JAKARTA - Desil bansos menjadi salah satu istilah yang ramai dibicarakan masyarakat karena berkaitan dengan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga. Data tersebut digunakan untuk melihat posisi ekonomi masyarakat sekaligus menjadi salah satu dasar penentuan kelompok yang diprioritaskan mendapatkan bantuan sosial.
Desil bansos dapat dicek secara online melalui situs resmi Cek Bansos. Masyarakat hanya perlu memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) kepala keluarga dan kode captcha untuk melihat data yang tercatat dalam sistem.
Penjelasan mengenai cara mengecek desil tersebut disampaikan melalui kanal YouTube Yukata ID. Dalam video itu, ditunjukkan pula contoh hasil pengecekan yang menampilkan posisi desil keluarga sekaligus status sejumlah program bantuan.
Baca Juga: Cek Desil Bansos Lewat HP, NIK KTP Bisa Dicek Tanpa Instal Aplikasi
Cara Mengetahui Posisi Desil
Masyarakat yang ingin mengetahui desil bansos dapat membuka browser pada ponsel atau komputer. Selanjutnya, cari situs Cek Bansos melalui mesin pencari Google dan pilih laman resmi di alamat cekbansos.go.id.
Setelah laman terbuka, pengguna diminta memasukkan NIK kepala keluarga. NIK yang digunakan merupakan nomor identitas yang tercantum pada KTP kepala keluarga.
Berikutnya, masukkan kode captcha sesuai tulisan yang muncul pada halaman. Setelah semua data terisi, tekan tombol “Cari Data”.
Sistem kemudian akan memproses permintaan dan menampilkan hasil pencarian. Data yang muncul dapat memuat nama kepala keluarga, posisi desil, serta status kepesertaan dalam sejumlah program bantuan.
Jika kode captcha yang dimasukkan tidak sesuai, pencarian harus dilakukan kembali menggunakan kode baru. Proses pemuatan data juga dapat membutuhkan waktu sehingga pengguna perlu menunggu hingga hasil ditampilkan.
Desil 1 sampai 4 Jadi Prioritas
Dalam penjelasan video, masyarakat dikelompokkan ke dalam desil 1 hingga desil 10 berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi.
Desil 1 menggambarkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Kelompok ini disebut berada dalam kategori sangat miskin, dengan kondisi pekerjaan dan pendapatan yang cenderung tidak stabil.
Desil 2 masuk kategori miskin. Kondisi ekonominya masih ditandai pendapatan rendah dan kerentanan terhadap perubahan ekonomi.
Kemudian desil 3 disebut sebagai kelompok hampir miskin. Kelompok ini dinilai masih rentan mengalami penurunan kondisi ekonomi, misalnya akibat kenaikan harga atau kehilangan pekerjaan.
Sementara desil 4 berada dalam kategori rentan miskin. Kondisi ekonominya relatif lebih stabil, tetapi masih memiliki kerentanan ketika menghadapi berbagai tekanan ekonomi.
Keempat kelompok tersebut disebut sebagai prioritas penerima bansos reguler dalam penjelasan video.
Adapun desil 5 berada pada kondisi ekonomi yang disebut sudah mendekati aman. Dalam video, kelompok ini masih disebut dapat memperoleh bantuan tertentu, terutama yang berkaitan dengan jaminan kesehatan PBI JK.
Baca Juga: Cara Mengubah Desil Data Bansos, Pahami Dulu Cara Menghitung Nilai Desil
Desil 6 sampai 10 Tidak Menjadi Prioritas
Kelompok desil 6 sampai 10 digambarkan sebagai masyarakat dengan tingkat kesejahteraan menengah hingga atas. Kelompok tersebut disebut tidak menjadi prioritas untuk menerima bantuan sosial reguler.
Video Yukata ID juga menampilkan contoh pembagian pendapatan yang dikaitkan dengan desil. Desil 1 disebut memiliki pendapatan di bawah Rp400 ribu per bulan. Desil 2 berada pada kisaran Rp480 ribu hingga Rp600 ribu.
Desil 3 berada di kisaran Rp600 ribu sampai Rp750 ribu, sedangkan desil 4 sekitar Rp750 ribu hingga Rp1,1 juta. Desil 5 disebut berada pada kisaran Rp1,1 juta sampai Rp1,8 juta.
Pendapatan di atas Rp1,8 juta dalam tabel yang ditampilkan video disebut masuk desil 6 ke atas.
Meski demikian, masyarakat tidak sebaiknya menentukan status penerima bansos hanya berdasarkan angka pendapatan tersebut. Posisi desil yang muncul pada sistem Cek Bansos menjadi informasi penting untuk melihat data keluarga yang tercatat.
Karena itu, masyarakat yang ingin mengetahui status desil dan bantuan sosial dapat melakukan pengecekan melalui situs resmi Cek Bansos. Hasil tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui posisi keluarga dalam pengelompokan kesejahteraan yang digunakan dalam penyaluran bantuan.
Editor : M. Helmi Nurhisam