BLITAR - Berbicara di depan banyak orang bukanlah hal yang mudah bagi sebagian besar orang. Namun, bagi Ferananda Wahyu Nurjanah, atau yang akrab disapa Fera, public speaking justru menjadi kunci utama yang mengantarkannya meraih berbagai prestasi.
Perempuan asal Desa Jeding, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar ini menjadikan kemampuan berbicara sebagai modal utama dalam organisasi, pendidikan, hingga dunia pageant alias duta.
Minat Fera terhadap public speaking bermula pada tahun 2019, saat dipercaya menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Kelas di sekolahnya. Tanggung jawab tersebut menuntutnya untuk berani berbicara di depan umum dan terus mengasah keterampilannya.
“Saat itu saya sadar bahwa seorang pemimpin harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Maka, saya mulai belajar dan terus mengembangkan diri,” ujarnya.
Perjalanannya semakin berkembang ketika pada tahun 2023, dia kembali dipercaya menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi. Keaktifannya dalam organisasi membuatnya semakin tertarik menantang diri sendiri, hingga akhirnya terjun ke dunia pageant alias duta.
“Saya memiliki ambisi besar untuk berkembang lebih jauh. Sebagai seorang duta, saya harus terus mengasah kemampuan berbicara di depan publik,” tegasnya.
Berbekal ilmu dan pengalaman yang dimilikinya, Fera sering diundang sebagai pemateri dan narasumber di berbagai acara. Ia selalu terbuka terhadap kesempatan yang datang, karena baginya, setiap peluang adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Dunia public speaking telah membuka banyak pintu bagi Fera, termasuk ke ajang pageant. Dia telah meraih berbagai gelar dari tingkat regional hingga nasional. Salah satu pengalaman paling berkesannya adalah saat terpilih sebagai Duta Cinta Bangga Paham Rupiah dalam Festival Rupiah Berdaulat Indonesia di Istora Senayan, Jakarta.
“Saya tidak menyangka bisa mewakili regional Pulau Jawa dan bersaing dengan ratusan orang hebat se-Indonesia. Itu adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan,” kenangnya.
Sejumlah prestasi akademik dan non-akademik yang telah diraihnya antara lain Peraih Prestasi Akademik Tahun 2022/2023, Asian Best Speaker Lomba Paper Nasional - STAIS Pasuruan, Awardee Scholarship Bank Indonesia, dan Juara 1 Lomba Cerdas Cermat - GenBI UNIDA Gontor.
“Di bidang Non-Akademik antara lain Miss Hijab Jawa Timur 2022, Winner Duta Fakultas Ekonomi Bisnis Islam 2022, Winner Duta Santri UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung 2022, Best Intelegensia Duta Kampus 2022, Top 15 Duta Baznas Jawa Timur 2023, Top 10 Duta Budaya & Pariwisata Religi Jawa Timur 2023, Best Intelegensia Puteri Kartini Jawa Timur 2024, dan Winner Milenial Penggerak CBP - Bank Indonesia,” bebernya.
Meski telah menorehkan banyak prestasi, perjalanan Fera tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan terbesarnya adalah ketika belajar public speaking secara otodidak. “Saya merasa tertinggal dibanding mereka yang sudah lebih dulu mengenal dunia public speaking. Rasa malas juga sering menjadi kendala,” ungkapnya.
Namun, dia tidak menyerah. Fera terus melawan rasa malas dengan selalu terbuka terhadap kesempatan. Baginya, kesuksesan adalah titik pertemuan antara kesiapan dan kesempatan. “Kesempatan bisa datang kapan saja, tetapi kesiapan adalah hal yang harus kita bangun mulai sekarang,” ujarnya.
Ke depan, Fera ingin segera menyelesaikan pendidikan S1 dan mengembangkan karier di dunia public speaking. Tak hanya itu, dia juga berencana membuka ruang diskusi bagi mereka yang ingin belajar tentang public speaking. “Menurut saya, kemampuan public speaking yang baik dapat membantu kita mewujudkan satu per satu tujuan yang telah kita susun,” pungkasnya. (ham/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah