Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Formasi Baru Bikin Geger! Timnas Indonesia Libas Chinese Taipei 6-0

Ichaa Melinda Putri • Senin, 8 September 2025 | 22:00 WIB
Formasi Baru Bikin Geger! Timnas Indonesia Libas Chinese Taipei 6-0
Formasi Baru Bikin Geger! Timnas Indonesia Libas Chinese Taipei 6-0

BLITAR-Timnas Indonesia tampil garang saat melawan Chinese Taipei dalam laga uji coba internasional, Minggu (8/9).
Skuad Garuda menang telak dengan skor 6-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Kemenangan ini bukan sekadar soal jumlah gol.
Laga tersebut menjadi ajang eksperimen taktik baru pelatih Patrick Clifford yang berani menurunkan formasi 4-3-3 dengan mayoritas pemain cadangan.

Dalam pertandingan itu, Clifford menurunkan kombinasi lima pemain lokal Liga 1 bersama deretan pemain naturalisasi.
Nama-nama seperti Beckham Putra, Yakob Sayuri, hingga Sananta diberi kesempatan sejak menit awal.

timnqs

Menurut pengamat sepak bola Panji, uji coba ini lebih penting dari hasil akhir.
“Menang atau kalah tidak terlalu penting, yang utama adalah keberanian bereksperimen. Clifford sudah menunjukkan langkah tepat dengan mencoba 4-3-3,” ujarnya dalam tayangan YouTube Just Talk Media.

Eksperimen tersebut memang berisiko.
Para pemain baru dan cadangan harus beradaptasi dengan sistem permainan yang jarang mereka terapkan di Timnas.
Namun hasil di lapangan menunjukkan mereka mampu memahami instruksi pelatih.

Clifford menempatkan Nathan dan Marc Klok sebagai double pivot.
Di depan mereka, Rinkee Rainders diberi peran baru yang jarang dimainkan di level klub.
Sementara lini depan diisi Beckham Putra, Egi, dan Sananta.

Meski lawan hanya tim peringkat 172 dunia, jalannya pertandingan memperlihatkan peningkatan kualitas kolektif.
Aliran bola lebih rapi, jarak antarpemain terjaga, dan pressing berjalan efektif.

Salah satu sorotan jatuh pada penampilan Rainders.
Ia tampil tenang, punya visi jelas, dan bahkan mencetak satu gol.
“Rainders main luar biasa. Kerja keras, passing, visinya. Itu bonus besar untuk Timnas,” kata Panji.

Selain itu, debutan Miliano Jonathan juga mencuri perhatian.
Winger muda yang bermain di FC Utrecht tersebut memperlihatkan kecepatan dan kemampuan crossing yang menjanjikan.
“Untuk saya, Miliano harus jadi starter lawan Lebanon bulan Oktober. Dia punya speed dan skill yang kita butuhkan,” tambah Panji.

Formasi baru ini juga memberi kesempatan bagi Rizky Ridho untuk beradaptasi sebagai bek tengah dalam skema empat bek.
Biasanya ia bermain dengan tiga bek di klub maupun Timnas.
Namun dalam laga ini, Ridho tampil solid tanpa kesalahan berarti.

Clifford pun patut diapresiasi.
Ia berani memainkan lima pemain lokal sekaligus serta mencoba sistem 4-2-3-1 dan 4-3-3.
Keputusan itu menunjukkan adanya variasi taktik yang bisa dipakai menghadapi lawan lebih kuat di Oktober mendatang.

Meskipun begitu, ada catatan dari pertandingan ini.
Beberapa pemain masih kurang efektif dalam penyelesaian akhir.
Sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol.

Namun, bagi Panji, hal itu bukan masalah besar.
“Dalam sepak bola wajar kalau dari sepuluh peluang hanya tiga atau empat yang jadi gol. Yang penting sistem permainan mulai terlihat,” katanya.

Eksperimen ini menjadi modal penting jelang laga uji coba berikutnya melawan Lebanon.
Pertandingan tersebut diperkirakan akan menurunkan lebih banyak pemain inti, seperti Thom Haye, Joey Pelupessy, dan Ricky Kambuaya.

Dengan hasil positif lawan Chinese Taipei, publik sepak bola Tanah Air punya harapan baru.
Timnas tidak hanya mengandalkan nama besar, tapi juga memberi ruang untuk pemain muda dan cadangan bersinar.

Jika eksperimen ini berlanjut dengan konsisten, bukan tidak mungkin Timnas Indonesia tampil lebih atraktif dan berbahaya saat kualifikasi Piala Dunia bulan Oktober

Editor : Anggi Septian A.P.
#Timnas Indonesia #Chinese Taipei