Sosok Kiesha Alvaro: Dari Dunia Musik hingga Sinetron, Kini Mulai Merambah Dunia Layar Lebar di Film Komang
Ifa Ma'rifatul Maula• Rabu, 9 April 2025 | 19:00 WIB
Kiesha Alvaro, putra dari Pasha, vokalis Ungu Band.
BLITAR - Nama Kiesha Alvaro mungkin selama ini lebih dikenal sebagai penyanyi muda dan bintang sinetron. Namun, lewat film Komang, ia menunjukkan warna baru dalam karirnya menapaki dunia layar lebar dengan peran yang emosional dan penuh tantangan.
Dari panggung musik ke panggung film, inilah cerita tentang transisi Kiesha yang mencuri perhatian publik.
Sebagai putra dari Pasha Ungu, dunia musik sudah akrab dengan Kiesha sejak kecil. Ia mulai dikenal lewat lagu-lagu pop yang ringan namun menyentuh, serta beberapa penampilan di acara musik televisi. Namun, tak hanya berhenti di musik, Kiesha juga menjajal dunia sinetron dan FTV. Perannya di beberapa sinetron remaja memperkuat posisinya sebagai entertainer muda yang multitalenta.
Nama Kiesha makin dikenal publik sebagai idola remaja, dengan basis penggemar yang cukup solid. Tapi siapa sangka, justru peran dramatis di film Komang jadi batu loncatan penting dalam perjalanan kariernya.
Di film Komang, Kiesha memerankan karakter Ode—seorang pemuda asal Buton yang terlibat dalam kisah cinta lintas budaya bersama Komang (Aurora Ribero). Karakter Ode bukan sosok laki-laki yang klise dalam cerita cinta. Ia digambarkan sebagai pribadi yang hangat, lembut, dan punya latar belakang yang kuat dalam nilai-nilai keluarga dan budaya.
Peran ini bukan hanya menuntut akting yang emosional, tetapi juga pemahaman terhadap konteks budaya Buton yang diangkat dalam film. Kiesha harus membangun chemistry kuat dengan Aurora, serta membawa karakter Ode menjadi sosok yang hidup dan berkesan.
Menurut sang sutradara, Ade Excell, Kiesha menunjukkan dedikasi tinggi selama proses reading dan workshop. "Dia bukan cuma bawa wajah baru ke film ini, tapi juga kepekaan yang bikin Ode terasa nyata,” ungkapnya.
Berakting di film layar lebar adalah tantangan tersendiri bagi Kiesha. Ritme kerja yang berbeda dari sinetron, kedalaman karakter, dan tekanan emosional membuatnya harus lebih serius mendalami peran. Dalam beberapa wawancara, Kiesha mengaku banyak belajar dari lawan mainnya, termasuk Aurora Ribero yang sudah lebih dulu matang di dunia film.
Ia juga belajar mengeksplorasi ekspresi yang subtil dan tidak berlebihan—sesuatu yang penting dalam sinema, namun jarang diterapkan dalam dunia sinetron yang cenderung dramatis.
Perannya sebagai Ode membuktikan bahwa Kiesha bukan hanya remaja populer, tapi juga aktor muda yang bisa berkembang di medium yang lebih menantang.
Setelah film Komang tayang, banyak penonton dan netizen yang memberi komentar positif terhadap akting Kiesha. Ia dinilai berhasil membawakan peran dengan tulus, tidak berlebihan, dan menyatu dengan ritme cerita yang lembut. Bahkan, beberapa penonton mengaku terkejut dengan kemampuan aktingnya yang matang untuk ukuran aktor muda.
Ini jadi sinyal bahwa Kiesha siap naik kelas. Dari sinetron ke film, dari penyanyi ke aktor, Kiesha Alvaro sedang membangun pijakan baru dalam dunia hiburan Indonesia.
Film Komang bukan hanya kisah cinta lintas budaya, tapi juga panggung yang menunjukkan transformasi Kiesha Alvaro sebagai aktor muda yang layak diperhitungkan. Peran Ode membuktikan bahwa ia bukan hanya “anak artis” atau “idola remaja”, tapi talenta baru yang siap berkembang di dunia film. (*)