persen.

Sektor perindustrian menyusul dengan pelemahan sebesar 1,67 persen, diikuti sektor bahan baku sebesar 2,3 persen. Sektor infrastruktur juga tercatat merosot tajam sebesar 2,02 persen pada perdagangan hari ini.

Tekanan jual turut melanda sektor transportasi yang terkoreksi 2,07 persen. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak melemah 0,45 persen di level Rp17.970 per dolar Amerika Serikat.

Pelemahan rupiah juga terjadi terhadap mata uang utama lainnya seperti dolar Singapura, yen Jepang, dan euro. Pelaku pasar kini terus memantau perkembangan geopolitik global serta arah kebijakan moneter lanjutan.

Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir
nilai tukar rupiah Harga Minyak Dunia Tarif impor Trump Berita ekonomi makro ihsg hari ini