Klub Sepak Bola Milik Orang Indonesia Bertambah, Ini Daftar Tim Eropa yang Diakuisisi Pengusaha RI

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:20 WIB
Klub sepak bola milik orang Indonesia tersebar di Inggris, Italia, Belgia hingga Australia. Simak daftar lengkap klub yang dimiliki pengusaha RI.(Pinterest)
Klub sepak bola milik orang Indonesia tersebar di Inggris, Italia, Belgia hingga Australia. Simak daftar lengkap klub yang dimiliki pengusaha RI.(Pinterest)

JAKARTA – Klub sepak bola milik orang Indonesia kini semakin banyak tersebar di berbagai kompetisi dunia. Tidak hanya di Inggris, investor asal Indonesia juga telah menanamkan modal di klub-klub Italia, Belgia, Portugal, Spanyol hingga Australia.

Keberadaan klub sepak bola milik orang Indonesia menjadi bukti bahwa sepak bola telah berkembang menjadi industri bernilai tinggi. Sejumlah pengusaha nasional melihat peluang besar dari investasi di sektor olahraga yang mampu memberikan keuntungan bisnis sekaligus meningkatkan citra Indonesia di kancah internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, nama-nama seperti Erick Thohir, Anindya Bakrie, keluarga Hartono hingga Bakrie Group tercatat menjadi pemilik atau pemegang saham klub sepak bola luar negeri. Berikut daftar klub yang saat ini diketahui memiliki keterlibatan investor Indonesia.

Baca Juga: Klub Sepak Bola Milik Orang Indonesia Makin Bertambah, Ini 13 Tim Eropa hingga Australia yang Diinvestasi

Oxford United Jadi Klub Paling Populer di Indonesia

Oxford United menjadi salah satu klub yang paling dikenal publik Indonesia. Klub asal Inggris tersebut diakuisisi Erick Thohir dan Anindya Bakrie yang kemudian menjadi pemegang saham mayoritas.

Sejak berada di bawah kepemimpinan keduanya, performa Oxford United mengalami peningkatan signifikan. Klub berjuluk The U's itu berhasil promosi ke Championship atau kasta kedua Liga Inggris.

Popularitas Oxford United di Indonesia juga melonjak setelah merekrut pemain Timnas Indonesia sehingga semakin banyak pendukung sepak bola nasional mengikuti perkembangan klub tersebut.

Como 1907 Bangkit Bersama Grup Djarum

Di Italia, Como 1907 menjadi contoh sukses investasi pengusaha Indonesia.

Klub tersebut dimiliki oleh Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono melalui Grup Djarum. Akuisisi dilakukan ketika Como sedang mengalami kesulitan finansial.

Setelah mendapatkan suntikan investasi, Como berhasil bangkit hingga kembali tampil di Serie A. Klub ini bahkan sempat mendatangkan bek dunia Raphael Varane dan menunjuk Cesc Fabregas sebagai pelatih.

Selain Como, klub Serie A lainnya yang mendapat investasi Indonesia adalah Lecce.

Sebagian saham Lecce dimiliki Alvin Sariatmadja melalui konsorsium investor sejak 2022. Meski belum bersaing di papan atas, Lecce mampu mempertahankan eksistensinya di kasta tertinggi Liga Italia.

Dender, Estrela hingga Polillas Ceuta

Di Belgia, FCV Dender dimiliki Sihar Sitorus sejak 2018. Klub tersebut berhasil naik kasta dan kini bermain di Belgian First Division A.

Sementara itu, Estrela da Amadora di Portugal juga memperoleh investasi dari perusahaan Indonesia, Pakuan Football Enterprise. Klub tersebut sukses promosi ke Primeira Liga dan kini bersaing di kompetisi tertinggi Portugal.

Di Spanyol, Batavia Sports Group mengakuisisi Polillas Ceuta. Meski masih bermain di kasta keempat, klub ini menjadi salah satu jalur pengembangan pemain muda Indonesia menuju sepak bola Eropa.

Baca Juga: Klub Sepak Bola Milik Orang Indonesia: Oxford United hingga Inter Milan, Ini Daftar Lengkap dan Pemiliknya

Brisbane Roar Jadi Pintu Masuk Pemain Indonesia

Australia juga memiliki klub yang dimiliki investor Indonesia, yakni Brisbane Roar.

Bakrie Group menjadi pemilik penuh klub A-League tersebut sejak 2012. Kehadiran investor Indonesia membuat Brisbane Roar beberapa kali menjadi tempat berkarier pemain asal Indonesia.

Langkah tersebut dinilai memberikan manfaat ganda, yakni memperluas jaringan sepak bola Indonesia sekaligus membuka kesempatan pemain nasional merasakan kompetisi luar negeri.

Investasi yang Tak Sekadar Bisnis

Masuknya pengusaha Indonesia ke kepemilikan klub sepak bola luar negeri menunjukkan bahwa industri olahraga memiliki nilai ekonomi yang sangat besar.

Selain mengejar keuntungan investasi, kepemilikan klub juga mampu memperkenalkan Indonesia di tingkat global. Hubungan antara klub Eropa dengan Indonesia semakin erat melalui kerja sama akademi, promosi pemain muda hingga pemasaran di kawasan Asia.

Dengan semakin banyaknya investor nasional yang terjun ke sepak bola internasional, peluang lahirnya kolaborasi baru diyakini akan semakin terbuka. Tidak hanya berdampak pada perkembangan bisnis olahraga, tetapi juga memberi manfaat bagi kemajuan sepak bola Indonesia dalam jangka panjang.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : SyanFootball
Oxford United Klub sepak bola milik orang Indonesia Bakrie Group erick thohir Como 1907