Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Teror Andong Pocong Pasca Lumpur Lapindo, Empat Pocong Jadi Penumpang Bikin Geger Sidoarjo

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Rabu, 10 September 2025 | 07:30 WIB
Teror Andong Pocong Pasca Lumpur Lapindo, Empat Pocong Jadi Penumpang Bikin Geger Sidoarjo
Teror Andong Pocong Pasca Lumpur Lapindo, Empat Pocong Jadi Penumpang Bikin Geger Sidoarjo

BLITAR - Sidoarjo dikenal dengan tragedi lumpur Lapindo yang mengguncang kehidupan ribuan warga pada tahun 2006. Namun, di balik bencana tersebut, ada kisah horor yang hingga kini masih diceritakan turun-temurun: munculnya Andong Pocong.

Kisah ini membuat warga Sidoarjo dicekam ketakutan. Malam hari di sekitar Sungai Brantas, warga mendengar suara derap kuda lengkap dengan kerincingannya. Anehnya, andong itu tidak memiliki kusir. Yang terlihat justru sosok empat pocong duduk berhadapan dengan wajah hancur, berdarah, dan kain kafan lusuh kecoklatan.

“Benar-benar menyeramkan, Mas. Andongnya lewat pelan, tapi pocongnya jelas terlihat. Darah menetes dari wajah mereka. Rasanya seperti mimpi buruk,” cerita seorang warga bernama Dia, yang sempat menyaksikan kejadian tersebut di kampungnya.

Menurut penuturan warga, fenomena mistis itu terjadi tidak lama setelah lumpur Lapindo meluas. Suasana desa kala itu masih gelap, listrik belum merata, dan aktivitas malam sangat minim. Saat suara kerincingan andong terdengar, warga hanya bisa berpelukan dan berdoa agar tidak menjadi sasaran teror gaib.

Salah seorang saksi lain, yang akrab dipanggil Pak De, bahkan mengalami pingsan setelah bersembunyi di balik ilalang dan melihat langsung andong pocong berhenti di dekatnya. “Saya lihat jelas, kudanya nyata, tapi tak ada kusir. Penumpangnya empat pocong. Saya langsung sembunyi, tapi malah makin takut karena andong itu berhenti tepat di sekitar saya,” ujarnya setelah siuman.

Kisah ini cepat menyebar dari mulut ke mulut hingga membuat seluruh kampung geger. Warga mengaitkan kemunculan Andong Pocong dengan pagebluk atau teror gaib yang sering disebut lampor. Konon, lampor diyakini sebagai rombongan arwah yang mencari tumbal dari pesugihan.

Dugaan itu diperkuat dengan banyaknya kejadian janggal setelah penampakan. Beberapa warga ditemukan meninggal mendadak di depan rumah mereka, tanpa sebab yang jelas. “Hampir seminggu ada tiga sampai empat orang meninggal. Keluarganya tidak tahu penyebabnya. Bangun pagi, korban sudah tergeletak di ruang tamu,” tambah Dia.

Teror tersebut membuat suasana desa semakin mencekam. Setiap malam, jalanan menjadi sepi bagaikan desa mati. Warga tidak berani keluar rumah, apalagi membuka pintu jika ada ketukan di malam hari. Pesan sesepuh desa sangat jelas: jangan pernah membuka pintu ketika ada suara asing, sebab bisa jadi itu panggilan dari lampor atau andong pocong.

Salah satu hal yang membuat cerita ini begitu kuat adalah latar waktunya. Kemunculan Andong Pocong bertepatan dengan masa-masa sulit warga Sidoarjo akibat lumpur Lapindo. Trauma bencana bercampur dengan teror gaib, sehingga mempertebal rasa takut masyarakat.

Beberapa tokoh desa mencoba menenangkan warga dengan ritual bersih desa. Mereka membuat sesaji, menaruh bunga tujuh rupa di pohon besar, hingga melarung tumpeng ke Sungai Brantas. Harapannya, roh-roh penebar teror segera pergi.

Setelah berbagai upaya itu, gangguan gaib memang berangsur hilang. Namun, cerita tentang andong pocong tetap melekat di ingatan warga. Bagi sebagian orang, kisah ini sekadar legenda urban. Namun bagi mereka yang pernah menyaksikan langsung, kejadian itu nyata dan meninggalkan trauma mendalam.

Kini, lebih dari satu dekade setelah tragedi lumpur Lapindo, kisah Andong Pocong masih sering dibicarakan. Bagi generasi muda, cerita itu menjadi bagian dari sejarah mistis Jawa Timur. Bagi warga yang pernah mengalaminya, teror malam dengan suara derap kuda dan kerincingan masih terasa nyata.

“Kalau dengar suara kerincingan di malam hari, bulu kuduk saya masih merinding. Walaupun mungkin itu hanya angin atau suara lain, tetap saja ingatan tentang Andong Pocong kembali,” tutur warga lain.

Misteri Andong Pocong di Sidoarjo mungkin tidak pernah benar-benar terpecahkan. Namun, cerita ini telah menjadi bagian dari warisan horor Jawa Timur, mengingatkan kita bahwa di balik bencana besar, terkadang lahir kisah mistis yang membuat orang semakin percaya pada hal-hal gaib.

Editor : Anggi Septian A.P.
#horor jawa timur #lumpur lapindo #andong pocong