Bebek Teman Ayam Tulungagung: Berawal dari Resep Rumahan, Kini Jadi Kuliner Favorit Berkat Filosofi Pantang Menyerah

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:05 WIB
Bebek Teman Ayam Tulungagung sukses berkembang dari resep rumahan menjadi kuliner favorit berkat kerja keras, inovasi, dan filosofi pantang menyerah.(Pinterest)
Bebek Teman Ayam Tulungagung sukses berkembang dari resep rumahan menjadi kuliner favorit berkat kerja keras, inovasi, dan filosofi pantang menyerah.(Pinterest)

TULUNGAGUNG – Bebek Teman Ayam Tulungagung menjadi salah satu kisah sukses usaha kuliner lokal yang berkembang dari dapur rumah hingga dikenal luas masyarakat. Di balik kesuksesan tersebut, pasangan Henri Gunawan dan Jeni Tandiono mengaku membangun bisnis melalui proses panjang, penuh trial and error, serta berpegang pada prinsip terus belajar dan tidak mudah menyerah.

Jeni Tandiono, owner Bebek Teman Ayam Tulungagung, mengatakan ide membuka usaha berawal dari keinginannya memiliki bisnis sendiri. Terinspirasi ayam goreng buatan sang ibu, ia mencoba menghadirkan konsep comfort food yang mampu memberikan rasa seperti makanan rumahan.

Menurutnya, menemukan resep terbaik bukan perkara mudah. Selama sekitar enam bulan, ia bersama suaminya melakukan berbagai percobaan untuk mendapatkan tekstur ayam yang empuk dengan bumbu yang meresap. Berbagai kegagalan menjadi bagian penting sebelum akhirnya menu andalan mereka diterima masyarakat Tulungagung.

Baca Juga: Cara Jualan Produk Digital di Link ID untuk Pemula, Modal HP Bisa Raih Penghasilan Tanpa Stok Barang

Berawal Saat Pandemi Covid-19

Usaha tersebut mulai dirintis pada masa pandemi ketika pembatasan aktivitas mulai dilonggarkan. Dengan modal utama berupa resep keluarga, keduanya mengerjakan hampir seluruh proses produksi secara mandiri.

Henri mengungkapkan, pada masa awal usaha mereka harus bekerja hingga larut malam. Mulai dari mengolah ayam, mengemas produk, meracik minuman, hingga menyimpan stok di freezer dilakukan sendiri.

Produksi yang semula hanya sekitar 10 ekor ayam kini meningkat menjadi sekitar 100 hingga 150 ekor dalam sekali produksi. Peningkatan tersebut terjadi secara bertahap seiring bertambahnya pelanggan yang datang maupun memesan makanan.

Menolak Ekspansi Demi Menjaga Kualitas

Meski beberapa kali mendapat tawaran membuka cabang maupun sistem kemitraan, pasangan ini memilih berhati-hati. Mereka mengaku belum ingin memperluas bisnis sebelum yakin mampu menjaga standar kualitas di setiap lokasi.

Henri menilai membangun sebuah merek tidak hanya soal menerima investasi atau membuka cabang sebanyak mungkin. Menurutnya, kualitas produk harus tetap menjadi prioritas agar pelanggan memperoleh pengalaman yang sama di setiap tempat.

Karena itu, mereka masih fokus memperkuat operasional di Tulungagung sambil mempersiapkan sistem yang lebih matang apabila suatu saat melakukan ekspansi.

Selalu Belajar dan Menguasai Bisnis

Henri memiliki filosofi unik dalam menjalankan usaha. Ia mengaku lebih senang menganggap dirinya "orang bodoh" agar terus memiliki keinginan belajar.

Baginya, seorang pengusaha harus menguasai seluruh proses bisnis yang dijalankan. Mulai dari produksi, pelayanan, hingga pemasaran harus dipahami sehingga usaha tetap dapat berjalan meski menghadapi berbagai perubahan.

Prinsip tersebut juga diterapkan ketika mereka harus mengembangkan menu bebek setelah sempat bekerja sama dengan mitra yang memiliki keahlian di bidang tersebut. Seluruh proses kembali dilakukan melalui berbagai percobaan hingga menghasilkan resep yang sesuai standar.

Saat ini, tim Bebek Teman Ayam Tulungagung telah berkembang menjadi sekitar 25 karyawan yang terbagi dalam operasional restoran, produksi, hingga administrasi.

Baca Juga: Cara Jualan Produk Digital di Link ID, Modal HP Bisa Raup Penghasilan Jutaan, Cocok untuk Pemula

Terus Berinovasi Mengembangkan Usaha

Selain mengandalkan pelanggan restoran, pasangan ini juga mengembangkan layanan katering harian untuk perkantoran dengan menu yang berganti setiap hari kerja.

Mereka mulai memperkuat strategi pemasaran melalui media sosial, menggandeng influencer, mengikuti pameran kuliner, hingga terus mencari pemasok bahan baku terbaik demi menjaga kualitas produk.

Henri menegaskan dirinya tidak pernah merasa menjadi yang terbaik. Justru dengan menganggap diri bukan nomor satu, ia selalu memiliki ruang untuk belajar dari kompetitor dan menghadirkan inovasi baru.

Filosofi Pendidikan dan Semangat Pantang Menyerah

Di luar dunia bisnis, Henri juga membagikan pandangannya mengenai pendidikan anak. Ia mengadopsi filosofi Ki Hajar Dewantara yang menekankan pentingnya memberi teladan, mendampingi, lalu memberikan dorongan ketika anak menghadapi kesulitan.

Menurutnya, proses merupakan bagian penting dalam membentuk karakter seseorang. Karena itu, setiap kegagalan harus dinikmati sebagai pembelajaran untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Kepada generasi muda yang ingin memulai usaha, Henri dan Jeni berpesan agar tidak mudah menyerah, tidak terlalu banyak berpikir negatif, serta berani mengambil langkah selama risikonya masih terukur.

Mereka juga menekankan pentingnya bekerja keras, terus belajar, menjaga kesederhanaan, serta selalu melibatkan Tuhan dalam setiap proses usaha. Prinsip "Always Find a Way" menjadi pegangan mereka hingga kini dalam mengembangkan Bebek Teman Ayam Tulungagung.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Pecah Telur
Bebek Teman Ayam Tulungagung Henri Gunawan Jeni Tandiono usaha kuliner bisnis kuliner sukses