BLITAR - Aktor Abidzar Al Ghifari menjadi sorotan warganet setelah beberapa kali melakukan kesalahan saat mempromosikan film adaptasi drama Korea A Business Proposal. Berbagai pernyataan dan tindakannya memicu kritik tajam, hingga menimbulkan gelombang hujatan di media sosial.
Kesalahan demi kesalahan yang ia buat dalam rangka promosi film ini bahkan mendorong sebagian warganet menyerukan boikot terhadap proyek tersebut.
Dalam film adaptasi tersebut, Abidzar memerankan karakter utama pria yang beradu akting dengan aktris Ariel Tatum sebagai lawan mainnya.
Hujan kritik dari warganet juga dipicu oleh pernyataan kontroversial Abidzar yang menyinggung komunitas penggemar drama Korea saat menghadiri beberapa podcast untuk melakukan promosi.
Dalam beberapa kesempatan, anak dari mendiang Ustaz Jefri Al Buchori ini secara terbuka mengakui bahwa ia tidak menonton versi asli drama Korea A Business Proposal.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras, terutama dari penggemar drama Korea yang menganggapnya kurang menghargai materi sumber yang menjadi dasar dari film adaptasi yang ia bintangi.
Apa saja kalimat dan tindakan blunder sang aktor, hingga memicu boikot film tersebut? Berikut ini daftar kotroversinya!
1. Tidak Menonton Drama Series Aslinya
Hujatan warganet bermula dari pengakuan Abidzar yang tidak membaca Webtoon maupun menonton drama asli A Business Proposal. Ia bahkan menyatakan ingin menciptakan versinya sendiri untuk karakter tokoh utamanya.
Namun, bukannya mendapat pujian, pernyataan ini justru menuai kritik tajam karena dinilai kurang riset dan tidak menghargai karya aslinya.
2. Sembut Fans K-Drama Fanatik
Selain tidak menonton drama aslinya, Abidzar juga mendapat hujatan setelah menyinggung penggemar drama Korea dengan menyebut mereka sebagai fans fanatik. Pernyataan tersebut ia lontarkan saat berbincang dalam podcast bersama komika Coki Pardede.
3. Meremehkan dan Tidak Peduli Penonton
Abidzar kembali menuai kontroversi setelah pernyataannya dianggap meremehkan penonton. Dalam sebuah wawancara, ia menyebut bahwa netizen yang mengkritiknya tidak diundang ke pemutaran perdana A Business Proposal.
Ucapannya ini memicu reaksi negatif yang semakin meluas, hingga mendorong seruan boikot terhadap film yang dibintanginya.
4. Falcon Pictures Menyampaikan Permohonan Maaf
Falcon Pictures, selaku rumah produksi, turut angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf atas kontroversi yang terjadi. Mereka menyadari bahwa polemik yang muncul telah menimbulkan kegaduhan di kalangan warganet, terutama penggemar drama Korea.
Pernyataan maaf ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mengembalikan fokus pada film itu sendiri.
Editor : M. Subchan Abdullah