Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sudah Nonton Pengepungan Di Bukit Duri? Film Yang Mengangkat Isu Sosial Dan Kekerasan di Jakarta

Dimas Galih Nur Hendra Saputra • Sabtu, 5 Juli 2025 | 17:00 WIB
Poster Pengepungan  di Bukit Duri
Poster Pengepungan di Bukit Duri

BLITAR - Sutradara bernama Joko Anwar kembali hadir dengan karya film terbarunya, Pengepungan di Bukit Duri.

Film action yang menggambarkan konflik sosial di kalangan pelajar ini telah tayang di seluruh bioskop Indonesia sejak 17 April 2025.

apakah cerita yang disuguhkan dalam film ini diangkat dari kisah nyata dan benar-benar terjadi?

Jawabannya, meski bukan berdasarkan satu peristiwa sejarah secara langsung, film Pengepungan di Bukit Duri ini sarat akan inspirasi dari berbagai realitas sosial dan catatan sejarah Indonesia yang benar-benar ada.

Meski mengangkat latar fiktif tahun 2027, Pengepungan di Bukit Duri menyentuh berbagai persoalan nyata yang masih relevan hingga saat ini.

Mulai dari kekerasan remaja, diskriminasi etnis, hingga ketimpangan dalam sistem pendidikan.

“Alkisah pada tahun 2027, Edwin bekerja sebagai guru pengganti di SMA Duri, sekolah khusus anak-anak bermasalah. Di tengah Indonesia yang bergejolak dan memanas, situasi pun menjadi rumit ketika ia terjebak di antara pertarungan hidup dan mati.”

Dari sinopsis diatas sudah pasti film ini akan membuat orang-orang menjadi penasaran, bagaimana sih kehidupan di indonesia yang joko anwar buat ini?.

Joko Anwar menyatakan bahwa ide naskah ini sudah dirancang sejak 2007.

Di mana fondasi riset mendalam dan wawancara bersama para siswa serta guru mengenai kekerasan di lingkungan sekolah.

Film ini tidak secara eksplisit mendramatisasi satu kejadian historis tertentu, namun Joko Anwar memasukkan sejumlah elemen simbolis yang mengacu pada peristiwa nyata, seperti kerusuhan Mei 1998.

Baca Juga: Tanah Eks Konflik Agraria di Desa Soso Blitar Disulap Jadi Ladang Jagung Produktif, Ini Kata Dirjen ATR/BPR

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun bersifat fiksi, film ini memiliki akar kuat dalam memori kolektif masyarakat Indonesia.

Joko Anwar mengakui bahwa keresahan terhadap sistem pendidikan inilah yang menjadi pemicu utama lahirnya film.

Ia ingin mata publik bahwa pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya mampu menjadi ruang aman bagi siswa maupun tenaga pengajarnya.(*)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#Pengepungan di Bukit Duri #joko anwar #jakarta #mengangkat #pelajar #film #sutradara #bioskop #kisah nyata #kekerasan #isu sosial