JAKARTA - Update data desil dapat dilakukan masyarakat yang menemukan informasi kesejahteraan keluarganya tidak lagi sesuai dengan kondisi sebenarnya. Perubahan keadaan ekonomi seperti pendapatan, pekerjaan, jumlah anggota keluarga, hingga kondisi rumah dapat membuat data lama perlu diperbarui.
Masyarakat yang merasa posisi desilnya tidak menggambarkan kondisi terbaru dapat mengajukan pembaruan melalui saluran resmi. Salah satu jalurnya adalah aplikasi Cek Bansos yang dapat digunakan melalui ponsel.
Namun, update data desil tidak membuat status kesejahteraan berubah secara otomatis. Setiap pengajuan harus melewati pemeriksaan, verifikasi, dan validasi sebelum pemerintah menentukan hasil akhirnya.
Baca Juga: Masuk Desil 10 Belum Tentu Kaya, BPS Ungkap Cara Penentuan Data DTSEN
Perubahan Kondisi Keluarga Bisa Jadi Alasan Pembaruan
Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat menjadi 10 kelompok, mulai desil 1 sampai desil 10. Data tersebut digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan sasaran program perlindungan sosial.
Karena kondisi keluarga dapat berubah, data sosial ekonomi juga perlu mengikuti keadaan terbaru. Misalnya, seseorang yang sebelumnya mempunyai pekerjaan tetap kemudian kehilangan pekerjaan. Begitu pula ketika pendapatan keluarga mengalami perubahan atau jumlah anggota keluarga bertambah.
Perubahan kondisi tempat tinggal juga dapat menjadi informasi yang perlu diperbarui. Data keluarga yang sudah tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya dapat diajukan untuk dilakukan pemutakhiran.
Meski demikian, masyarakat perlu memahami bahwa pengajuan pembaruan bukan berarti posisi desil pasti turun. Berdasarkan hasil verifikasi, status desil dapat berubah, tetap, atau menyesuaikan dengan kondisi terbaru.
Siapkan Data Sebelum Mengajukan
Sebelum melakukan pembaruan melalui aplikasi Cek Bansos, masyarakat perlu menyiapkan data kependudukan. Beberapa informasi yang perlu tersedia antara lain Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga (KK), dan KTP.
Foto selfie juga perlu disiapkan apabila menjadi bagian dari persyaratan aplikasi. Selain itu, dokumen pendukung dapat diperlukan sesuai kebutuhan proses pengajuan.
Ketepatan data menjadi hal penting. NIK, nomor KK, nama, dan alamat yang dimasukkan harus sesuai dengan dokumen kependudukan resmi. Kesalahan pada informasi tersebut berpotensi menghambat pengajuan.
Secara umum, proses pengajuan melalui ponsel dapat dilakukan dengan membuka aplikasi Cek Bansos dari sumber resmi. Setelah itu, masyarakat perlu masuk menggunakan akun yang telah terdaftar atau melakukan pendaftaran apabila belum mempunyai akun.
Setelah berhasil masuk, periksa profil, data keluarga, serta informasi desil yang tercatat. Jika ditemukan ketidaksesuaian, gunakan fitur pembaruan data yang tersedia.
Isi informasi sesuai kondisi keluarga saat ini. Apabila sistem meminta dokumen pendukung, unggah sesuai ketentuan. Sebelum mengirim, periksa kembali seluruh informasi agar tidak terdapat kesalahan.
Setelah pengajuan dikirim, masyarakat tinggal menunggu proses pemeriksaan dan validasi.
Baca Juga: Desil 9 dan 10 Bukan Berarti Kaya Raya, Ini Penjelasan BPS soal Data Sosial Ekonomi
Jangan Percaya Perubahan Desil Instan
Proses update data desil membutuhkan verifikasi. Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan perubahan status secara instan dengan imbalan tertentu.
Perubahan data harus melalui mekanisme resmi. Pemerintah perlu memeriksa informasi yang diajukan untuk memastikan kondisi sosial ekonomi yang dilaporkan sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Jika mengalami kendala menggunakan aplikasi, masyarakat dapat meminta bantuan pemerintah desa atau kelurahan. Jalur tersebut dapat membantu warga dalam proses pengusulan pembaruan data sosial ekonomi.
Perlu diketahui pula bahwa perubahan desil tidak otomatis menjadikan seseorang penerima bantuan sosial. Desil hanya menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan sasaran program. Setiap program bantuan memiliki kriteria dan ketentuan masing-masing.
Karena itu, masyarakat yang mengalami perubahan kondisi ekonomi sebaiknya memastikan informasi keluarganya tetap sesuai dengan keadaan terbaru. Jika terdapat data yang keliru atau sudah tidak relevan, pembaruan melalui jalur resmi dapat dilakukan.
Hasil akhirnya tetap bergantung pada proses verifikasi, validasi, dan pemutakhiran data pemerintah. Dengan memberikan informasi yang benar, masyarakat turut membantu menjaga agar data sosial ekonomi lebih sesuai dengan kondisi keluarga di lapangan.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Kompas.com