JAKARTA - IHSG hari ini ditutup di zona merah dengan pelemahan yang semakin terbatas. Indeks Harga Saham Gabungan berakhir turun 0,10 persen dan kembali diperdagangkan di atas level 6.500, tepatnya pada posisi 6.534,693.
Pergerakan IHSG tersebut terjadi setelah indeks dibuka di zona merah pada level 6.533,868. Meski berada dalam tekanan, pelemahan hingga akhir perdagangan relatif terbatas sehingga posisi penutupan masih bertahan di atas level 6.500.
Selain IHSG, sejumlah indeks saham lainnya justru mencatat penguatan. MNC 36 menjadi salah satu indeks yang mengalami kenaikan dengan penguatan sebesar 1,86 persen.
Jakarta Islamic Index juga bergerak positif dengan kenaikan 0,3 persen. Sementara itu, LQ45 menguat 1,43 persen dan berada di level 6.590,35.
Perbedaan arah antara IHSG dan sejumlah indeks lainnya menjadi bagian dari dinamika perdagangan. Ketika IHSG masih berakhir melemah, beberapa indeks justru mampu mencatat kenaikan.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Merah, 429 Emiten Melemah Usai Pergantian Menteri Keuangan
Sektor Keuangan Jadi Penopang
Dari sisi sektoral, sektor keuangan menjadi salah satu penopang utama perdagangan. Sektor tersebut tercatat menguat 0,55 persen.
Sektor industri juga berada di zona positif dengan kenaikan 0,45 persen. Penguatan kedua sektor tersebut menjadi bagian dari pergerakan pasar ketika sejumlah sektor lainnya masih mengalami tekanan.
Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi sektor yang mengalami pelemahan cukup dalam. Sektor tersebut tertekan hingga 2,95 persen.
Sektor energi juga melemah sebesar 1,65 persen. Kondisi tersebut membuat sektor energi ikut menjadi salah satu pemberat dalam perdagangan.
Pergerakan sektoral menunjukkan adanya perbedaan performa antarsektor. Keuangan dan industri mampu bertahan di zona penguatan, sementara kesehatan dan energi mengalami tekanan.
Dari saham-saham yang mencatat kenaikan, BBCA masuk dalam daftar top gainers. Selain itu, terdapat BMRI dan PBRI yang juga disebut dalam daftar saham penguat.
Penguatan sejumlah saham tersebut turut menjadi perhatian dalam perdagangan. Saham-saham perbankan menjadi bagian dari pergerakan positif yang terlihat menjelang penutupan.
Saham Tambang Jadi Pemberat
Sementara itu, saham-saham pertambangan disebut menjadi pemberat utama dalam perdagangan. Salah satu saham yang masuk dalam daftar top loser adalah BUMI.
Nilai transaksi BUMI disebut mencapai Rp1,1 triliun. Selain BUMI, saham emas, DSSA, dan Antam juga masuk dalam daftar saham yang mengalami tekanan.
Kondisi tersebut memperlihatkan adanya perbedaan kinerja antara saham-saham yang menjadi penggerak kenaikan dan saham yang menekan indeks. Di satu sisi, sejumlah saham perbankan masuk dalam daftar penguat. Di sisi lain, saham pertambangan menjadi salah satu pemberat.
Aktivitas transaksi juga terlihat pada saham-saham yang masuk dalam daftar top gainers. BBCA disebut mencatat transaksi hingga Rp1,4 triliun. BMRI dan PBRI juga menjadi bagian dari daftar saham penguat yang disampaikan dalam laporan penutupan perdagangan.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Merah, 429 Emiten Melemah Usai Pergantian Menteri Keuangan
Dengan demikian, pergerakan IHSG pada akhir sesi menunjukkan kondisi pasar yang beragam. Indeks utama berakhir melemah 0,10 persen, tetapi sejumlah indeks lain seperti MNC 36, Jakarta Islamic Index, dan LQ45 justru mampu menguat.
Secara sektoral, keuangan dan industri berada di zona positif. Sebaliknya, kesehatan dan energi mengalami tekanan. Perbedaan tersebut turut mencerminkan variasi pergerakan saham di pasar.
IHSG akhirnya ditutup pada posisi 6.534,693 setelah dibuka di level 6.533,868. Pelemahan yang terjadi sepanjang perdagangan berakhir relatif terbatas, sehingga indeks tetap berada di atas level 6.500.
Pergerakan sejumlah saham penguat dan saham pemberat menjadi bagian penting dalam perdagangan. Saham perbankan disebut menopang penguatan, sedangkan saham pertambangan, terutama BUMI, menjadi salah satu pemberat utama.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : IDX Channel