JAKARTA - Kabar membanggakan datang dari aspal Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand. Dua talenta emas balap motor tanah air, Feda Ega Pratama dan Mario Aji, sukses menunjukkan taringnya dalam sesi pembuka MotoGP musim 2026 yang digelar Jumat (27/2). Keduanya berhasil mengamankan tiket langsung ke kualifikasi kedua (Q2), sebuah pencapaian krusial yang membuktikan bahwa pembalap Indonesia bukan lagi sekadar pelengkap di kancah dunia.
Penampilan Feda Ega Pratama dan Mario Aji di hari pertama ini langsung menarik perhatian pengamat otomotif internasional. Feda Ega, yang menjalani debut perdananya di kelas Moto3, tampil sangat percaya diri sejak sesi Free Practice 1 dengan menempati posisi keenam. Sementara itu, Mario Aji yang kini bertarung di kelas Moto2, berhasil mengatasi kondisi cuaca Buriram yang menantang dan mengunci posisi kelima di sesi Practice.
Keberhasilan Feda Ega Pratama dan Mario Aji menembus Q2 secara otomatis menempatkan mereka dalam posisi strategis untuk memperebutkan starting grid terdepan pada balapan hari Minggu nanti. Momentum kebangkitan rider merah putih ini seolah melengkapi rentetan prestasi balap motor Indonesia setelah sebelumnya Aldi Satya Mahendra juga sukses naik podium di World Supersport Philip Island.
Dominasi Feda Ega di Debut Moto3 dan Konsistensi Mario Aji
Feda Ega Pratama benar-benar menjadi pusat perhatian di kelas Moto3. Sebagai debutan, ia membuktikan bahwa pengalamannya di ajang Asia Talent Cup menjadi modal berharga di Buriram. Pada sesi Practice, Feda mencatatkan waktu yang sangat kompetitif dan finis di urutan kedelapan. Hasil ini sangat impresif mengingat ini adalah penampilan resmi pertamanya sebagai pembalap reguler di Kejuaraan Dunia.
Di kelas Moto2, Mario Aji juga tidak kalah gemilang. Meski sesi Practice sempat diwarnai drama cuaca mendung dan hujan, pembalap kebanggaan Indonesia ini mampu menjaga fokus. Mario berhasil finis di P5, mengungguli nama-nama besar seperti Celestino Vietti. Hasil ini memberikan sinyal kuat bahwa musim 2026 akan menjadi tahun pembuktian bagi Mario untuk bersaing di jajaran papan atas kelas menengah tersebut.
Marco Bezzecchi Pecahkan Rekor dan Ancaman Marc Marquez
Beralih ke kelas utama MotoGP, Marco Bezzecchi menunjukkan performa "galak" sejak awal sesi. Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team ini tidak hanya menjadi yang tercepat, tetapi juga sukses memecahkan rekor lap di Sirkuit Buriram. Bezzecchi tampak sangat nyaman dengan motor Ducati GP26 miliknya, memberikan peringatan bagi rival-rivalnya di seri pembuka ini.
Namun, posisi Bezzecchi belum sepenuhnya aman. Sang legenda, Marc Marquez, membayangi ketat di posisi kedua. Pengamat MotoGP senior, Joni Lono Mulia, memprediksi bahwa Marquez masih menjadi kandidat terkuat juara dunia 2026. Dengan pengalaman jam terbang yang tinggi dan paket motor Ducati yang mumpuni, Marquez diprediksi akan melakukan strategi menyerang di awal musim untuk mengumpulkan poin sebanyak mungkin.
Program Pembibitan dan Masa Depan Rider Indonesia
Kebangkitan pembalap Indonesia saat ini tidak lepas dari ekosistem yang mulai terbangun. Program seperti latihan bersama VR46 Riders Academy yang diinisiasi oleh Pertamina Enduro menjadi salah satu kunci penting. Dalam program ini, pembalap muda Indonesia mendapatkan mentoring langsung dari bintang kelas dunia seperti Francesco Bagnaia dan Franco Morbidelli.
"Ini adalah momentum luar biasa. Kita melihat kepanjangan tangan dari kolaborasi internasional mulai membuahkan hasil. Rider kita tidak hanya belajar teknik, tapi juga disiplin dan nutrisi dari para juara dunia," ungkap Joni Lono Mulia. Selain itu, hadirnya tim-tim dengan latar belakang murni Indonesia di kancah internasional diharapkan mampu membuka jalan lebih lebar bagi mekanik, teknisi, hingga pembalap muda lainnya untuk masuk ke paddock MotoGP.
Musim 2026 sendiri menjadi era bersejarah karena merupakan tahun terakhir penggunaan mesin 1000 cc sebelum beralih ke 850 cc pada 2027. Dengan segala perubahan regulasi dan kemajuan talenta lokal, Indonesia kini menatap masa depan balap motor dengan optimisme tinggi. Dukungan penuh masyarakat diharapkan terus mengalir bagi Feda Ega dan Mario Aji saat mereka memacu motornya di lintasan Buriram akhir pekan ini.
Editor : Anggi Septian A.P.