BLITAR-Aktor remaja yang biasanya memerankan karakter baik akhirnya debut sebagai antagonis di sinetron terbaru Asmara Gen Z. Peran baru ini membuat para penggemar penasaran dengan transformasinya.
Menurut sang pemain, kesempatan ini datang langsung dari sutradara Bu Femi. “Saya super excited karena ini pertama kalinya saya jadi anak bandel,” ujarnya.
Sebelumnya, ia lebih sering bermain sebagai karakter anak baik. Debut ini menjadi pengalaman pertama yang menantang sekaligus menyenangkan.
Proyek ini juga menjadi sinetron remaja pertamanya. Sebelumnya, sebagian besar perannya adalah anak kecil. Ia mengaku senang karena bisa belajar banyak hal baru dari pengalaman ini.
Selain peran antagonis, pemain ini juga senang karena bisa bekerja dengan teman satu manajemen, Reza. “Saya bersyukur bisa satu produk sama dia,” tambahnya.
Salah satu hal unik dari Asmara Gensi adalah para pemain menggunakan nama asli mereka untuk karakter masing-masing. Hal ini membuat proses syuting lebih natural dan menyenangkan.
“Pas baca naskah, saya sempat ketawa sendiri karena ceritanya lucu dan fresh. Ternyata nama peran memang sama dengan nama asli kami,” kata pemain itu.
Penggunaan nama asli membuat mereka lebih bebas mengekspresikan diri. Tidak ada kebingungan saat pengambilan gambar karena semua panggilan sesuai kebiasaan sehari-hari.
Cerita Asmara GenZ dianggap sangat relatable bagi kehidupan remaja masa kini. Konflik antar karakter, tingkah lucu, dan dinamika geng membuat sinetron ini berbeda dari tontonan remaja biasanya.
Pemain menambahkan, setiap karakter memiliki keunikan tersendiri. Penonton bisa memilih geng favorit mereka sendiri, seperti geng “Go Green” yang dikenal paling lurus.
Syuting dijalankan dengan maksimal, mulai dari pemain, kru, hingga tim produksi. Semua bekerja keras demi memberikan tontonan terbaik bagi penonton.
Selain drama, sinetron ini juga menawarkan momen lucu dan kocak yang membuat penonton tertawa. Ceritanya fresh dan tidak terlalu sedih, sehingga mudah diterima remaja.
Debut sebagai antagonis bukan hanya soal karakter bandel. Pemain mengaku mendapat banyak pelajaran baru tentang akting, kerja tim, dan adaptasi di set syuting.
“Karakter saya di sini sering marah-marah dan suka bully orang, tapi saya belajar bagaimana mengekspresikan emosi itu dengan tepat,” jelasnya.
Penonton diharapkan bisa merasakan keseruan dan kekocakan cerita Asmara Gensi. Banyak adegan yang bikin relate dengan kehidupan sehari-hari remaja.
Selain itu, interaksi antar pemain juga natural karena menggunakan nama asli masing-masing. Hal ini menambah kesan autentik pada cerita.
Sinetron ini juga menampilkan dinamika kelompok remaja yang berbeda-beda, sehingga tiap karakter terlihat unik dan menarik.
Pemain menutup pernyataannya dengan ajakan menonton: “Asmara GenZ luar biasa, seru, gaul, dan fresh. Jangan sampai ketinggalan, saksikan setiap hari di SCTV!”
Dengan debut sebagai antagonis, pengalaman pertama ini jelas menjadi tonggak penting dalam karier aktor remaja tersebut. Fans pun semakin penasaran melihat transformasi karakternya.
Editor : Anggi Septian A.P.