JAKARTA - Cara meraih kesuksesan melalui dunia online tidak selalu harus dimulai dengan mencari platform terbaik atau membuat konten sebanyak-banyaknya. Ada satu strategi penting yang perlu dipahami pelaku bisnis digital, yakni marketing funnel.
Cara meraih kesuksesan melalui dunia online dengan marketing funnel membantu pebisnis memahami perjalanan calon pelanggan sejak pertama kali mengenal sebuah brand hingga melakukan pembelian. Strategi ini membuat pemasaran menjadi lebih terarah karena setiap tahap memiliki pendekatan berbeda.
Baca Juga: Sejarah dan Perjalanan Negara Indonesia Dari Sriwijaya, Majapahit hingga Merdeka
Cara meraih kesuksesan melalui dunia online juga tidak berhenti ketika konsumen sudah membeli produk. Justru setelah transaksi terjadi, pelaku usaha perlu membangun hubungan agar pelanggan kembali membeli dan bahkan merekomendasikan produk kepada orang lain.
Dimulai dari Awareness
Marketing funnel pada dasarnya menggambarkan perjalanan konsumen dalam mengenal hingga mempercayai sebuah bisnis. Tahap pertama adalah awareness atau kesadaran.
Pada tahap ini, bisnis harus membuat calon konsumen mengetahui keberadaan brand. Kesalahan yang sering terjadi adalah langsung menawarkan produk atau memberikan diskon ketika calon pelanggan bahkan belum mengenal brand tersebut.
Ibarat hubungan antarmanusia, sebuah bisnis perlu memperkenalkan diri terlebih dahulu. Konten media sosial, iklan digital, dan berbagai bentuk komunikasi dapat digunakan untuk memperluas jangkauan.
Misalnya, sebuah brand skincare baru memasang iklan di Instagram. Orang yang melihat iklan tersebut belum tentu langsung membeli. Mereka mungkin hanya mengetahui bahwa ada brand skincare baru dengan produk tertentu.
Karena itu, komunikasi pada tahap awareness sebaiknya dilakukan secara konsisten dan memberikan informasi yang bermanfaat.
Membuat Konsumen Mulai Tertarik
Setelah mengenal brand, sebagian calon pelanggan akan masuk ke tahap consideration. Di sinilah konsumen mulai mempertimbangkan apakah produk tersebut memang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Calon pembeli biasanya mulai mengunjungi media sosial, website atau marketplace. Mereka melihat harga, fitur, manfaat, kualitas hingga berbagai informasi lainnya.
Strategi pada tahap ini tidak bisa disamakan dengan awareness. Jika sebelumnya fokusnya adalah memperkenalkan brand, consideration harus menjawab pertanyaan konsumen mengenai alasan mengapa mereka membutuhkan produk tersebut.
Semakin jelas informasi yang diberikan, semakin mudah calon pelanggan menentukan apakah produk sesuai dengan kebutuhan mereka.
Baca Juga: Sejarah dan Perjalanan Negara Indonesia Dari Manusia Purba hingga Majapahit
Conversion Menentukan Transaksi
Tahap berikutnya adalah conversion, yaitu ketika calon pelanggan akhirnya melakukan pembelian. Pada fase ini, bisnis perlu menghilangkan keraguan yang masih muncul.
Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah mengarahkan calon konsumen ke WhatsApp Business. Dengan komunikasi langsung melalui customer service, bisnis bisa mengetahui pertanyaan dan alasan yang membuat pelanggan masih ragu membeli.
Iklan digital juga dapat diarahkan langsung ke layanan percakapan tersebut. Dengan demikian, konsumen tidak harus mencari informasi sendiri karena dapat berkomunikasi dengan pihak bisnis.
Customer service yang responsif menjadi bagian penting dalam proses conversion. Semakin mudah konsumen mendapatkan jawaban, semakin kecil hambatan mereka untuk mengambil keputusan.
Setelah Membeli, Jangan Lepaskan Pelanggan
Transaksi bukan akhir dari marketing funnel. Pelanggan yang sudah membeli harus dijaga melalui tahap loyalty atau loyalitas.
Konsep customer relationship management atau CRM dapat digunakan untuk mempertahankan hubungan dengan pelanggan. Bisnis dapat memanfaatkan database pelanggan untuk memberikan informasi, penawaran, atau komunikasi yang relevan.
Tujuan akhirnya adalah mendorong pembelian berulang. Pelanggan yang puas dan terus menggunakan produk berpotensi menjadi aset penting bagi bisnis dalam jangka panjang.
Pelanggan Bisa Menjadi Promotor Gratis
Tahap paling tinggi dalam funnel adalah advocacy. Pada tahap ini, pelanggan tidak hanya membeli, tetapi juga merekomendasikan produk kepada orang lain.
Kondisi tersebut menjadi keuntungan besar karena pelanggan secara tidak langsung membantu memasarkan bisnis. Strategi seperti referral, member get member, promo beli berdua, maupun hadiah tertentu dapat digunakan untuk mendorong rekomendasi.
Namun, promosi tidak akan maksimal jika produk dan pelayanan mengecewakan. Pengalaman pelanggan tetap menjadi fondasi utama agar seseorang mau merekomendasikan sebuah brand.
Memahami marketing funnel membuat pelaku usaha tidak sekadar berpikir tentang bagaimana menjual produk sebanyak mungkin. Mereka dapat melihat kebutuhan konsumen pada setiap tahap dan menyesuaikan strategi pemasaran.
Dengan pola tersebut, bisnis online memiliki peluang lebih besar untuk membangun pelanggan baru, meningkatkan pembelian berulang, hingga menciptakan pelanggan yang ikut mempromosikan brand secara sukarela.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Raymond chin