BLITAR - Di balik gemerlap prestasi di dunia tari dan keberhasilan sebagai pengusaha jajanan ringan, Melania Febby Yunia Putri, warga Desa Jingglong, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, ingin membuktikan bahwa semangat tak menyerah dan kerja keras akan membuka banyak peluang.
Sejak duduk di bangku sekolah, dia telah dikenal sebagai penari berbakat. Prestasinya pun mulai mencuat sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) ketika berhasil meraih juara 1 Festival Panji sebagai seorang penari.
“Itu adalah momen yang sangat membanggakan bagi saya dan keluarga. Tari adalah bahasa jiwa yang mampu mengungkapkan perasaan tanpa kata-kata. Saya selalu percaya bahwa passion yang tulus akan membawa hasil yang maksimal,” ujarnya, Minggu (23/3/2025)..
Melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, saat di bangku SMA, dia berhasil menorehkan prestasi sebagai juara 2 FLS2N tari berpasangan. Tidak berhenti sampai di situ, dia juga turut mengharumkan nama dengan bergabung dalam tari kelompok “Gandrung Marsan” dan meraih juara 1 dalam ajang UM Got Talent.
“Setiap kompetisi selalu memberikan pengalaman baru yang memperkaya jiwa seni saya. Dengan kerja sama dalam kelompok mengajarkan saya tentang arti sinergi dan kebersamaan,” bebernya.
Prestasi demi prestasi terus bertambah, mulai dari juara 2 lomba tari kelompok di Jatim Park Kota Batu hingga menorehkan prestasi di event-event bergengsi lainnya. Di kancah internasional, dia menunjukkan taringnya melalui partisipasinya di International Mask Festival 2018.
“Saya selalu menganggap setiap perlombaan sebagai kesempatan untuk belajar dan mengevaluasi diri. Merupakan kehormatan besar bisa mewakili Blitar di ajang internasional, dan setiap pertunjukan adalah pengalaman yang tak terlupakan,” jelasnya.
Dia juga aktif berbagi ilmu melalui workshop dan pelatihan, seperti pelatihan digitalisasi tari di saat new normal pada tahun 2021. “Saya ingin menginspirasi anak muda untuk terus berinovasi dan tidak takut mencoba hal baru,” tandasnya.
Di tengah segala prestasi di dunia seni, dia menemukan passion di dunia bisnis. Terinspirasi dari mata kuliah entrepreneurship, dia mulai mengembangkan usaha jajanan ringan sejak April 2024 dari sebuah event thrift.
“Melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa, membuat saya semakin yakin untuk mengembangkan usaha ini,” sambungnya.
Outlet pertamanya pun resmi dibuka di Jalan Kalimantan, Blitar, pada Juni 2024, dan kini telah merambah pasar melalui platform online seperti Shopee serta layanan jastip. Selain berbisnis, kecintaan Melania terhadap seni tidak pernah pudar.
“Saya masih aktif menari dan terus belajar sebagai MUA, utamanya face painting, karena seni itu terus berkembang seiring zaman,” pungkasnya. (*/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah