BLITAR - Sebuah kisah misterius kembali terjadi di Gunung Lawu, gunung yang terkenal dengan berbagai cerita mistisnya. Lima mahasiswa yang berencana melakukan pendakian bersama mengalami kejadian aneh yang berujung pada hilangnya salah satu anggota mereka, Ajeng.
Namun, kejadian menjadi semakin membingungkan ketika mereka kembali ke rumah Ajeng dan menemukan bahwa ia ada di rumah dan tidak pernah ikut mendaki.
Kelima mahasiswa ini, yakni Dimas, Argi, Nathan, Sesil, dan Ajeng, merencanakan pendakian sebagai pengalaman baru sebelum mereka lulus kuliah.
Sesil menjadi penggagas ide ini, dan setelah berdiskusi, mereka memilih Gunung Lawu sebagai destinasi karena aksesibilitas dan tantangan yang dianggap cukup menarik.
Pada tanggal 27 Desember 2024, mereka memulai pendakian pada dini hari untuk mencapai puncak sebelum malam. Awalnya, perjalanan berlangsung lancar dan menyenangkan.
Namun, saat cuaca tiba-tiba berubah menjadi mendung dan gerimis, mereka memutuskan untuk mencari tempat datar guna mendirikan tenda. Di tengah perjalanan, Ajeng merasa kelelahan dan meminta untuk beristirahat. Mereka pun berhenti di dekat sebuah pohon besar yang terlihat tua dan memiliki aura yang berbeda.
Saat beristirahat, Sesil mulai merasakan hal yang tidak wajar. Ia melihat bayangan bergerak di belakang pohon tersebut, tetapi enggan memberi tahu teman-temannya agar tidak menimbulkan kepanikan. Sesil akhirnya mengajak teman-temannya untuk segera berpindah tempat.
Ketika mereka mulai berjalan kembali, Ardi yang berada di posisi paling belakang tiba-tiba terjatuh dan tidak sengaja mendorong Ajeng hingga ikut terjatuh. Dalam sekejap, sesosok makhluk gelap muncul dan menarik Ajeng ke arah pohon besar itu.
Teman-temannya sempat berusaha mengejar, tetapi Sesil merasa situasi semakin berbahaya dan menyarankan untuk turun gunung dan mencari bantuan. Dengan perasaan bersalah dan panik, mereka berempat turun gunung untuk melaporkan kejadian tersebut.
Namun, sebelum menuju kantor polisi, mereka memilih untuk lebih dulu mendatangi rumah Ajeng untuk memberi tahu keluarganya.
Setibanya di rumah Ajeng, mereka disambut oleh ibu Ajeng yang tampak bingung dengan kedatangan mereka. Ketika mereka hendak menceritakan kejadian di gunung, tiba-tiba pintu rumah terbuka dan Ajeng keluar dari kamarnya, tampak sehat dan bingung dengan kedatangan mereka.
Ia mengaku tidak ikut mendaki karena merasa tidak enak badan dan tertidur sepanjang hari di rumah.
Peristiwa ini menimbulkan banyak pertanyaan dan spekulasi. Beberapa orang percaya bahwa yang ikut mendaki bukanlah Ajeng yang sebenarnya, melainkan makhluk gaib yang menyerupainya.
Gunung Lawu sendiri memang terkenal dengan berbagai kisah mistis dan fenomena aneh yang menimpa para pendaki.
Hingga kini, kejadian tersebut masih menjadi misteri. Apakah yang sebenarnya terjadi di Gunung Lawu? Apakah mahasiswa tersebut benar-benar membawa Ajeng bersama mereka, ataukah ada kekuatan tak kasat mata yang mempermainkan mereka?
Kisah ini menjadi tambahan dalam deretan legenda mistis Gunung Lawu yang masih terus mengundang rasa penasaran.
Bagi para pendaki yang pernah mengalami kejadian serupa atau memiliki cerita mistis tentang Gunung Lawu, dapat berbagi pengalaman di kolom komentar untuk memperkaya informasi tentang fenomena misterius ini. (*)
Editor : M. Subchan Abdullah