BLITAR - Skandal yang melibatkan aktor Kim Soo-hyun dan mendiang Kim Sae-ron kini mulai berdampak pada dunia bisnis. Di tengah tuduhan bahwa Kim Soo-hyun pernah menjalin hubungan dengan Kim Sae-ron saat masih di bawah umur, beberapa merek yang bekerja sama dengannya mulai mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi dampaknya.
Menurut laporan industri pada Rabu (6/3/2025), merek kecantikan vegan Dinto, yang sebelumnya menjadikan Kim Soo-hyun sebagai model, telah menangguhkan seluruh jadwal pemodelan terkait aktor tersebut.
"Seluruh karyawan sedang bersama-sama memeriksa fakta dan mendiskusikan langkah yang akan diambil," ujar perwakilan dari Dinto yang dikelola oleh CEO Ahn Ji-hye.
Ia menambahkan bahwa untuk sementara waktu, semua kegiatan pemasaran yang melibatkan Kim Soo-hyun telah dihentikan.
Namun, tidak semua perusahaan mengambil langkah serupa.
Ritel besar Homeplus, yang baru-baru ini merekrut Kim Soo-hyun sebagai duta merek, memutuskan untuk tetap bekerja sama dengannya.
"Karena belum ada fakta yang terkonfirmasi secara objektif, kami akan memantau situasi dan meninjaunya dengan hati-hati.
Saat ini, belum ada perubahan karena tuduhan tersebut masih sebatas klaim yang belum diverifikasi," kata perwakilan Homeplus.
Sikap serupa juga diambil oleh merek pakaian outdoor Eider, yang berencana mempertahankan kontrak mereka dengan Kim Soo-hyun. Seorang perwakilan dari Eider menyatakan, "Belum ada keputusan final, jadi kami belum bisa memberikan pernyataan lebih lanjut."
Sementara itu, pihak Kim Soo-hyun dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan akan mengambil langkah hukum terhadap penyebar informasi yang dianggap mencemarkan nama baiknya.
Namun, kontroversi terus berkembang setelah keluarga Kim Sae-ron mengungkapkan pernyataan mereka, yang semakin memanaskan perdebatan di industri hiburan Korea.
Baca Juga: Catat, Hindari 5 Makanan Ini Biar Puasamu Gak Cepet Haus
Publik kini menunggu perkembangan lebih lanjut, terutama terkait dampak skandal ini terhadap kontrak dan citra Kim Soo-hyun di dunia hiburan dan bisnis. (*)
Editor : M. Subchan Abdullah