Investasi ETF untuk Pemula: Modal Rp16 Ribu per Hari Diklaim Bisa Jadi Rp1 Miliar, Ini Penjelasannya

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:05 WIB
Investasi ETF untuk pemula disebut bisa dimulai dari Rp16 ribu per hari. Simak cara kerja, manfaat, risiko, dan strategi membangun aset jangka panjang.(Pinterest)
Investasi ETF untuk pemula disebut bisa dimulai dari Rp16 ribu per hari. Simak cara kerja, manfaat, risiko, dan strategi membangun aset jangka panjang.(Pinterest)

JAKARTA – Investasi ETF untuk pemula kembali menjadi sorotan setelah sebuah video edukasi finansial membahas strategi membangun aset jangka panjang dengan modal mulai Rp16 ribu per hari. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa kunci memperoleh hasil investasi bukan berasal dari cara cepat kaya, melainkan konsistensi, disiplin, dan memanfaatkan efek bunga berbunga (compound interest).

Pembahasan mengenai investasi ETF untuk pemula itu juga menekankan pentingnya memahami alasan seseorang harus mulai berinvestasi sejak dini. Menurut pemateri, investasi diperlukan agar nilai uang tidak terus tergerus inflasi yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun dari waktu ke waktu.

Melalui penjelasan tersebut, investasi ETF untuk pemula dinilai sebagai salah satu pilihan yang lebih sederhana dibanding memilih saham individual. Investor tidak perlu menebak perusahaan mana yang akan berkembang di masa depan karena dana ditempatkan ke dalam kumpulan saham berbagai perusahaan besar.

Baca Juga: Cara Meraih Kesuksesan Melalui Dunia Online Makin Terbuka, Ini 8 Peluang yang Bisa Dicoba

Mengapa Investasi Penting?

Video tersebut menjelaskan bahwa menyimpan uang di rekening tabungan dalam jangka panjang belum tentu mampu mengimbangi kenaikan harga barang. Inflasi membuat nilai uang terus menurun sehingga dana yang dimiliki perlu diinvestasikan agar memiliki peluang tumbuh.

Selain pertumbuhan nilai aset, investasi juga memberikan manfaat melalui efek compound interest atau bunga berbunga. Konsep ini memungkinkan keuntungan yang diperoleh kembali menghasilkan keuntungan baru sehingga nilai investasi dapat berkembang lebih cepat seiring berjalannya waktu.

Pemateri mencontohkan, seseorang yang rutin berinvestasi setiap bulan dengan tingkat imbal hasil rata-rata sekitar 10 persen per tahun berpotensi memperoleh pertumbuhan aset yang jauh lebih besar dibanding hanya menabung.

ETF Disebut Lebih Cocok untuk Pemula

Alih-alih langsung membeli saham perusahaan tertentu, pemateri menyarankan investor baru mempertimbangkan Exchange Traded Fund (ETF).

ETF merupakan produk investasi yang berisi kumpulan saham dari banyak perusahaan dalam satu paket. Dengan membeli satu unit ETF, investor secara tidak langsung memiliki sebagian kecil kepemilikan di berbagai perusahaan sekaligus.

Keuntungan utama ETF adalah diversifikasi. Jika salah satu perusahaan mengalami penurunan kinerja, masih ada ratusan perusahaan lain yang dapat membantu menjaga stabilitas portofolio.

Video tersebut mencontohkan ETF yang berisi 500 perusahaan terbesar di Amerika Serikat maupun ETF berbasis sektor teknologi yang mencakup perusahaan seperti Apple, Microsoft, Amazon, hingga Nvidia.

Selain itu, biaya pengelolaan ETF disebut relatif rendah dibanding sejumlah produk investasi lain sehingga dinilai lebih efisien untuk investasi jangka panjang.

Perhatikan Kondisi Keuangan Sebelum Berinvestasi

Meski mendorong masyarakat mulai berinvestasi, pemateri mengingatkan ada dua hal penting yang perlu dipastikan lebih dahulu.

Pertama, melunasi utang berbunga tinggi seperti kartu kredit atau pinjaman online. Menurutnya, mengurangi beban bunga tinggi dapat memberikan manfaat finansial yang lebih besar dibanding langsung berinvestasi.

Kedua, memiliki dana darurat minimal tiga hingga enam bulan pengeluaran. Dana ini penting agar investor tidak terpaksa menjual aset investasi ketika menghadapi kondisi darurat atau saat harga pasar sedang turun.

Baca Juga: 7 Cara Meraih Kesuksesan Melalui Dunia Online yang Bisa Jadi Sumber Penghasilan

Mulai Sedini Mungkin

Dalam video tersebut juga dijelaskan bahwa waktu terbaik memulai investasi adalah sedini mungkin. Semakin lama dana diinvestasikan, semakin besar peluang menikmati efek compound interest.

Sebagai ilustrasi, dua orang yang menginvestasikan dana dengan nominal berbeda dapat memperoleh hasil yang jauh berbeda apabila salah satunya memulai lebih awal. Investor yang mulai sejak usia muda disebut berpotensi memiliki aset lebih besar meski total dana yang disetor lebih kecil.

Karena itu, investasi jangka panjang menjadi strategi yang lebih disarankan dibanding membeli dan menjual aset dalam waktu singkat.

Modal Rp16 Ribu Per Hari

Pemateri juga menyampaikan simulasi sederhana bahwa investasi sekitar Rp16 ribu per hari atau sekitar Rp480 ribu per bulan pada instrumen yang mampu menghasilkan rata-rata imbal hasil tinggi dalam jangka panjang berpotensi berkembang menjadi sekitar Rp1 miliar dalam lebih dari dua dekade.

Namun, ia menegaskan bahwa simulasi tersebut bukan jaminan keuntungan. Nilai investasi tetap dipengaruhi kondisi pasar sehingga hasil setiap investor dapat berbeda.

Pesan utama yang disampaikan adalah membangun kebiasaan berinvestasi secara rutin, tidak panik saat pasar mengalami koreksi, serta mempertahankan investasi dalam jangka waktu panjang agar peluang pertumbuhan aset menjadi lebih optimal.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Pandeka Investasi ETF
Compound Interest Investasi ETF untuk Pemula ETF Investasi Modal Kecil investasi jangka panjang