Dari Hotel Mewah ke Pengadilan Agama: Jejak Pernikahan Acha Septriasa dan Vicky Harisma
Ichaa Melinda Putri• Jumat, 8 Agustus 2025 | 17:25 WIB
Dari Hotel Mewah ke Pengadilan Agama: Jejak Pernikahan Acha Septriasa dan Vicky Harisma
BLITAR– Kilas balik kisah cinta aktris Acha Septriasa dan Vicky Harisma kini terasa seperti babak film yang berakhir sendu. Pernikahan mewah yang dulu digelar di Hotel The Meridien, Jakarta Pusat pada 12 November 2016, kini resmi berakhir di Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Putusan cerai tersebut telah dibacakan pada 19 Mei 2025 dan tercantum dalam lampiran resmi Mahkamah Agung.
Perceraian ini menjadi perhatian publik bukan karena drama atau kontroversi, melainkan karena cara penyelesaiannya yang diam-diam. Acha Septriasa tampil sebagai sosok tenang namun tegas dengan mengajukan gugatan cerai, sementara Vicky Harisma, suaminya selama hampir sembilan tahun, tercatat tidak hadir dalam persidangan meski telah dipanggil secara sah dan patut.
Dalam amar putusan tersebut, majelis hakim menyatakan bahwa gugatan cerai Acha dikabulkan dan menjatuhkan talak satu Bainy Syughra dari pihak tergugat, yakni Vicky Harisma bin Afrizal Muis kepada Acha Septriasa binti Sagita Ahim Syahji. Sebuah keputusan hukum yang menandai akhir perjalanan cinta mereka.
Pernikahan Acha dan Vicky pada 2016 sempat menjadi perbincangan publik. Acha, yang dikenal sebagai aktris papan atas tanah air sejak membintangi film “Heart”, memilih menikah dengan Vicky Harisma, seorang profesional di bidang IT yang jauh dari sorotan media. Prosesi akad yang berlangsung khidmat di hotel mewah itu kala itu dibalut suasana romantis dan penuh harapan.
Dalam berbagai wawancara, Acha kerap menyebut bahwa pernikahannya adalah bentuk perjalanan spiritual dan emosional yang mendewasakan. Pasangan ini pun memilih menetap di Australia usai menikah, sebuah keputusan yang dinilai banyak orang sebagai upaya menjaga privasi rumah tangga mereka dari hiruk-pikuk dunia hiburan Indonesia.
Selama hampir sembilan tahun membina rumah tangga, mereka dikaruniai seorang anak. Meski jarang tampil bersama di publik, pasangan ini tetap menjadi panutan pasangan muda karena gaya hidup sederhana dan jarang tersandung gosip.
Namun kenyataan berkata lain. Meskipun terlihat solid dari luar, benih perpisahan perlahan tumbuh. Hingga akhirnya, pada Mei 2025, Acha mengajukan gugatan cerai secara resmi ke Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Dalam prosesnya, Vicky Harisma tidak pernah menghadiri sidang, sebuah hal yang mencerminkan keretakan komunikasi di antara keduanya.
“Menjatuhkan talak satu Bainy Syughra tergugat, Fiki Harisma Muriza bin Afrizal Muis terhadap penggugat, Jelita Septriasa binti Sagita Ahim Syahji,” tulis Amar Putusan Pengadilan Agama, dikutip dari dokumen resmi Mahkamah Agung.
Talak satu Bainy Syughra adalah bentuk talak yang memungkinkan pasangan rujuk selama masih dalam masa iddah, atau dapat menikah kembali dengan akad baru jika telah melewati masa tersebut. Artinya, meskipun berpisah, tidak menutup kemungkinan mereka bisa bersama kembali di masa depan, jika kedua pihak menghendaki.
Yang menarik dari perceraian ini bukan hanya proses hukumnya, tetapi juga bagaimana Acha Septriasa memilih jalan tenang, tanpa drama. Ia tidak membuat pernyataan publik, tidak membuka borok rumah tangga, dan tetap fokus pada anak serta karier.
Bagi sebagian penggemar, sikap Acha menjadi representasi dari “strong woman silently moves on”. Tanpa mengumbar air mata, Acha menunjukkan kedewasaan emosional. Tak sedikit yang memberikan dukungan di media sosial, menyebutnya sebagai “ikon perempuan mandiri dan berkelas”.
Nostalgia dan Rasa Simpati
Kabar perceraian ini menimbulkan nostalgia bagi para penggemar yang dulu menyaksikan kisah cinta Acha dan Vicky sebagai simbol cinta dewasa yang hangat dan bersahaja. Dari momen pernikahan sakral di hotel mewah, kehidupan di luar negeri, hingga kesederhanaan mereka dalam membesarkan anak, semua terasa seperti cerita yang terlalu cepat selesai.
Namun begitulah kenyataan hidup. Tidak semua kisah cinta berakhir seperti dongeng. Dan mungkin, dalam diam dan elegannya, Acha Septriasa sedang menulis babak baru kehidupannya yang lebih bermakna dan damai.
Penutup
Perceraian memang bukan akhir dari segalanya. Acha Septriasa menunjukkan bahwa menyudahi sesuatu dengan cara baik dan dewasa jauh lebih kuat daripada bertahan dalam hubungan yang tak lagi sejalan. Dari hotel mewah ke pengadilan agama, kisah ini menjadi pelajaran bagi banyak pasangan: bahwa cinta tak hanya soal bertahan, tetapi juga soal melepaskan dengan ikhlas.