Menjalani dua profesi sekaligus dilakoni Alinda Ayu Prameswari. Model yang kini sedang naik daun lewat suara merdunya ini baru saja merilis video musik di YouTube lewat lagu terbaru berjudul Kembang Wangi beberapa waktu lalu. Aline Rose, begitulah nama panggungnya.
Lagunya bergenre dangdut mampu menyihir ribuan ribu pendengar di sosial media.
Dari belasan lagunya, paling populer Golek Liyane yang telah didengar oleh 169 ribu penonton.
Tentu capaian itu menjadi dorongan bagi Aline untuk semakin bersemangat menelurkan karya.
“Saya awalnya tidak begitu niat masuk di dunia musik maupun dunia entertaiment. Karena baru serius bermusik ketika SMA dengan ikut ekstrakurikuler musik dan menjadi foto model. Meskipun sejak kecil sudah suka nyanyi hingga menjadi hobi,” ujarnya.
Lulus SMA, perempuan 23 tahun ini melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Saat kuliah pun, dia ikut dalam band music sehingga relasinya di dunia musik bertambah karena ketemu teman-teman yang memiliki hobi yang sama.
Meskipun Aline mengambil kuliah jurusan teknik informatika, usai lulus kuliah, dia mulai serius dengan dunia musik dan mendalaminya hingga saat ini.
Bahkan, uang hasil manggung pertamanya hanya berkisar Rp 200 — 250 ribu ketika menghibur di acara hajatan. Jika dihitung, dia sudah 3 tahun berkarier dalam dunia musik koplo.
“Selama ini, paling jauh untuk menggung ini ketika tampil di Lampung. Masyarakat setempat mengetahui saya dari konten-konten musik yang ada di YouTube, TikTok, dan Instagram. Bermusik di platfrom digital untuk meningkatkan branding,” ungkapnya.
Dalam 3 tahun terakhir ini, sosial media cukup membantu dalam meningkatkan kariernya. Terbukti akun Instagram-nya kini sudah mencapai 111 ribu pengikut yang tentu paling banyak merupakan penggemar musiknya.
Tidak hanya itu, akun YouTube Aline Rose juga sudah banyak mengunggah dan membuat 5.400 akun berlangganan.
Tentu capaian itu tidak diperoleh secara instan. Branding itu dibangun sejak masa Covid-19. Dia memanfaatkan media sosial untuk menyalurkan hobi bernyanyinya.
Menurut dia, media digital cukup bermanfaat untuk menyalurkan hobi bernyanyi sehingga dapat dikenal secara luas. Untuk saat ini, Aline panen tawaran untuk off air atau manggung.
Bahkan dalam seminggu dapat dua hingga tiga kali acara besar. Dia juga manggung untuk acara kecil, tapi tidak banyak.
Namun, di balik keberhasilannya, Aline Rose juga menghadapi berbagai rintangan dan tantangan. Dia tidak luput dari obrolan yang tidak mengenakkan tentang kariernya.
Mulai dari stereotip negatif terhadap biduan hingga komentar-komentar meragukan tentang kesuksesannya.
Berkat dukungan yang tidak pernah surut dari orang tua, terutama sang ibu, Aline Rose tetap mempertahankan keteguhan hatinya.
"Yang penting ada progres," kata Aline Rose, mengutip semangat yang ditanamkan oleh ibunya
Aline berharap dapat menjalankan ibadah umrah dari hasil keringatnya. Selain itu, dia ingin membantu orang-orang yang ada di sekitarnya.
Bahkan, dia berencana untuk membuka usaha toko baju dan resto makanan. “Mumpung karier lagi di atas, saya mencoba investasi dengan berwirausaha,” pungkasnya. (jar/c1/ady)
Editor : Anggi Septian A.P.