JAKARTA - Cara cek desil bansos bisa dilakukan melalui situs Cek Bansos menggunakan NIK kepala keluarga. Langkahnya cukup sederhana, yakni membuka browser, mencari situs Cek Bansos, memasukkan NIK, mengisi captcha, lalu melihat hasil pencarian.
Informasi mengenai desil belakangan banyak dicari masyarakat karena berkaitan dengan pengelompokan data berdasarkan tingkat kesejahteraan. Dalam tutorial, desil dijelaskan sebagai salah satu informasi yang dapat dilihat masyarakat ketika melakukan pengecekan data bantuan sosial.
Cara cek desil bansos dalam tutorial tersebut dilakukan tanpa menjelaskan kebutuhan untuk membuat akun terlebih dahulu. Pengguna cukup mengakses situs yang ditunjukkan dan mengikuti tahapan pencarian data.
Baca Juga: Bonsai Termahal Indonesia Dibanderol Rp750 Juta, Cemara Duri Jadi Masterpiece
Buka Cek Bansos Lewat Browser
Pertama, buka Google Chrome atau browser lain yang tersedia di perangkat. Setelah itu, lakukan pencarian melalui Google dengan kata kunci Cek Bansos.
Dari hasil pencarian, pengguna diarahkan untuk memilih situs Cek Bansos yang ditampilkan pada bagian atas. Dalam video, situs tersebut disebut sebagai laman milik pemerintah dengan alamat Cekbans.go.id.
Setelah halaman terbuka, pengguna akan menemukan bagian untuk melakukan pencarian data. Pada kolom NIK, masukkan nomor identitas dari kepala keluarga.
Penggunaan NIK kepala keluarga menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam tutorial. Karena itu, pengguna perlu memastikan siapa yang tercatat sebagai kepala keluarga sebelum memasukkan nomor KTP.
Berikutnya, isi kode captcha yang muncul pada halaman. Kode harus dimasukkan sesuai dengan karakter yang ditampilkan.
Setelah NIK dan captcha terisi, tekan tombol Cari Data. Sistem kemudian akan memproses pencarian dan menampilkan hasil apabila data berhasil ditemukan.
Dalam tutorial, proses pencarian sempat mengalami kendala karena captcha pertama dinyatakan salah. Setelah memasukkan captcha baru, pencarian kemudian berhasil dan informasi kepala keluarga beserta desil muncul.
Pahami Hasil Desil
Pada contoh yang diperlihatkan, data kepala keluarga tersebut tercatat berada pada desil 6 sampai 10. Di halaman yang sama, terdapat informasi mengenai status penerimaan bantuan sembako, PKH, dan PBI JK.
Dalam contoh tersebut, ketiga status bantuan itu tercatat tidak.
Video kemudian menjelaskan pembagian kelompok desil dari 1 hingga 10. Berdasarkan penjelasan dalam tutorial, desil 1 sampai 4 disebut sebagai kelompok yang diprioritaskan untuk bansos reguler.
Baca Juga: Bonsai Termahal Indonesia Bernilai Ratusan Juta, Ini yang Membuat Harganya Tinggi
Desil 1 digambarkan sebagai kategori sangat miskin. Desil 2 disebut kategori miskin, sedangkan desil 3 masuk kategori hampir miskin. Desil 4 kemudian dijelaskan sebagai kelompok rentan miskin.
Sementara desil 5 disebut sudah berada pada ambang kondisi ekonomi yang lebih aman. Dalam video, kelompok ini masih disebut dapat berkaitan dengan bantuan PBI JK.
Adapun desil 6 sampai 10 dijelaskan sebagai kelompok menengah ke atas yang tidak diprioritaskan untuk bansos reguler.
Tutorial juga menampilkan pembagian berdasarkan rentang pendapatan. Namun, angka yang disampaikan dalam video sebaiknya tidak dianggap sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan desil. Hasil desil yang muncul pada sistem merupakan informasi berdasarkan data yang tercatat untuk masing-masing keluarga.
Karena itu, masyarakat yang ingin mengetahui posisinya perlu melakukan pengecekan menggunakan NIK kepala keluarga masing-masing. Hasil dari keluarga lain tidak dapat digunakan untuk menentukan desil keluarga sendiri.
Jika hasil pencarian sudah muncul, pengguna dapat melihat desil dan status bantuan yang tercantum pada halaman tersebut. Apabila terdapat ketidaksesuaian antara data yang tampil dengan kondisi sebenarnya, tutorial tidak menjelaskan secara rinci prosedur untuk memperbaikinya.
Masyarakat dapat mencari informasi lebih lanjut melalui kanal resmi yang berkaitan dengan data dan bantuan sosial.
Dengan mengikuti tahapan tersebut, cara cek desil bansos dapat dilakukan secara mandiri melalui browser. Pengguna cukup menyiapkan NIK kepala keluarga, mengisi captcha dengan benar, kemudian menekan tombol Cari Data untuk melihat informasi yang tersedia.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Yucata id