Bank Indonesia Siapkan Strategi agar UMKM Indonesia Mampu Tembus Pasar Global

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 18:23 WIB
Bank Indonesia memperkuat UMKM melalui peningkatan kualitas, literasi keuangan, business matching, pembiayaan, dan akses pasar global. (PINTEREST)
Bank Indonesia memperkuat UMKM melalui peningkatan kualitas, literasi keuangan, business matching, pembiayaan, dan akses pasar global. (PINTEREST)

JAKARTA - Bank Indonesia memperkuat strategi pengembangan UMKM agar pelaku usaha Indonesia tidak hanya mampu meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memiliki akses lebih luas menuju pasar global. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan menyeluruh yang mencakup peningkatan kualitas, literasi keuangan, kurasi produk, business matching, pembiayaan, hingga fasilitasi pasar internasional.

Strategi tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia atau KKI 2026. Kegiatan ini mengusung tema penguatan sinergi untuk mendorong UMKM bangkit, tangguh, dan berdaya saing.

KKI menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi sekaligus mendorong pelaku UMKM terus berinovasi. Bank Indonesia berharap sinergi yang dibangun dapat memperkuat ekosistem pengembangan UMKM di Indonesia.

Dalam KKI 2026, terdapat 550 UMKM yang hadir secara offline dan 1.300 UMKM secara online. Beragam produk unggulan ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari wastra, aksesori, home decor, hingga kopi, teh, dan cokelat premium.

Baca Juga: 2014 Jadi Babak Baru ATR/BPN, Kementerian Agraria Resmi Dibentuk

Keberagaman produk tersebut menunjukkan ruang pengembangan UMKM yang cukup luas. Karena itu, dukungan tidak berhenti pada memperkenalkan produk kepada konsumen. Bank Indonesia juga mendorong peningkatan kapasitas usaha agar produk UMKM memiliki daya saing lebih kuat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas produk. Bank Indonesia juga memberikan literasi keuangan kepada pelaku UMKM sebagai bagian dari pendekatan pengembangan usaha secara menyeluruh.

Setelah peningkatan kualitas dan literasi, dilakukan proses kurasi terhadap produk UMKM. Tahap ini menjadi bagian dari rangkaian pengembangan agar produk yang dihasilkan dapat memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

Business Matching Jadi Bagian Pengembangan UMKM

Bank Indonesia juga mendorong pelaku UMKM melalui kegiatan business matching. Dalam transkrip disebutkan, business matching mencakup kebutuhan seperti ekspor, pembiayaan, dan keuangan.

Langkah tersebut menjadi penting karena pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan produk. Pelaku usaha juga membutuhkan akses terhadap berbagai peluang yang dapat membantu memperluas skala bisnis.

Selain itu, Bank Indonesia melakukan fasilitasi agar produk UMKM dapat masuk ke pasar global atau internasional. Dengan demikian, pelaku usaha memiliki kesempatan untuk memperluas jangkauan pasar di luar pasar yang selama ini mereka garap.

KKI 2026 turut menghadirkan seminar, talk show, serta area pengembangan UMKM. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari ruang kolaborasi yang disiapkan untuk memperkuat pengembangan pelaku usaha.

Bank Indonesia menyampaikan bahwa kebijakan pengembangan UMKM tersebut diharapkan dapat mendorong program Asta Cita, khususnya dalam pengembangan kewirausahaan, ekonomi kreatif, dan ekonomi berkelanjutan.

Baca Juga: 2014 Jadi Babak Baru ATR/BPN, Kementerian Agraria Resmi Dibentuk

Sinergi untuk Meningkatkan Daya Saing

Penguatan sinergi menjadi salah satu fokus utama KKI 2026. Melalui kolaborasi yang terbangun, pengembangan UMKM diharapkan tidak berjalan secara terpisah, tetapi dapat menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai peluang pengembangan.

Bank Indonesia berharap langkah tersebut mampu mendorong inovasi dan memperluas akses pasar. Pada saat yang sama, UMKM diharapkan semakin siap menghadapi persaingan ketika memasuki pasar global.

Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. KKI menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan berbagai bentuk dukungan bagi UMKM, mulai dari peningkatan kualitas hingga akses pasar.

Dengan pendekatan tersebut, Bank Indonesia menempatkan pengembangan UMKM sebagai proses yang dilakukan secara bertahap. Pelaku usaha didorong untuk memperbaiki kualitas, memahami aspek keuangan, melewati proses kurasi, memperoleh akses pembiayaan dan ekspor, hingga mendapatkan fasilitasi menuju pasar internasional.

Harapannya, UMKM Indonesia tidak hanya mampu bertahan dalam persaingan, tetapi juga semakin tangguh dan berdaya saing. Penguatan ekosistem tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM naik kelas sekaligus mendukung ekonomi kreatif dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : CNBC Idonesia
KKI 2026 Business Matching bank indonesia pasar global UMKM