JAKARTA - Cara melihat desil bansos kini dapat dilakukan secara online melalui browser di ponsel. Salah satu cara yang dibagikan dalam tutorial Adi Tutorial adalah menggunakan Google Chrome untuk mengakses layanan Cek Bansos.
Proses cara melihat desil bansos tersebut dilakukan dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Nomor NIK dapat ditemukan pada KTP atau kartu keluarga (KK), sehingga masyarakat perlu menyiapkan data tersebut sebelum melakukan pengecekan.
Selain NIK, pengguna juga perlu memasukkan kode captcha yang muncul pada halaman pencarian. Setelah seluruh data diisi, hasil pengecekan dapat diketahui dengan menekan tombol “Cari Data”.
Baca Juga: Desil Bansos 2026 Bukan Patokan Orang Kaya, BPS Ungkap Faktor yang Menentukan
Buka Google Chrome dan Cari Cek Bansos
Dalam tutorial yang dibagikan Adi Tutorial, pengecekan dimulai dengan membuka aplikasi Google Chrome. Setelah browser terbuka, pengguna dapat mengetikkan kata kunci “cek bansos” pada kolom pencarian.
Dari hasil pencarian yang muncul, pengguna kemudian memilih layanan Cek Bansos yang berada di bagian atas. Setelah halaman terbuka, akan tersedia bagian untuk memasukkan NIK yang ingin diperiksa.
NIK menjadi data utama yang digunakan dalam proses pencarian. Pengguna bisa melihat nomor tersebut pada KTP atau KK. Pastikan angka yang dimasukkan sesuai agar pencarian dapat dilakukan.
Dalam video tutorial tersebut, NIK milik pembuat video tidak ditampilkan. Langkah itu dilakukan untuk menjaga privasi karena NIK termasuk informasi identitas yang sebaiknya tidak disebarluaskan.
Masukkan NIK dan Kode Captcha
Setelah NIK dimasukkan, pengguna perlu mengisi kode captcha yang tersedia pada halaman. Captcha berfungsi sebagai bagian dari proses sebelum data dapat dicari.
Kode captcha terkadang sulit dibaca. Jika kondisi tersebut terjadi, pengguna dapat menekan tombol refresh untuk memunculkan kode baru. Setelah mendapatkan captcha yang lebih mudah dibaca, karakter yang terlihat kemudian dimasukkan ke kolom yang tersedia.
Apabila NIK dan captcha sudah diisi, pengguna dapat melanjutkan dengan menekan tombol “Cari Data”. Sistem kemudian akan menampilkan hasil pencarian apabila data berhasil ditemukan.
Tahapan tersebut menjadi bagian utama dari cara melihat desil bansos melalui browser. Masyarakat tidak perlu menghafal langkah yang rumit karena prosesnya hanya terdiri dari pencarian layanan, pengisian NIK, captcha, dan pencarian data.
Baca Juga: Desil 9 Bukan Berarti Kaya, Ini Alasan BPS Bisa Menempatkan Keluarga di Kelompok Atas
Desil dan Status Bantuan Bisa Dilihat
Hasil pencarian yang ditampilkan dalam tutorial memperlihatkan nama serta kategori desil. Pada contoh tersebut, data masuk dalam kategori desil 6 sampai 10.
Selain kategori desil, halaman hasil pencarian juga menampilkan informasi mengenai status bantuan sembako. Dalam contoh yang diperlihatkan pada video, status sembako tercatat tidak ada.
Hasil tersebut merupakan contoh data yang ditampilkan dalam tutorial. Karena kondisi dan data setiap keluarga berbeda, hasil pengecekan masyarakat lain tidak harus sama dengan contoh tersebut.
Pengguna juga dapat melakukan pengecekan untuk NIK lain dengan mengulangi tahapan yang sama. NIK dimasukkan pada kolom pencarian, kemudian captcha diisi sebelum tombol “Cari Data” ditekan.
Dengan proses tersebut, masyarakat dapat mengetahui kategori desil yang muncul pada data mereka sekaligus melihat informasi status bantuan yang ditampilkan dalam layanan Cek Bansos.
Meski mudah dilakukan, penggunaan NIK tetap perlu diperhatikan. Jangan memasukkan atau membagikan nomor identitas kepada pihak yang tidak dikenal hanya karena menawarkan bantuan untuk mengecek data. Pengguna juga sebaiknya menjaga hasil pencarian agar informasi pribadi tidak tersebar.
Tutorial Adi Tutorial menunjukkan bahwa pengecekan desil dapat dilakukan melalui Google Chrome dengan memanfaatkan layanan Cek Bansos. Masyarakat cukup menyiapkan NIK, mengisi captcha, lalu melakukan pencarian untuk melihat data yang tersedia.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : ADI Tutorial