Indomobil eMotor Sprinto Punya Jarak Tempuh 110 Km, Fitur Lengkap dan Desain Sporty

Arsya Aulia Velinka Putri • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:06 WIB
Indomobil eMotor Sprinto punya baterai 2,45 kWh, jarak tempuh 110 km, top speed 90 km/jam, layar sentuh, dan fitur keyless.
Indomobil eMotor Sprinto punya baterai 2,45 kWh, jarak tempuh 110 km, top speed 90 km/jam, layar sentuh, dan fitur keyless.

 

JAKARTA - Indomobil eMotor Sprinto hadir sebagai motor listrik di segmen skutik sporty dengan desain agresif dan sejumlah fitur modern. Dalam ulasan channel Autoret XD, Sprinto dibekali baterai lithium 2,45 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 110 kilometer dengan kecepatan maksimal 90 km/jam.

Dari sisi tampilan, Sprinto mengusung desain skutik sporty dengan permainan warna yang cukup atraktif. Bentuk lampu depan dan daytime running light (DRL) disebut memiliki kemiripan dengan salah satu skutik Honda. Namun, kombinasi warna dan grafis pada Sprinto dibuat lebih ramai untuk menonjolkan karakter sporty.

Sebagai motor listrik, Sprinto menggunakan motor listrik model hub wheel yang berada di bagian roda belakang. Motor tersebut disebut mampu menghasilkan tenaga 4,7 PS dengan torsi hingga 195 Nm. Baterai yang digunakan berkapasitas 2,45 kWh dengan bahan lithium.

Baca Juga: PAK 2026 Kota Blitar Dipakai Tambal Minus Operasional, UHC Kurang Rp 3 Miliar

Kaki-Kaki dan Fitur Berkendara

Pada bagian kaki-kaki, Sprinto menggunakan suspensi teleskopik di depan dan twin shock adjustable di belakang. Suspensi belakang dapat disesuaikan. Peleknya berukuran 14 inci untuk bagian depan maupun belakang.

Ukuran ban depan yang digunakan adalah 90/90, sedangkan ban belakang 100/80. Sistem pengereman sudah menggunakan disc brake pada roda depan dan belakang. Namun, Sprinto tidak menggunakan ABS dan sebagai gantinya memakai sistem combine brake system.

Bagian panel instrumen menjadi salah satu fitur yang cukup menonjol. Sprinto menggunakan speedometer full digital yang sudah mendukung layar sentuh. Tampilan awal ketika motor dinyalakan disebut menyerupai tampilan pada mobil.

Panel tersebut juga dapat melakukan screen mirroring dan terhubung dengan smartphone. Pengguna dapat mengakses berbagai informasi serta memutar musik. Motor ini juga dilengkapi speaker.

Tersedia beberapa mode berkendara, termasuk mode Sport dan Boost. Panel instrumen juga menampilkan informasi seperti G-Force meter serta tire pressure monitoring system atau pemantau tekanan ban.

Pada bagian kontrol, tersedia pengaturan regenerative braking, tombol shift dan mundur, lampu jauh dan dekat, hazard, sein, klakson, serta tombol parkir. Sprinto juga memiliki fitur untuk mengunci fungsi gas ketika kondisi tertentu sehingga motor tidak dapat langsung digas.

Sistem penguncian menggunakan teknologi keyless. Motor dapat dinyalakan tanpa memasukkan anak kunci, meski sistem juga masih menyediakan opsi menggunakan kunci.

Baca Juga: Tim Medis Kawal Penuh BEN Carnival, 30 Nakes dan 6 Ambulans Disiagakan untuk Antisipasi Penonton Pin

Bagasi dan Pengisian Baterai

Untuk penyimpanan, Sprinto memiliki kompartemen terbuka di bagian kiri. Ruang tersebut dapat digunakan untuk menaruh botol, meski kedalamannya disebut tidak terlalu besar. Tersedia pula port USB Type-C dan USB Type-E.

Bagian tengah dilengkapi hook berbahan besi. Sementara itu, dek kaki dibuat rata sehingga dapat digunakan untuk membawa barang tertentu. Meskipun tidak terlalu luas, dek rata tersebut dinilai praktis untuk kebutuhan sehari-hari.

Tinggi jok Sprinto disebut sekitar 770 milimeter dengan bobot motor lebih dari 100 kilogram. Dalam ulasan, posisi duduk dinilai masih mudah digunakan untuk aktivitas stop and go. Pengulas dengan tinggi tertentu juga dapat menapak dengan kedua kaki.

Bagasi di bawah jok tergolong cukup luas dan mampu menampung charger bawaan. Namun, ruang tersebut tidak dapat digunakan untuk menyimpan helm berukuran besar. Helm anak disebut masih mungkin masuk karena terdapat ruang dengan bentuk tertentu di bagian dalam jok.

Baterai motor dapat diakses dari bagian bawah jok. Namun, baterai tidak dapat dilepas begitu saja karena masih terdapat baut yang perlu dibuka untuk mengeluarkannya. Hal tersebut membuat baterai tidak mudah diambil secara langsung.

Lubang pengisian daya berada di balik jok, bukan di bagian luar bodi. Kabel charger dapat tetap terpasang ketika jok ditutup karena tersedia bagian khusus untuk jalur kabel.

Pada bagian belakang, Sprinto juga menggunakan behel berbahan besi. Secara keseluruhan, motor ini dalam ulasan tersebut dinilai cocok bagi pengguna yang menginginkan skutik listrik bergaya sporty dengan fitur cukup lengkap, jarak tempuh hingga 110 kilometer, serta penggunaan untuk aktivitas harian di dalam kota.

 

Source: Youtube/@AutonetMagz

Editor : Arsya Aulia Velinka Putri
skutik listrik motor listrik Indomobil motor listrik