Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kuliner Blitar Asal Usul dan Makna Kata "Pleret" dalam Sejarah dan Budaya

Farra Adiba • Rabu, 5 Februari 2025 | 20:00 WIB

Pleret mencerminkan keberagaman dan keunikan budaya
Pleret mencerminkan keberagaman dan keunikan budaya
 

BLITAR - Kata "Pleret" memiliki beragam makna yang kaya akan sejarah dan budaya. Dalam bahasa Jawa, kata ini berasal dari istilah "palaredan," yang berarti "pengaliran." Secara etimologis, kata "palaredan" sendiri berasal dari kata "lered," yang berarti "aliran."

Dari kata dasar ini, "Pleret" memiliki beberapa makna yang mencerminkan keberagaman dan keunikan budaya Indonesia, terutama di Yogyakarta dan Blitar.

Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai makna dan penggunaan kata "Pleret" dalam konteks yang berbeda:

1. Pleret Sebagai Nama Daerah di Kalurahan Pleret, Bantul, Yogyakarta

Salah satu penggunaan kata "Pleret" merujuk pada sebuah daerah di Kalurahan Pleret, Kecamatan Bantul, Yogyakarta. Sejarah daerah ini sangat menarik karena pada masa pemerintahan Amangkurat I (1646-1677), Pleret menjadi ibu kota kerajaan Mataram Islam.

Pada masa tersebut, Amangkurat I memerintahkan pembangunan sebuah istana baru yang dikenal dengan nama Purarya, yang terletak di wilayah Pleret.

Pleret pada masa itu bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan dan perkembangan kerajaan Mataram Islam. Keberadaan istana Purarya menjadi saksi bisu sejarah penting dalam perkembangan kerajaan yang berpengaruh besar di Pulau Jawa ini.

2. Pleret sebagai Nama Kerajaan pada Masa Amangkurat I

Selain merujuk pada daerah di Bantul, Pleret juga dikenal sebagai nama sebuah kerajaan yang berperan penting pada masa pemerintahan Amangkurat I.

Dalam periode ini, Amangkurat I mengambil kebijakan untuk memperkuat kerajaan dengan membangun berbagai infrastruktur penting, salah satunya istana baru di Pleret. Kerajaan ini merupakan bagian dari sejarah kerajaan Mataram Islam yang pernah berjaya di Pulau Jawa.

3. Pleret Sebagai Minuman Khas Blitar, Jawa Timur

Selain itu, Pleret juga memiliki makna yang sangat berbeda dalam konteks budaya Blitar, Jawa Timur. Di sini, "Pleret" merujuk pada sebuah minuman khas yang dikenal dengan nama Es Pleret.

Minuman ini terkenal karena bola-bola kecil kenyal yang menjadi bahan utama dalam penyajiannya. Bola-bola kenyal tersebut, yang disebut pleret, dicampur dengan es dan sirup manis, menjadikannya sebagai salah satu minuman yang menyegarkan, terutama di cuaca panas.


Nama "Pleret" pada minuman ini jelas diambil dari bentuk bola-bola kecil kenyal yang menjadi ciri khas es ini. Es Pleret menjadi favorit masyarakat Blitar dan sering dinikmati saat bersantai atau sebagai pencuci mulut di berbagai acara.

Kata "Pleret" memiliki beragam makna yang berhubungan erat dengan sejarah dan budaya Indonesia.

Dari nama daerah di Yogyakarta yang memiliki peran penting dalam sejarah Mataram Islam, hingga menjadi nama minuman khas Blitar yang menyegarkan, "Pleret" mencerminkan keragaman budaya yang kaya di Indonesia.

Baik sebagai bagian dari sejarah kerajaan Mataram Islam ataupun sebagai sajian kuliner, kata "Pleret" tetap menjadi simbol dari warisan budaya yang terus dikenang. (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#es pleret #budaya #sejarah #kuliner blitar #Blitar Kawentar #radar blitar