Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dari Hajatan ke Panggung Televisi: Brenda Vanessa, Pelajar Blitar yang Bersinar Lewat Suara

Anggi Septian A.P. • Senin, 28 Juli 2025 | 17:42 WIB
Pelajar yang namanya bersinar lewat dunia tarik suara, Brenda Vanessa
Pelajar yang namanya bersinar lewat dunia tarik suara, Brenda Vanessa

RADAR BLITAR - Tak banyak remaja yang mampu berdiri kokoh di dua dunia sekaligus: sekolah dan panggung hiburan.

Tapi Brenda Vanessa, gadis 17 tahun asal Ponggok, Blitar, membuktikan bahwa mimpi bisa digapai asal mau konsisten, kerja keras, dan percaya pada proses.

Dari nyanyi di hajatan tetangga, kini ia tampil di layar televisi nasional dan bergabung dengan manajemen musisi ternama.

Brenda Vanessa mungkin masih duduk di bangku kelas 2 SMA Negeri 4 Blitar, tapi rekam jejaknya di dunia tarik suara sudah menjangkau panggung-panggung besar, termasuk orkes ternama seperti Sagita, Adella, hingga tampil di televisi nasional seperti JTV, Dhoho TV, MNC TV, dan RCTI.

Bakat menyanyi Brenda sudah terlihat sejak TK. Melihat potensi itu, orang tuanya mendorongnya mengikuti les vokal dua kali seminggu.

Sejak kelas 2 SD, ia mulai rutin mengikuti lomba-lomba menyanyi, baik di sekolah maupun di luar.

Suatu hari, tetangganya memberanikan diri memintanya mengisi acara hajatan. Tak disangka, ia menerima amplop berisi Rp150 ribu—pengalaman pertamanya dibayar sebagai penyanyi.

“Itu senang banget, sampai nangis sama mamah,” kenang Brenda.

Sejak saat itu, Brenda makin rajin “nyumbang lagu” di hajatan warga. Bukan karena bayaran, tapi semata-mata agar dikenal lebih banyak orang.

Perlahan, tawaran tampil pun berdatangan. Saat duduk di kelas 1 SMP, Brenda dipercaya menjadi pengisi hiburan tetap di tempat wisata Dunia Candy, Wates, Kediri selama satu tahun.

 

Yang luar biasa, selama tiga tahun sekolah di SMPN 1 Srengat, ia selalu pulang-pergi sendiri dari Ponggok.

“Perjalanan sekitar 30 menit, tiap hari,” katanya. Jadwal padat tak membuatnya menyerah. Ia justru terus mencetak prestasi, termasuk menyabet juara 1 dan 2 lomba menyanyi tingkat Kabupaten Blitar saat kelas 1 dan 2 SMP.

Pintu kariernya terbuka semakin lebar ketika saat tampil di Dunia Candy, penampilannya dilirik oleh rekan dari manajemen penyanyi ternama Happy Asmara.

Tak lama, Brenda diundang mengisi acara halal bihalal di rumah Happy Asmara.

Dari sana, ia mulai sering diundang tampil oleh HA Management, baik off air maupun on air.

Penampilan perdananya di channel YouTube Muara Bintang dengan lagu “Lewung” menjadi titik awal dikenalnya Brenda secara luas.

Setelahnya, panggung demi panggung ia jajaki: dari Adella di Madiun, New Palapa dan Monata di Sidoarjo, Royal Music di Kediri, hingga OM Sera dan New Arista.

Baru-baru ini, ia tampil bareng Sagita selama seminggu di Riau dan menjadi guest star dalam berbagai acara besar.

Namun, perjalanan itu bukan tanpa lelah. Brenda mengaku pernah berada di titik paling berat saat mengisi hiburan di Dunia Candy.

“Weekday nyanyi dari jam 1 siang sampai jam 8 malam, weekend dari jam 9 pagi sampai sore. Itu sendirian. Pulangnya malam, paginya sekolah lagi,” ujarnya. Tapi ia tak pernah berhenti. “Di situ aku dapat pengalaman yang luar biasa.”

Kini, meski telah dikenal luas, Brenda tetap menjunjung pendidikan. Ia tetap rajin belajar, membagi waktu antara sekolah dan job menyanyi.

 

“Aku ingin karierku ini bisa bikin orang tuaku bangga. Mereka selalu nemenin dan support dari awal sampai sekarang,” ujarnya dengan penuh haru.

Kisah Brenda Vanessa adalah bukti nyata bahwa mimpi bisa jadi nyata, selama kita konsisten melangkah dan tak cepat menyerah. Dari desa kecil di Blitar, suaranya kini menggema ke penjuru negeri.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#penyanyi blitar #pelajar blitar #Brenda Vanessa