BLITAR - Sidang kasus yang menjerat Nikita Mirzani kembali menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena materi perkaranya, tetapi juga karena sejumlah kejanggalan yang terjadi di ruang sidang. Dari prioritas masuk bagi bodyguard, hingga larangan untuk keluarga inti, momen ini menuai kritik tajam dan memperkuat narasi bahwa proses hukum yang dihadapi artis kontroversial ini penuh drama.
Dalam tayangan di kanal CURHAT BANG DENNY SUMARGO, kuasa hukum Nikita Mirzani mengungkap bahwa pihaknya terkejut ketika mengetahui keluarga dekat tidak diizinkan masuk ruang sidang. Sebaliknya, beberapa orang yang diidentifikasi sebagai bodyguard justru mendapat akses penuh. “Ini aneh sekali. SOP seperti apa yang membolehkan orang yang tidak punya hubungan hukum langsung masuk, sementara keluarga inti dilarang?” ujar kuasa hukum NM.
Kejadian ini makin mengundang tanya karena Nikita Mirzani sendiri terlihat tertekan dengan situasi tersebut. Bagi publik, kasus ini bukan hanya soal dugaan pencemaran nama baik, tetapi juga tentang perlakuan yang dirasa tidak adil terhadap seorang terdakwa. Ditambah lagi, ada kesan bahwa proses persidangan diwarnai ketegangan, bahkan insiden kecil seperti hakim yang tampak mengantuk di tengah jalannya sidang.
Baca Juga: Mantan PMI Blitar Ikut Pelatihan Kewirausahaan Interior Rumah di Workshop Disma House
Menurut keterangan kuasa hukum, prioritas akses bagi bodyguard ini tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Biasanya, pengaturan akses sidang hanya berlaku bagi pihak yang berkepentingan langsung—keluarga, pengacara, saksi, atau pihak keamanan resmi dari pengadilan. “Bodyguard pribadi tidak termasuk dalam kategori tersebut, jadi ini jelas menimbulkan pertanyaan,” ungkapnya.
Nikita Mirzani sendiri dikenal kerap mengundang perhatian lewat sikap blak-blakan, namun kali ini dirinya tampak lebih kalem. Sumber yang dekat dengan NM menyebut bahwa ia sangat terganggu dengan pembatasan ini, apalagi ia mengandalkan dukungan emosional dari keluarga dalam menjalani proses hukum yang melelahkan.
Pengamat hukum yang diwawancarai menyebut, pembatasan akses ini memang bisa dilakukan demi menjaga ketertiban sidang. Namun, keputusan siapa yang diizinkan atau tidak harus berdasarkan urgensi keamanan, bukan preferensi atau kedekatan dengan pihak tertentu. “Kalau bodyguard diberi akses, sementara keluarga inti tidak, ini rawan menimbulkan tuduhan diskriminasi,” tegasnya.
Selain masalah akses, momen lain yang menjadi sorotan adalah ekspresi bosan dan bahkan kantuk dari salah satu hakim. Potongan video yang beredar di media sosial menunjukkan hakim tersebut beberapa kali memejamkan mata ketika salah satu saksi memberikan keterangan. Publik pun bereaksi dengan nada sinis, mempertanyakan keseriusan pengadilan dalam menangani perkara yang menyita perhatian besar.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga tidak lepas dari kritik. Dalam video yang sama, terlihat interaksi JPU yang dianggap “terlalu lembek” atau “menye-menye” terhadap pihak pelapor, sehingga memunculkan dugaan keberpihakan. “Proses hukum harus berjalan tegas dan objektif. Kalau ada kesan pilih kasih, integritas persidangan bisa dipertanyakan,” kata kuasa hukum NM.
Kasus yang menjerat Nikita Mirzani ini berawal dari dugaan pencemaran nama baik terkait komentar yang ia sampaikan di media sosial. Namun, seiring jalannya persidangan, isu-isu teknis seperti rekaman misterius, aliran uang, hingga kejanggalan di persidangan justru menjadi sorotan publik yang tak kalah besar dibanding inti perkara.
Baca Juga: Cara Unik Menikmati Kuliner Blitar: Ambil Sendiri, Makan Sepuasnya di Warung Makti
Sementara itu, pihak keluarga NM menyatakan kekecewaannya atas perlakuan yang mereka terima. “Kami ingin memberi dukungan langsung. Tapi yang terjadi malah dilarang masuk, sedangkan orang lain yang bukan keluarga bisa bebas keluar masuk,” ujar salah satu anggota keluarga yang enggan disebutkan namanya.
Publik kini menunggu sidang berikutnya untuk melihat apakah kejanggalan ini akan kembali terjadi. Banyak pihak berharap bahwa pengadilan dapat menegakkan prinsip transparansi dan kesetaraan di depan hukum.
Dengan sorotan media yang begitu besar, kasus Nikita Mirzani bukan lagi sekadar perkara hukum biasa. Ia telah menjadi panggung yang memperlihatkan dinamika, bahkan potensi ketidakadilan, dalam sistem peradilan di Indonesia.
Baca Juga: Acha Septriasa Gugat Cerai: Tren Seleb Perempuan Ajukan Gugatan Cerai Meningkat?