TULUNGAGUNG – Bebek Teman Ayam Tulungagung menjadi salah satu bisnis kuliner lokal yang berhasil bertahan dan terus berkembang sejak berdiri pada 2021. Di balik kesuksesan restoran dengan konsep comfort food ini, terdapat kisah perjuangan pasangan Henri Gunawan dan Jeni Tandiono yang memulai usaha dari resep keluarga, kerja keras, serta semangat pantang menyerah.
Bebek Teman Ayam Tulungagung lahir saat pandemi Covid-19 mulai melonggar. Berbekal resep ayam goreng warisan keluarga, pasangan suami istri tersebut memberanikan diri membuka restoran dengan tujuan menghadirkan cita rasa masakan rumahan yang membuat pelanggan merasa seperti pulang ke rumah.
Henri mengungkapkan bahwa sejak awal sang istri memang memiliki keinginan kuat untuk mempunyai usaha sendiri. Dukungan penuh dari suami menjadi modal utama hingga akhirnya keduanya memutuskan merintis bisnis kuliner meski belum memiliki latar belakang pendidikan di bidang food and beverage (FnB).
Berawal dari Resep Rumahan
Jeni mengaku proses menemukan cita rasa terbaik tidaklah mudah. Selama kurang lebih enam bulan, ia melakukan berbagai percobaan untuk mendapatkan tekstur ayam yang empuk dengan bumbu yang benar-benar meresap.
Mulai dari tingkat kematangan, komposisi bumbu hingga rasa, semuanya terus diperbaiki melalui proses trial and error. Menurutnya, pengalaman tersebut justru menjadi bekal penting sebelum menu disajikan kepada pelanggan.
Konsep yang diusung pun sederhana, yakni menghadirkan makanan rumahan yang mampu membangkitkan rasa rindu akan masakan ibu di rumah. Filosofi tersebut menjadi identitas utama Bebek Teman Ayam hingga kini.
Merintis dari Nol Saat Pandemi
Perjalanan bisnis tidak selalu berjalan mulus. Pada masa awal membuka restoran, Henri dan Jeni mengerjakan hampir seluruh proses produksi sendiri.
Siang hari mereka melayani pelanggan di restoran, sementara malam harinya memproduksi ayam, mengemas makanan, hingga menyimpan stok di freezer. Bahkan seluruh proses mulai dari membersihkan ayam, memotong, memasak, hingga mengirim pesanan dilakukan berdua.
Produksi yang awalnya hanya sekitar 10 ekor ayam per hari kini meningkat drastis menjadi sekitar 100 hingga 150 ekor dalam sekali produksi.
Henri menilai setiap pengusaha harus memahami seluruh proses bisnis yang dijalankan. Menurutnya, pemilik usaha tidak boleh bergantung sepenuhnya kepada karyawan agar bisnis tetap berjalan meski terjadi perubahan dalam tim.
Fokus Menjaga Kualitas Sebelum Ekspansi
Meski beberapa kali mendapat tawaran membuka cabang maupun franchise, Henri mengaku belum ingin terburu-buru melakukan ekspansi.
Baginya, menjaga kualitas produk jauh lebih penting dibanding mengejar pertumbuhan bisnis secara cepat. Ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap pelanggan mendapatkan kualitas makanan yang sama di setiap tempat.
Selain restoran, BTA Corner kini juga mengembangkan layanan katering harian bagi perkantoran di Tulungagung. Menu berganti setiap hari dengan konsep masakan rumahan yang menjadi ciri khas mereka.
Untuk memperluas pasar, manajemen mulai memanfaatkan media sosial, bekerja sama dengan pihak ketiga di bidang pemasaran, menggunakan influencer, hingga mengikuti berbagai pameran kuliner guna memperkaya wawasan dan melihat perkembangan industri makanan.
Baca Juga: Cara Jualan Produk Digital di Link ID untuk Pemula, Modal HP Bisa Raih Penghasilan Tanpa Stok Barang
Filosofi Selalu Belajar dan Tidak Mudah Menyerah
Henri memiliki prinsip yang selalu dipegang selama menjalankan usaha, yakni menganggap diri sebagai orang yang terus belajar.
Menurutnya, seseorang yang merasa belum tahu akan selalu terdorong untuk mencari ilmu, memperbaiki kesalahan, dan berkembang. Filosofi tersebut menjadi dasar dalam menjalankan bisnis maupun membangun tim yang kini telah berjumlah sekitar 25 orang.
Ia juga percaya bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak datang secara instan. Setiap proses harus dinikmati karena tantangan akan membentuk mental seorang pengusaha menjadi lebih kuat.
Henri bahkan meyakini enam bulan pertama merupakan masa penentu bagi bisnis kuliner. Jika mampu melewati fase tersebut dengan baik, peluang untuk terus berkembang akan semakin besar.
Terus Berkembang dengan Prinsip Always Find a Way
Ke depan, Jeni berencana memperkuat struktur organisasi perusahaan sebelum membuka cabang baru. Beberapa tugas operasional mulai didelegasikan kepada tim agar dirinya dapat lebih fokus mengembangkan bisnis.
Sementara Henri menegaskan bahwa seluruh langkah bisnis selalu dijalankan dengan prinsip "Always Find a Way", yaitu selalu mencari solusi di setiap tantangan tanpa mudah menyerah.
Bagi pasangan asal Tulungagung tersebut, membangun usaha bukan hanya tentang mengejar keuntungan, tetapi juga menjadi berkat bagi banyak orang melalui kualitas produk, pelayanan, dan kesempatan kerja yang terus bertambah.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Pecah Telur