KABUPATEN BLTIAR - Gang Boentoe sempat merajai musik reggae di Blitar raya sejak 2008 hingga pandemi korona. Kini vakum.
Vokalisnya, Pak Kepz memilih bersolo karir dan telah merilis 3 lagu hingga berkolaborasi dengan musisi top tanah air.
Bagi penggermar musik reggae di Blitar raya, pasti tidak asing dengan band Gang Boentoe.
Sayangnya, sejak 3 tahun yang lalu band itu memutuskan untuk vakum. Salah satu personelnya, yakni Jusep Alip Yugo Putro atau dikenal dengan nama panggung Pak Kepz memilih untuk bersolo karir.
Pak Kepz mulai fokus bermusik setelah lulus SMA. Kemudian bertemu dengan komunitas musik hingga membentuk band Gang Boentoe pada 2008.
”Saya memilih berkarir di musik karena dapat merespon masalah sosial, percintaan, hingga kejadian di sekitar. Alasan memilih reggae karena asyik dan jarang ada band bergenre itu di Blitar,” ujar pria yang kini sibuk berusaha sablon ini.
Awal kenal reggae dari acara musik sekitar 2000. Lalu, Pak Kepz bersama teman-temanya memutuskan untuk berkeliling ikut acara musik di luar kota. Tak sedikit lagu reggae yang dimainkan. Dari situlah membentuk band Gang Boentoe.
10 tahun lebih Pak Kepz bermusik bersama Gang Boentoe. Memainkan alat, menciptakan lalu menyanyikannya. Sudah puluhan lagu yang diciptakannya.
Pak Kepz dan kawan-kawannya menjajaki panggung dari satu kota ke kota lain. Bahkan, menjadi pelopor band reggae di bumi Bung Karno.
Sayangnya pada pandemi korona memutuskan vakum. Karena usai korona, semua personel Gang Boentoe telah memiliki kesibukan masing-masing.
Pak Kepz menyebut, Gang Boentoe tidak pernah memutuskan bubar. Hanya, istirahat untuk sementara waktu karena sudah memiliki pekerjaan masing-masing.
Tentunya kelak Gang Boentoe bisa kembali lagi menghibur masyarakat dengan gebrakan baru.
”Kini saya mencoba untuk membuat dan merilis lagu. Hasilnya pada tahun lalu sudah rilis 3 lagu dan saat ini bisa dinikmati di beberapa platform. Syukurnya tidak ada 2 tahun lagu saya direspon musisi dan konten kreator lain,” ungkap pria 40 tahun ini.
Selama berkarir solo ini, warga Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok ini sudah beberapa kali manggung dengan membawakan ketiga lagunya.
Ketiganya berjudul Kadung Gandrung, Sehitam kopi murni dan Soekarno, Inspirasi dan Secangkir Kopi.
Lewat ketiga single itu, dia sudah diundang manggung di luar daerah seperti Kediri hingga Yogyakarta.
Bahkan tahun ini Pak Kepz sudah ramai ajakan untuk manggung di berbagai kota, termasuk Blitar.
Lagu-lagu yang dipopulerkan sukses melejitkan namanya hingga sukses berkolaborasi dengan musisi lain.
Seperti Elsa Safira yang sama-sama warga Blitar. Tidak hanya itu, banyak conten creator yang tertarik duet bersama Pak Kepz di Blitar atau di luar kota.
Hingga pada akhir 2023 sempat berkolaborasi dengan Ndarboy Genk. Setelah aksi panggungnya viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Hasilnya, video musik yang dibuat Pak Kepz dengan Ndarboy Genk juga diunggah pada YouTube Maret lalu.
Hingga kini, lagunya yang berjudul Kadung Gandrung sudah didengar oleh 33 ribu orang di platform Spotify.
Untuk lagu Soekarno, Inspirasi dan Secangkir Kopi, menjadi lagu tema acara kopi di Blitar.
”Ya, beberapa kreator konten memakai lagu saya untuk dijadikan backsound pada videonya. Sehingga saya merasakan pengalaman lagu atau karya yang viral, dinikmati masyarakat,” pungkasnya.(*/sub)
Editor : Anggi Septian A.P.