Dampak Pelemahan Rupiah ke Ekonomi Indonesia: Apakah APBN Aman dan Mengapa Pemerintah Optimis Pertumbuhan Tetap Kuat di Tengah Tekanan Global?

Ahmad Fadhil Gusnaashir • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 16:24 WIB
nilai rupiah
nilai rupiah

JAKARTA -  Pemerintah memastikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belum berdampak buruk pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun aktivitas ekonomi domestik. Perhitungan dan kalkulasi matang telah dilakukan pada level pelemahan mata uang saat ini.

Pengaruh Pelemahan Rupiah Terhadap APBN dan Sektor Domestik

Kondisi anggaran negara dipastikan masih aman meskipun mata uang rupiah mengalami depresiasi ke level saat ini. Pelemahan mata uang tersebut belum menimbulkan efek pelemahan atau dampaknya pada kegiatan ekonomi secara keseluruhan.

Secara teori, perekonomian yang kuat pada akhirnya akan membuat mata uang sebuah negara menguat dengan sendirinya. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan pertumbuhan ekonomi domestik tetap solid baik dalam jangka menengah, dekat, maupun jangka panjang.

Baca Juga: IHSG Menguat Drastis 2,07 Persen Usai Sentuh Titik Terendah 5 Tahun Terakhir, Simak Rincian Transaksi Saham dan Kurs Rupiah Terbaru

Keyakinan terhadap kekuatan ekonomi domestik didasarkan pada tingginya minat investor asing dan penanaman modal asing (FDI) yang mencari negara dengan prospek pertumbuhan paling menjanjikan. Kawasan regional menunjukkan bahwa Indonesia tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan banyak negara lain di dunia.

Bahkan di kelompok negara ekonomi utama dunia G20, posisi Indonesia berada di peringkat nomor dua tepat setelah India. Prospek ekonomi yang cerah ini membuat pelemahan rupiah tidak sampai meredam gairah aktivitas bisnis di dalam negeri.

Kondisi Geopolitik Global dan Intervensi Pasar Keuangan

Situasi global juga diprediksi akan segera membaik seiring laporan media internasional mengenai potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat, Iran, and Israel. Perbaikan kondisi global ini diyakini mampu meredakan tekanan terhadap rupiah dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Pemerintah bersama bank sentral turut mengambil langkah taktis di sektor keuangan dengan melakukan intervensi pada pasar obligasi. Kebijakan ini bertujuan menjaga imbal hasil (yield) agar tidak melonjak terlalu tinggi sehingga investor domestik terhindar dari capital loss yang dapat memicu pelarian modal ke luar negeri.

Baca Juga: Hari Minggu untuk Potong Rambut dan Kuku: Benarkah Bisa Menghilangkan Keberkahan Menurut Tradisi?

Koordinasi erat dengan bank sentral terus diperkuat guna menjaga stabilitas sektor keuangan serta memulihkan kepercayaan publik terhadap rupiah. "Dengan cooperation good cooperation, I believe even though we'll be able to restore confidence to the rupiah," ujar narasumber menegaskan komitmen stabilitas ekonomi.

Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir
pelemahan rupiah apbn aman pertumbuhan ekonomi g20 bank sentral ekonomi indonesia