JAKARTA - Usaha modal kecil untung besar menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin mulai berdagang tanpa harus menyiapkan dana besar. Kisah Sapto Sejati, penjual aneka cireng di Gunung Putri, Bogor, menunjukkan bahwa usaha makanan dapat dimulai dengan modal terbatas.
Sapto mengaku pernah memulai usaha dengan modal Rp50.000. Menurutnya, modal bukan satu-satunya hal yang menentukan keberlangsungan usaha. Mental, keyakinan, dan sikap optimistis juga diperlukan ketika seseorang memutuskan untuk berdagang.
"Orang dagang itu orang pada bilang mau dagang itu perlu modal," ujar Sapto dalam video tersebut. Ia kemudian menceritakan pengalamannya memulai usaha dengan modal Rp50.000 hingga usahanya dapat terus berkembang.
Baca Juga: Motor Yamaha Terbaru 2026 Paling Murah Rp19 Jutaan, Ini Daftar Harganya
Sapto kini berjualan rujak cireng di kawasan Gunung Putri, Bogor. Ia membuka dagangan dari sekitar pukul 16.00 hingga 24.00. Lokasi jualannya berada di depan toko listrik Surya Agung di kawasan Griya Bukit Jaya.
Menu yang ditawarkan cukup beragam. Selain rujak cireng dengan bumbu rujak, Sapto menjual cireng ayam kuah pedas dan cipeng. Cipeng merupakan cireng gepeng yang menjadi salah satu menu yang dikembangkan dalam usahanya.
Baca Juga: Motor Yamaha Terbaru 2026 Masih di Bawah Rp20 Juta, Ini Sosok Vega Force
Bahan dasar cipeng tetap menggunakan tepung tapioka atau sagu, bawang putih, dan garam. Untuk bumbunya, Sapto menggunakan perpaduan beberapa rasa, di antaranya bumbu tabur sapi panggang, minyak bawang, dan jeruk. Perpaduan tersebut menjadi ciri rasa yang ditawarkan kepada pembeli.
Sapto mengatakan cipeng baru berjalan sekitar empat bulan. Meski tergolong menu baru, produk tersebut sudah memiliki reseller. Ia juga melihat minat masyarakat terhadap makanan kekinian sebagai peluang untuk mengembangkan dagangannya.
Baca Juga: Motor Yamaha Terbaru 2026 Masih Dijual di Bawah Rp20 Juta, Ini Sosoknya
Harga cipeng dan menu lainnya dipatok mulai Rp10.000 per porsi. Pembeli juga diperbolehkan membeli dalam porsi yang lebih kecil. Cara tersebut memberi kesempatan kepada calon pembeli yang ingin mencoba produk sebelum membeli dalam jumlah lebih banyak.
Dari sisi bahan baku, Sapto menjelaskan bahwa sagu dapat dibeli dengan harga sekitar Rp8.500 per kilogram. Ia kemudian memperkirakan biaya bahan menjadi sekitar Rp20.000 per kilogram setelah memperhitungkan kebutuhan lainnya.
Satu kilogram bahan tersebut dapat menghasilkan sekitar 10 porsi. Dengan perhitungan sederhana itu, bahan sebanyak satu kilogram dapat menghasilkan nilai penjualan sekitar Rp100.000 apabila seluruh porsi terjual.
Baca Juga: Motor Yamaha Terbaru 2026, Harga OTR Jakarta Mulai Rp19 Jutaan
Dalam penjualan sehari-hari, Sapto menyebut kebutuhan bahan baku bisa mencapai sekitar enam kilogram. Dari jumlah tersebut, omzet yang diperoleh sekitar Rp600.000 pada hari biasa. Ketika malam minggu dan berjualan di lokasi yang lebih ramai, penggunaan bahan bisa meningkat menjadi delapan hingga 10 kilogram.
Jika mencapai 10 kilogram, omzet yang disebutkan Sapto bisa sekitar Rp1 juta. Pada malam minggu, ia berjualan di kawasan Pakansari, tepatnya di sekitar jalan lingkar keluar Tol Lingkar Pakansari, dengan waktu berjualan yang menyesuaikan kondisi dan keramaian pembeli.
Perjalanan tersebut menjadi contoh bahwa usaha makanan tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Sapto menekankan pentingnya keberanian untuk memulai dan tidak mudah menyerah.
Baca Juga: Motor Yamaha Terbaru 2026 Lengkap dengan Harga Mulai Rp19 Jutaan
Ia juga mengajak orang yang ingin berdagang untuk memanfaatkan kemampuan yang dimiliki. Menurut Sapto, modal kecil tetap dapat digunakan untuk memulai usaha selama pelaku usaha memiliki optimisme dan keyakinan untuk menjalankannya.
Kisah tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana produk sederhana seperti cireng dapat dikembangkan menjadi beberapa varian. Dari rujak cireng, cireng ayam kuah pedas hingga cipeng, Sapto mencoba menawarkan pilihan yang dapat menarik perhatian pembeli.
Bagi calon pedagang yang sedang mencari usaha modal kecil untung besar, pengalaman Sapto menunjukkan bahwa langkah awal tidak harus selalu membutuhkan dana besar. Yang terpenting adalah menyesuaikan jenis dagangan dengan kemampuan modal dan terus mengembangkan produk sesuai peluang yang ditemukan di lapangan.
Baca Juga: Harga Mitsubishi L300 2026 Rp231 Juta, Ini Spesifikasi dan Perubahannya
Course: YouTube @JAJANRANGER
Editor : Agnes Adelia Hernanda