Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sosok Sintia Qonaah Hapsari Penyanyi Dangdut asal Blitar Ini: Saya Jual Suara, Tak Goyang Aneh-Aneh

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 12 April 2025 | 20:00 WIB
SIAP BERDENDANG: Sintia Qonaah Hapsari, warga Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, yang kini menjadi penyanyi terkenal.
SIAP BERDENDANG: Sintia Qonaah Hapsari, warga Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, yang kini menjadi penyanyi terkenal.

BLITAR - Banyak penyanyi yang lahir dari Bumi Penataran, tapi hanya beberapa yang namanya melejit hingga ke luar daerah. Seperti yang dirasakan oleh dara ayu asal Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Sintia Qonaah Hapsari. Dia justru banyak tawaran manggung di Jawa Tengah hingga saat ini.

 “Saya nyanyi dari 2009, Mas. Waktu itu kelas 2 SD. Sudah keliling dari panggung ke panggung. Memang sama ayah saya diarahkan untuk menyanyi,” kenangnya, sembari tertawa.

Sejak kecil, dia terbiasa mengisi hajatan keluarga hingga berbagai lomba. Bakatnya diturunkan dari sang ayah yang gemar musik dangdut. Beranjak remaja, dia mencoba peruntungan lebih besar. Bahkan sempat menjajal audisi Dangdut Academy sewaktu duduk di bangku SMP. Namun, dia hanya sampai sesi wawancara dan belum rezeki untuk ke tahap selanjutnya karena kuota Jawa Timur waktu itu hanya lima peserta.

Namun, titik balik justru datang dari hal tak disengaja, yakni ketika dari hobi membuat konten di media sosial (medsos). Dia mulai iseng membuat video story telling dengan nuansa satir dan lucu-lucu khas Jawa. Nuansa gaya “Pojok Kampung” jadi daya tarik tersendiri. Ternyata hal itu justru mendapat respons yang luar biasa dari warganet.

 “Awalnya cuma coba-coba. Tapi follower langsung naik. Bahkan, ada penonton saya yang ternyata pemilik grup orkes tertarik dengan suara saya. Padahal dia belum pernah ketemu dengan saya,” akunya.

Tanpa pernah bertemu langsung, pemilik grup orkes dari Jawa Tengah itu mengajak Sintia tampil. Lalu, dia awalnya tampil melalu live Tiktok, dan suaranya menarik perhatian dari warga Jateng. Momen itu menjadi awal tawaran Sintia menjadi penyanyi hingga manggung di luar Jatim.

Pada 2023 jadi puncak karier Sintia. Dia hampir tiap bulan tampil di 20 sampai 30 titik di berbagai kota, seperti Semarang, Batang, Rembang, hingga Pati. Bahkan kadang menyanyi di satu kota pada siang hari, kemudian malamnya pindah lagi. Pekerjaan panggungnya itu tak hanya datang dari hajatan, tapi juga dari orkes pemuda dan event besar.

Perjalanan Sintia tak lepas dari kendala. Salah satu yang paling menyakitkan adalah stigma yang masih melekat pada penyanyi dangdut. “Kadang orang menganggap penyanyi dangdut itu seperti penyanyi room. Padahal, saya cuma jual suara. Enggak jual badan. Enggak goyang aneh-aneh,” ungkapnya lirih.

Namun, dia mengakui bahwa setiap pekerjaan punya risiko. Dia memilih menikmati prosesnya, berpegang pada cita-cita sederhana, menjadi pribadi yang lebih baik untuk membahagiakan orang tua. Namun, yang membanggakan, Sintia selalu menerima tawaran manggung pada acara-acara yang cukup besar.

“ Baru saja dapat tawaran manggung di Kalimantan. Tinggal menunggu tanggal resmi. Semoga jadi, Mas. Doakan ya,” pungkasnya. (jar/c1/ady)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#penyanyi dangdut #Sintia Qonaah Hapsari #dara ayu #blitar #Kecamatan Kanigoro #Manggung